Bisakah Uang yang Rusak Ditukarkan? Ini Penjelasan Bank Indonesia

masyarakat dapat melakukan penukaran uang asli yang sudah rusak atau tidak layak edar ke bank sentral

Editor: Maskartini
Kontan
Ilustrasi uang rupiah layak transaksi. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebuah unggahan video mengenai uang pecahan Rp 50.000 dengan cap "ADS" ramai diperbincangkan di jagat media sosial.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @mommaadam itu menunjukkan uang pecahan Rp 50.000 dengan cap ADS yang ditolak penggunaannya untuk transaksi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan, selama uang tersebut asli, maka uang itu sebenarnya masih layak digunakan sebagai alat pembayaran sah dalam transaksi.

"Sepanjang uang itu asli maka merupakan alat bayar yang sah di Indonesia," kata dia, kepada Kompas.com, Senin 18 Oktober 2021.

Lebih lanjut Junanto mengingatkan, masyarakat dapat melakukan penukaran uang asli yang sudah rusak atau tidak layak edar ke bank sentral sesuai dengan ketentuan berlaku.

Baca juga: 1 Desember BCA Blokir Kartu ATM Magnetik, Mesin CS Digital BCA Cetak Kartu ATM dalam Hitungan Menit

"Masyarakat juga bisa menukarkan uang yang rusak, lusuh, tidak layak edar karena ada coretan atau cap, ke Bank Indonesia. Apabila uangnya asli, nanti akan dicek juga, maka dapat ditukarkan," tuturnya.

Adapun syarat uang yang dapat ditukarkan di BI ialah, ciri-ciri keaslian uang tersebut masih bisa dikenali.

Selain itu, uang yang ingin ditukarkan juga harus masih berlaku, atau apabila sudah dicabut maka masih berlaku masa penukarannya.

"Imbauan kepada masyarakat, untuk menjaga rupiah. Mari cintai, bangga, paham terhadap uang rupiah kita. Dirawat, tidak dicoret-coret, tidak dilipat-lipat, tidak distaples," ucap Junanto.

Sebagai informasi, BI telah kembali membuka layanan uang rupiah untuk masyarakat, mulai 8 Oktober lalu.

Layanan ini berlaku di kantor pusat dan 42 kantor perwakilan bank sentral di seluruh Indonesia.

Layanan penukaran uang rusak dan penggantian uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran, dibuka setiap hari Kamis, pukul 08.00 – 11.30 WIB/WITA/WIT.

Jangan Sampai Tertipu, Ini Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu

Cara membedakan uang asli dan palsu sebenarnya cukup mudah. Hal ini perlu diketahui agar tidak terjebak dalam tindak kejahatan pemalsuan uang yang nantinya bisa merugikan Anda.

Para pelaku tindak pidana kejahatan pemalsuan uang rupiah biasanya mengedarkan uang palsu di pasar tradisional atau toko-toko kecil dengan cara yang dibelanjakan pada saat ramai pengunjung/pembeli.

Sebab, saat itu pedagang pada umumnya tidak meluangkan waktu untuk memeriksa uang yang diterima.

Kita juga harus berhati-hati kepada orang yang menawarkan uang di ATM pada saat melakukan tarik tunai dengan dalih ingin melakukan transaksi pembayaran dengan rekannya.

Waspadai oknum yang mengiming-imingi penggandaan uang atau orang yang berjanji dapat melipatgandakan uang atau perhiasan kita.

Oleh karena itu, ada baiknya kita mengantisipasinya dengan cara mengenali maupun mengetahui cara mengecek keaslian uang.

Baca juga: Segini Besaran Pajak Gaji Rp 5 Juta Per Bulan Berdasarkan UU HPP

Berikut cara membedakan uang palsu dan asli berdasarkan laman indonesia.go.id:

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved