Profil Habib Bahar Bin Smith, Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang Bogor

Habib Bahar Bin Smith merupakan pimpinan dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Editor: Maskartini
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Penceramah Bahar bin Smith atau Habib Bahar tiba di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/1/2022). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNNEWSWIKI.COM - Habib Bahar Bin Smith merupakan pimpinan dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

memiliki nama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith yang lahir pada 23 Juli 1985.

Dikutip dari TribunnewsWiki, dirinya adalah seorang ulama dan pendakwah yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.

Habib Bahar juga merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor.

Dirinya merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara dan berasal dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Sumaith.

Ia memiliki enam orang adik yang mana tiga adiknya bernama Ja’far bin Smith, Sakinah Smith, dan Zein bin Smith.

Baca juga: Profil Valentina Betania, Dara Gawai Dayak Kalbar 2021 yang Ingin Menginspirasi Banyak Orang

Habib Bahar pun juga memiliki gelar kehormatan yaitu Sayyid.

Gelar ini merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucunya yaitu Hasan bin Ali dan Husain bin Ali di mana merupakan anak dari anak perempuan Nabi Muhammad SAW, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib.

Habib Bahar juga telah menikah pada tahun 2009 dengan seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits dan dikaruniai empat orang anak.

Kontroversi Habib Bahar bin Smith

Sebelum menjadi tersangka terkait penyebaran berita bohong, Habib Bahar bin Smith sempat menjadi sosok yang kontroversial. 

Pada bulan lalu, dirinya sempat menjadi kontroversi terkait video viral ceramahnya yang menyinggung kepolisian serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman.

Pada video terkait dirinya yang menyinggung kepolisian, Habib Bahar mengatakan jika kepolisian sering melakukan intimidasi terhadap panitia penyelanggara sebuah acara.

Dikutip dari Tribunnews, Habib Bahar berkata jika kepolisian lebih baik langsung mendatanginya jika memang perlu penjelasan, bukan mengintimidasi pihak panitia penyelenggara acara.

“Kenapa enggak datang ke saya, datang dong kepada saya, malah datangnya ke panitia, kenapa ga datang ke saya ’Bib, jangan ceramah, bib’ kan gitu,” ucapnya dalam video.

Lalu pada video tentang pernyataan dirinya atas Dudung Abdurachman, ia menyebut jika Dudung hanya mampu menurunkan baliho menggunakan alat utama sistem senjata (alutista) TNI.

“Kapal perangnya, pesawatnya, tank-nya, pakai buat perang bukan pake buat nurunin baliho,” ucapnya yang juga disambut teriakan masyarakt yang hadir.

Kemudian jauh sebelum itu, ia juga sempat viral karena aksi sweeping yang dilakukannya.

Dikutip dari Tribun Style, dirinya pernah bersama sekitar 150 orang jamaah Majelis Pembela Rasulullah merazia Cafe De Most di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada tahun 2012.

Ia menganggap jika kafe tersebut merupakan sarang maksiat dan meminta agar ditutup sebulan penuh selama bulan Ramadhan pada saat itu.

Lalu dirinya juga sering dikenal melontarkan ceramah yang memprovokasi untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar dengan perilaku yang dianggap tindak kekerasan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews dengan judul Profil Habib Bahar bin Smith, Sulung 7 Bersaudara Pendiri Majelis Pembela Rasulullah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
2542 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved