PROFIL Faye Simanjuntak, Putri Mayjen Maruli Simanjuntak yang Masuk Jajaran 30 Under 30 Forbes 2020

sosok Faye Simanjuntak juga cukup menonjol di usianya yang masih muda.Di usianya yang ke-18, ia masuk dalam jajaran 30 Under 30 2020 majalah Forbes

Editor: Maskartini
Screenshot Forbes
Faye Simanjuntak, Putri Mayjen Maruli Simanjuntak. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Faye Hasian Simanjutak merupakan putri Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Berikut ini profil Faye Hasian Simanjuntak. 

Seperti diketahui, ayah Faye disebut-sebut akan menjadi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) baru menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman yang pada Rabu 17 November 2021 kemarin dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Kendati demikian, baik Dudung maupun Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, mengatakan sosok Pangkostrad baru merupakan keputusan Presiden.

Tak kalah dari sang ayah, sosok Faye Simanjuntak juga cukup menonjol di usianya yang masih muda.

Di usianya yang ke-18, ia masuk dalam jajaran 30 Under 30 2020 majalah Forbes Indonesia.

Baca juga: PROFIL Angela Tanoesoedibjo, Ini Jejak Karir Wamenparekraf Putri Hary Tanoesoedibjo

Lantas, siapakah Faye Hasian Simanjuntak?

Profil Faye Simanjuntak

Faye Simanjutak merupakan cucu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Lahir pada 10 April 2002, ia adalah putri tunggal Mayjen Maruli Simanjuntak dan Paulina Pandjaitan.

Mengutip situs resmi Rumah Faye, ia memiliki motto hidup, "Melayani Tuhan dengan menghargai dan menolong sesama."

Berangkat dari motto tersebut, Faye bersama sang ibu mendirikan organisasi nonprofit, Rumah Faye, ketika usianya masih 11 tahun.

Rumah Faye didirikan dengan tujuan memberikan kesadaran pada masyarakat soal perdagangan anak.

Selain itu, organisasi ini juga menyediakan rumah penampungan, yang alamatnya dirahasiakan, bagi anak-anak korban perdagangan dan kekerasan.

Selama berada di rumah penampungan, anak-anak yang diselamatkan akan mendapatkan pendampingan hukum, konseling, hingga pelatihan.

Pada 2019 lalu, Faye pernah muncul dalam acara Generation Change milik MTV Asia.

Dalam acara itu, Faye berbicara mengenai alasan ia mendirikan Rumah Faye.

Saat masih duduk di bangku SD, Faye mendapat tugas sekolah dan ia menemukan kata traffic.

Ia pun mencari arti kata itu sepulang sekolah, dan terkejut ketika menemukan fakta bahwa banyak anak-anak di Indonesia seusianya menjadi korban eksploitasi, juga perdagangan.

"Saat itu aku kelas lima atau enam SD, dan (dapat) pekerjaan sekolah. Aku lihat sebuah daftar dan menemukan kata traffic," ungkapnya dalam wawancara bersama MTV Asia pada Desember 2019.

"Aku pulang dan mencari artinya. Dengan penuh kesadaran, muncul rasa tidak percaya, (perdagangan anak) terjadi di negaraku sendiri."

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved