Pengertian, Hukum Serta Syarat dan Rukun Jual Beli

Barang dapat diketahui kedua belah pihak, baik kadarnya, jenisnya, sifatnya maupun harganya

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Ilustrasi jual beli. Pegawai Pegadaian Cabang Pontianak menunjukkan logam mulia UBS. TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Simak pengertian, hukum, macam-macam, rukun dan syarat jual beli dalam hukum Islam di artikel ini.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial.

Selain itu, manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Salah satu bentuk interaksi dengan manusia lainnya adalah dengan jual beli.

Lalu apa itu jual beli?

Dikutip dari buku siswa Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI, berikut pengertian, hukum, macam-macam, rukun dan syarat jual beli:

Pengertian Jual Beli

Jual beli adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan manusia dalam rangka untuk mempertahankan kehidupan merkea di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: Hukum Berqurban Bagi Seorang Muslim, Ini Syarat dan Sunnah Saat Menyembelih Hewan

Hukum Jual Beli

Hukum jual beli ada 4 macam:

1. Mubah (boleh)

Mubah (boleh) adalah hukum asal jual beli.

2. Wajib

Dapat dikatakan wajib apabila menjual merupakan suatu keharusan.

3. Sunah

Contoh dari Sunah adalah menjual barang kepada orang yang sangat memerlukan barang yang dijual.

4. Haram

Dapat dikatakan haram apabila menjual barang yang dilarang.

Contoh:

- Menjual barang untuk maksiat

- Jual beli untuk menyakiti seseorang

- Jual beli untuk merusak harga pasar

Macam-macam Jual Beli

Berikut macam-macam jual beli:

1. Jual beli barter

Jual beli barter adalah tukar menukar barang dengan barang.

2. Money Changer

Money Changer adalah penukaran mata uang.

3. Jual Beli Kontan

Jual beli kontan adalah jual beli yang dibayar langsung secara tunai.

4. Jual beli kredit

Jual beli kredit adalah jual beli dengan cara menangsur.

5. Jual beli dengan cara lelang

Jual beli dengan cara lelang adalah jual beli yang ditawarkan kepada masyarakat umum untuk mendapatkan harga tertinggi.

Rukun Jual Beli

Menurut sebagian ulama, rukun jual beli terdiri dari 5 macam.

1. Penjual

2. Pembeli

3. Barang yang diperjualbelikan

4. Alat untuk menukar dalam kegiatan jual beli (uang).

5. Aqad, ijab dan kabul antara penjual dan pembeli.

Syarat Sah Jual Beli

Syarat Sah Penjual dan Pembeli

1. Baligh

Penjual maupun pembeli harus dewasa.

2. Berakal sehat

3. Tidak ada pemborosan

Maksud dari tidak ada pemborosan adalah tidak suka memubadzirkan harta benda.

4. Suka sama suka

Maksud dari suka sama suka adalah atas kehendak sendiri, tidak dipaksa orang lain.

Syarat Sah Barang yang diperjualbelikan

1. Barang itu suci

Tidak sah jual beli jika barangnya mengandung najis seperti, bangkai, babi, dll.

2. Barang bermanfaat

Barang yang diperjualbelikan harus yang bermanfaat.

3. Barang merupakan milik sendiri atau diberi kuasa orang lain.

4. Barang merupakan barang yang jelas dan dapat dikuasai oleh penjual dan pembeli.

5. Barang dapat diketahui kedua belah pihak, baik kadarnya, jenisnya, sifatnya maupun harganya.

Baca juga: Mau Beli Mobil Matik? Yuk Bandingkan Biaya Perawatannya dengan Mobil Manual

Apa itu Pinjam Meminjam? Berikut Pengertiannya Lengkap dengan Hukum, Syarat dan Rukunnya

Simak penjelasan pinjam meminjam lengkap dengan hukum, syarat, dan rukunnya dalam artikel ini.

Di dalam kehidupan membutuhkan interaksi dengan masyarakat lainnya.

Salah satu bentuk interaksi dalam bermasyarakat adalah pinjam meminjam.

Rasulullah SAW menganjurkan manusia untuk saling pinjam meminjam dalam kehidupan bermasyarakat.

PInjam meminjam dapat mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam.

Lalu apa itu pinjam meminjam?

Dikutip dari buku siswa Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI, berikut pengertian, hukum, syarat dan hikmah pinjam meminjam:

Pengertian Pinjam Meminjam

Pinjam Meminjam dalam istilah fikih disebut 'ariyah.

Sedangkan menurut istilah 'Syara, pinjam meminjam adalah aqad berupa pemberian manfaat suatu benda halal dari seseorang kepada orang lain tanpa ada dengan tidak merusak benda itu dan dikembalikan setelah diambil manfaatnya secara utuh.

Hukum Pinjam Meminjam

Hukum Pinjam Meminjam dalam syariat Islam dibagi menjadi 5 bagian, di antaranya:

1. Mubah

Mubah berarti boleh.

Hal tersebut merupakan hukum asal dari pinjam meminjam.

2. Sunnah

Sunnah berarti pinjam meminjam yang dilakukan merupakan suatu kebutuhan akan hajatnya karena dirinya tidak punya.

3. Wajib

Wajib berarti pinjam meminjam yang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

Jika tidak meminjam akan menemukan suatu kerugian.

4. Makruh

Apabila pinjam meminjam berdampak pada hal yang makruh.

Hal tersebut seperti meminjamkan hamba sahata untuk bekerja kepada seorang kafir.

5. Haram

Pinjam meminjak yang dipergunakan untuk kemaksiatan atau berbuat jahat maka hukumnya haram.

Rukun dan Syarat Pinjam Meminjam

Berikut rukun dan syarat pinjam meminjam:

1. Adanya Mu'iir (Orang yang meminjami)

Syaratnya:

- Baligh

- Berakal

- Bukan pemboros

- Tidak dipaksa

- Barang yang dipinjamkan itu milik sendiri atau menjadi tanggung jawab orang yang meminjamkannya

2. Adanya Musta'iir (Orang yang meminjam)

Syaratnya:

- Baligh

- Berakal

- Bukan pemboros

- Mampu berbuat kebaikan

- Mampu menjaga barang yang dupinjamnya dengan baik agar tidak rusak

- Hanya mengambil manfaat dari barang yang dipinjam

3. Adanya Musta'aar (Barang yang akan dipinjam)

Syaratnya:

- Barang yang akan dipinjam benar-benar miliknya

- Ada manfaatnya

- Barang bersifat kekal (tidak habis bila diambil manfaatnya)

4. Dengan perjanjian waktu untuk mengembalikan

5. Adanya lafaz ijab dan kabul

Syaratnya:

- Lafaz ijab dan kabul dapat dimengerti oleh kedua belah pihak

- Lafaz ijab dilanjutkan dengan kabul

Hikmah Pinjam Meminjam

1. Hikmah bagi peminjam

- Dapat memenuhi kebutuhan seseorang terhadap manfaat sesuatu yang belum dimiliki

- Adanya kepercayaan terhadap dirinya untuk dapat memanfaatkan sesuatu yang ia sendiri tidak memilikinya

2. Hikmah bagi yang memeberi pinjaman

- Sebagai manifestasi rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya

- Allah akan menambah nikmat kepada orang yang bersyukur

- Membantu orang yang membutuhkan

- Meringankan penderitaan orang lain

- Di akhirat terhindar dari ancaman Allah dalam surah al-Ma'un ayat 4-7.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa Itu Jual Beli? Berikut Pengertian, Hukum, Macam-macam, Rukun dan Syaratnya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved