Mengenal Fenomena Awan Arcus yang Mirip Tsunami, Berbentuk Ombak Bergulung

awan arcus terbentuk karena ada ketidakstabilan atmosfer di sepanjang pertemuan masa udata yang lebih dingin

Editor: Maskartini
akun instagram @infomdr
Video yang direkam oleh warga memperlihatkan awan pekat membentang di langit Pamekasan, tepatnya di Pantai Talang Siring, mirip tsunami. Awan tersebut adalah awan arcus atau awan tsunami.(repro bidik layar akun instagram @infomdr) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Fenomena awan arcus adalah bagian dari awan kumolonimbus yang bisa mengakibatkan angin kencang, hujan lebat, petir, angin puting beliung, atau hujan es.

Awan ini muncul seperti bentuk ombak yang bergulung sehingga dikenal juga dengan sebutan awan roll.

Awan ini biasanya berada di langit yang rendah dan hanya terjadi pada satu level. Awan ini mungkin terlihat menumpuk dengan awan yang berbeda di atas atau di bawahnya, namun bukan sesama awan arcus.

Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena awan arcus adalah fenomena yang normal terjadi walaupun jarang. Fenomena awan arcus terjadi akibat ketidakstabilan atmosfer sepanjang pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat dan lembap.

Kejadian tersebut tidak hanya menyebabkan terbentuknya awan arcus, namun juga menyebabkan terjadinya angin laut dalam skala yang lebih luas.

Video yang merekam awan pekat seperti tsunami di langit Pamekasan, Jawa Timur viral di media sosial.

Video berdurasi 9 detik tersebut direkam di Pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan pada Kamis 18 November 2021).

Awan tebal pekat tersebut dikenal dengan nama awan arcus atau awan tsunami.

Baca juga: Fungsi dan Manfaat Atmosfer, Apakah Hanya Ada di Bumi?

Pertemuan udara dingin dan hangat
Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto membenarkan jika awan pekat mirip tsunami di langit Pamekasan adalah awan arcus atau awan tsunami.

"Secara ilmiah awan ini adalah arcus cloud yaitu awan yang membentuk formasi horizontal rendah yang biasanya muncul di dalam bagian awan kumulonimbus," kata Teguh, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Jumat 19 November 2021.

Ia menjelaskan awan arcus terbentuk karena ada ketidakstabilan atmosfer di sepanjang pertemuan masa udata yang lebih dingin dengan masa udara yang lebih hangat serta lembab.

Hal tersebut membuat awan memiliki pola horizonatl yang memanjang.

"Kondisi ini dapat terjadi karena ada fonemena angin laut dalam skala yang luas yang mendorong udara ke arah daratan," ungkap Teguh.

Tak ada kaitannya dengan bencana tsunami
Ia menjelaskan awan arcus memiliki dua tipe yakni shef cloud dan roll cloud.

Walapun dikenal dengan nama awan tsunami, tapi kemunculan awan arcus tak ada kaitannya dengan bencana alam tsunami.

Fenomena Awan Arcus, Awan yang Tampak Seperti Gelombang Tsunami

Pernahkah Anda melihat awan berbentuk seperti tsunami? Awan ini adalah fenomena awan arcus atau disebut juga dengan awan tsunami.

Perlu diingat bahwa awan arcus tidak berkaitan dengan potensi gempa bumi atau tsunami.

Apa yang harus dilakukan jika melihat awan arcus?
Awan ini umumnya tidak berbahaya. Tidak ada hal khusus yang harus dilakukan jika fenomena awan arcus terjadi di tempat Anda.

Namun, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) merekomendasikan Anda segera masuk ke dalam ruangan dan jangan berada di laur ruangan.

Rekomendasi tersebut diberikan karena awan ini berpotensi membawa cuaca seperti angin kencang, petir, hujan deras, hingga hujan es.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Awan Arcus yang Mirip Tsunami di Langit Pamekasan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved