Syarat Dapat Vaksin Booster Gratis dari Pemerintah, Peserta Mandiri Harus Membayar

Vaksinasi booster dilakukan dengan dua kriteria, mandiri dan program pemerintah. Untuk yang mandiri, peserta yang ikut harus membayar.

Editor: Maskartini
Adem ALTAN / AFP
Seorang perawat memegang botol vaksin Turkovac Covid-19 yang dikembangkan Turki di Rumah Sakit Kota, Ankara pada 4 Januari 2022. Pemerintah Indonesia sendiri belum menentukan vaksin apa yang akan digunakan untuk booster. Namun pemerintah menjamin vaksinasi booster bisa didapatkan secara gratis oleh warga lanjut usia dan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan (PBI).  

TRIBUNNNEWSWIKI.COM - Pemerintah sudah menetapkan pelaksanakan vaksinasi booster Covid-19 dimulai Rabu 12 Januari 2022.

Vaksinasi booster dilakukan dengan dua kriteria, mandiri dan program pemerintah. Untuk yang mandiri, peserta yang ikut harus membayar.

Sementara itu, untuk program pemerintah akan diberikan secara gratis.

Adapun syarat untuk mendapatkan vaksin booster gratis dari pemerintah adalah lanjut usia dan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan atau PBI.

Adapun di luar kriteria tersebut, bisa mendapatkan vaksin booster dengan biaya sendiri atau badan usaha.

Harga Vaksin Booster

Harga vaksin booster sampai saat ini belum ditetapkan pemerintah.

Rencananya, penetapan tarif akan dilakukan pada hari Senin 10 Januari 2022.

“Belum ada biaya resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,“ kata juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi di laman Kemenkes.

Menurutnya, tarif yang beredar saat ini bukanlah tarif vaksinasi dalam negeri.

Melainkan tarif vaksinasi di luar negeri.

Tarif tersebut masih berupa perkiraan rentang harga yang berlaku di beberapa negara.

Baca juga: Pemerintah Akan Siapkan Jaminan Kehilangan Pekerjaan

Jenis Vaksin Booster

Jenis dan dosis vaksin yang akan diberikan masih menunggu konfirmasi dan rekomendasi dari ITAGI dan studi riset booster yang sedang berjalan serta sesuai dengan persetujuan izin edar atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.

“Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinnya berbeda," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

"Ya mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” lanjutnya.

Nadia menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir seandainya vaksin booster yang digunakan berbeda jenis dengan vaksin yang dipakai pada penyuntikan dosis satu dan dua.

“Tidak masalah (jenis vaksin berbeda dengan sebelumnya). Kan sudah ada kajiannya,” katanya di Kompas.com.

Amankan Stok Vaksin Booster

Menkes Budi mengatakan, bahwa vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

“Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ucap Menteri Kesehatan.

Menkes menuturkan, pemerintah telah mengamankan stok vaksin booster sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis.

Artikel ini telah tayang di Tribun Pontianak dengan judul Syarat Dapat Vaksin Booster Gratis dari Pemerintah 

Ikuti kami di
KOMENTAR
2538 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved