Picu Masalah dalam Pernikahan, 8 Tanda Komunikasi Tak Sehat

bagaimana pasangan suami-istri dapat menjalin komunikasi yang sehat satu sama lain adalah kunci utama untuk memecahkan masalah bersama-sama

Editor: Maskartini
Kompas.com
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pernikahan yang bahagia dan memuaskan bukan berarti bebas dari masalah sama sekali. Sebab, tidak ada pernikahan yang benar-benar sempurna di dunia.

Tetapi, bagaimana pasangan suami-istri dapat menjalin komunikasi yang sehat satu sama lain adalah kunci utama untuk memecahkan masalah bersama-sama.

Kendati demikian, menurut seorang peneliti pernikahan, John Gottman, sebanyak 69 persen masalah di dalam pernikahan itu tidak dapat terselesaikan.

Seringkali masalah kecil bisa menjadi besar apabila kita dan pasangan tidak bisa membangun komunikasi yang sehat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai komunikasi yang tidak sehat dalam pernikahan, seorang pakar relasi, Karen Finn memaparkan beberapa tanda dan cara mengatasinya:

1. Berteriak

Marah adalah emosi yang alami. Tetapi, jika tidak dijaga dan diungkapkan dengan cara yang tidak bertanggung jawab, kemarahan bisa menumpuk dan akhirnya meledak.

"Ketika kita marah meledak-ledak sampai berteriak, maka isi pesan justru hilang dari konteks yang akan disampaikan," terang Finn.

"Alhasil, orang yang dimarahi hanya akan mendengar dan mengingat serangan yang keras, serta ofensif dengan hal-hal negatif yang dilontarkan," sambung dia.

Oleh sebab itu, meski sedang marah, usahakan kita tetap berfokus pada tujuan utama komunikasi yang sehat yakni menjaga emosi tetap terkendali, sehingga tidak mendominasi komunikasi kita dengan pasangan.

2. Menyalahkan pasangan

Pernyataan awal dengan "Anda atau kamu" adalah adalah tanda kita sedang menyalahkan pasangan. Kemudian, kata-kata seperti "selalu" dan "tidak pernah" sering mengikuti.

"Selain perkataan, selalu memulai dengan menunjukkan jari dan mengeluarkan intonasi nada yang menuduh juga merupakan tanda kita sedang menyalahkan pasangan," ungkapnya.

Melatih kesadaran diri dapat membantu hubungan kita dan pasangan tetap terkendali, serta bertanggung jawab atas perilaku diri kita sendiri.

Baca juga: 3 Pernikahan Tercepat di Dunia, Ada yang Bercerai Setelah 1 Jam Menikah

3. Memiliki sikap kompetitif

Menurut Finn, apabila kita bergumul dengan rasa tidak aman dan tidak tahu cara menanganinya, kita mungkin cenderung akan menyembunyikan perasaan kita dari pasangan.

Hal ini juga membuat kita tidak ingin terlihat lemah dan itu biasanya muncul sebagai upaya untuk selalu benar atau superior.

4. Selalu mengkritik

Orang yang mengkritik sering kali mengungkapkan kata-kata seperti "kamu selalu" atau "kamu tidak pernah".

"Di sisi lain, keluhan sebenarnya dapat dimaknai untuk mencurahkan perasaan pribadi sebagai respons terhadap perilaku tertentu dan itu menyisakan ruang untuk merundingkan resolusi," tutur Finn.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
2386 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved