Dituding Paksa Tunarungu Bicara, Mensos Risma Terpukul Ada yang Tertabrak Kereta Hingga Kena Bencana

Mensos menyatakan, ada disabilitas rungu yang tertabrak kereta api. Dan ada juga yang harus kehilangan jiwa karena bencana.

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
Kemensos
Kemensos menggelar Lelang Pameran Lukisan Karya Penyandang Disabilitas di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Kamis 2 Desember 2021. Sebanyak 42 lukisan terjual dengan nilai Rp358 juta. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini dituding memaksa penyandang disabilitas tunarungu berbicara.

Hal ini bermula saat berinteraksi Risma dengan penyandang disabilitas rungu Stefanus dalam rangkaian Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI).

Ia mengaku apa yang dilakukannya untuk memastikan alat bantu dengar berfungsi baik. Risma juga ingin mereka tidak menyerah dan mendorong mereka memaksimalkan kemampuan telinganya, dan mulutnya.

Risma yang memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas rungu untuk mencoba merespon komunikasi dianggap memaksa sehingga mendapat kecaman publik.

Baca juga: 9 Tokoh Wanita Berpotensi Maju Calon Presiden 2024, Tri Rismaharini hingga Yenny Wahid dan Iriana

Dilansir dari Kemensos.go.id, Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan keberpihakan kepada penyandang disabilitas.

Kepada media Mensos secara terbuka menyatakan punya pengalaman yang sangat memprihatinkan, saat menjadi Wali Kota Surabaya. Mensos menyatakan, ada disabilitas rungu yang tertabrak kereta api. Dan ada juga yang harus kehilangan jiwa karena bencana.

"Ini pengalaman sangat memukul saya. Saya hanya ingin memastikan mereka bisa menyampaikan pesan dengan berbagai cara. Mereka harus bisa bereaksi terhadap lingkungannya khususnya bila itu membahayakan jiwa dan kehormatannya. Apakah dengan suara, gerakan tangan, atau alat bantu yang mereka kenakan," Mensos dalam pertemuan dengan media di ruang kerjanya pada Jumat, 1 Desember 2021.

Bagi Mensos, respon penyandang disabilitas dalam hal ini penyandang disabilitas rungu, terhadap lingkungan tersebut sangat penting. Sebab, berdasarkan pengalaman di atas, ada saja hal-hal tak terduga.

Dalam perbincangan sore yang berlangsung hangat dengan media, Mensos menekankan pentingnya bagi penyandang disabilitas, termasuk rungu, untuk punya self defense.

Dalam kondisi tertentu, mereka harus bisa mengatasi sendiri apa yang mereka hadapi karena tidak selamanya, lingkungan dimana mereka berada ramah terhadap mereka.

"Dalam kesempatan tersebut, saya meminta mereka mencoba bersuara. Bagi sebagian penyandang disabilitas rungu, bersuara bukan pekerjaan mudah. Nah, saya meminta mereka, meminta lho ya agar mereka bisa strive beyond the limit," kata Mensos didampingi Sekjen Harry Hikmat dan Staf Khusus Menteri Don Rozano.

Mensos memastikan tidak ada niat apapun terhadap penyandang disabilitas. Mensos menyatakan telah mendedikasikan arah kebijakan Kementerian Sosial untuk memperkuat dukungan terhadap penyandang disabilitas.

"Saya telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak ada pembangunan gedung. Anggaran dialihkan untuk inovasi alat bantu buat mereka. Itu tidak mudah lho. Lama prosesnya," katanya.

Kemensos sendiri telah mengambil langkah-langkah nyata dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Melalui Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), Kemensos telah menyiapkan layanan untuk penyandang disabilitas berjalan terintegrasi. Program ATENSI memberikan layanan berbasis keluarga, komunitas dan residensial yang terintegrasi dengan layanan dasar baik program di Kemensos maupun program kementerian/lembaga lainnya.

Malam hari kemarin, Kemensos menggelar Lelang Pameran Lukisan Karya Penyandang Disabilitas di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial RI, Kamis 2 Desember 2021.

Dalam kesempatan ini Mensos Risma juga bercengkrama dan menyapa para penyandang disabilitas yang ikut hadir, termasuk Gading penyandang disabilitas asal Pekalongan yang dibantu motor roda tiga.

Suasana sedikit haru ketika Mensos Risma memotivasi para penyandang disabilitas dan juga meminta masyarakat untuk terus peka terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

Dari lelang ini, lukisan yang terjual sebanyak 42 lukisan dengan total hasil penjualan Rp358.750.000; yang uangnya diserahkan kepada masing-masing seniman lukisan.

Lelang dihadiri oleh jajaran Eselon 1 Kemensos RI, undangan yang berasal dari stakeholder dan para penyandang disabilitas yang mengikuti pameran lukisan.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
2393 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved