Mengenal Unggun Dahana, Wisudawan Tertua ITS Semangat Menuntut Ilmu di Usia 59 Tahun

Jurusan ini juga sejalur dengan pekerjaan yang diampu olehnya di bidang migas dalam inspeksi dan sertifikasi migas

Editor: Maskartini
Website ITS
Unggun Dahana saat mengikuti prosesi Wisuda ke-124 ITS secara daring. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina. Tidak ada kata terlambat dalam hal menuntut ilmu. Petuah ini dijunjung oleh Unggun Dahana. Ia mengaku tak ada batasan umur untuk mengenyam pendidikan. 

Seperti Unggun Dahana yang berhasil menamatkan studi program magisternya (S2) dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di usia 59 tahun 3 bulan.

Unggun pun dinobatkan sebagai wisudawan tertua pada Wisuda ke-124 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Sebelum melanjutkan pendidikan di program S2, Unggun pernah mengenyam studi S1-nya di jurusan Teknik Persisteman Kapal di ITS pada tahun 1985.

Semangat menuntut ilmu di usia 59 tahun
Dia mengaku, banyak para senior dan juniornya yang menjadi dosen di ITS.

Baca juga: Universitas Termegah di Dunia, Miliki Arsitektur Luas Biasa

Ketertarikannya pada dunia kelautan membuatnya memilih S2 di Teknik Sistem Perkapalan ITS.

Jurusan ini juga sejalur dengan pekerjaan yang diampu olehnya di bidang migas dalam inspeksi dan sertifikasi migas.

Meski telah berusia 59 tahun, namun Unggun masih bersemangat dalam menuntut ilmu.

"Bagi saya belajar harus dilanjutkan secara terus menerus. Umur tidak membatasi untuk belajar," kata Unggun seperti dikutip dari situs resmi ITS, Minggu 10 Oktober 2021.

Tak hanya sekedar lulus S2, Unggun juga membuktikan kualitasnya sebagai seorang mahasiswa dengan memperoleh IPK 3,72.

Dia menambahkan, selama proses menempuh pendidikan S2 sempat menemui kendala. Hal ini dikarenakan dalam bidang pekerjaannya jarang menggunakan kaidah-kaidah dalam penulisan ilmiah. Sehingga ia harus lebih belajar dan menyesuaikan diri dengan sistem penulisan ilmiah.

"Dikarenakan saya praktisi, di pekerjaan jarang menulis dengan kaidah ilmiah," ungkap pria kelahiran 24 Juli 1962 ini .

Selain itu, Unggun juga perlu membagi waktu antara perkuliahan dan pekerjaan. Namun hal tersebut tak terlalu menjadi kendala baginya.

Perkuliahan dilaksanakan lima kali dalam seminggu dan masing-masing hanya berdurasi 2-3 jam, sehingga baginya lebih mudah mengatur waktu.

Baca juga: SEJARAH Berdirinya Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Dulu Bernama Universitas Daya Nasional

Buku jadi inspirasi membuat tesis

Unggun berhasil membuahkan sebuah tesis dengan judul Penggunaan Drone untuk Pengawasan Operasi Maritim dan Menganalisa Kesenjangan Antara Tujuan Regulasi Sistem Identifikasi Otomatis dengan Kinerjanya.

Tesis ini bertujuan untuk pengawasan laut menggunakan sistem drone guna melengkapi sistem identifikasi Automatic System Identification (AIS) di pelabuhan, karena masih banyaknya kapal yang tidak terbaca oleh radar.

Tesisnya ini terinspirasi dari buku berjudul Maritim Economics karangan Stopfords.

Dalam buku ini mengisahkan tentang kejayaaan ekonomi maritim di Mesopotamia sejak 5.000 tahun silam.

Unggun berharap, tesis yang telah dibuatnya dapat bermanfaat bagi keselamatan dalam berbagai bidang.

Selain itu ketika menciptakan teknologi harusnya memperhatikan aspek-aspek keselamatan terlebih dahulu.

"Saya berharap aspek keselamatan dan lingkungan selalu dikedepankan dalam mengembangkan teknologi," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wisudawan Tertua ITS, Tetap Semangat Menuntut Ilmu di Usia 59 Tahun

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved