Tips Memilih Asuransi yang Tepat Sesuai Kebutuhan

beli polis asurasi karena memang membutuhkan, bukan karena merasa tidak enak dengan agen

Editor: Maskartini
Tribun Banten
Deretan lambang perusahan asuransi yang membuka usaha asuransi di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Kuningan Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Asuransi merupakan kebutuhan bagi sebagian orang. Memilih asuransi yang tepat sangat penting, untuk menyiapkan bekal masa depan lebih baik.

Namun, jika kita sudah mempercayakan dan membayar premi secara rutin, ternyata dana yang disiapkan terbatas tidak sesuai harapan, akan menimbulkan rasa kekecewaan.

Lalu, bagaimana cara memilih asuransi yang tepat?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengatakan, produk asuransi dari beberapa perusahaan memiliki penawaran dan fitur yang mirip.

Oleh karena itu, sebelum memilih perusahaan asuransi mana yang tepat, Andy mengingatkan untuk memahami beberapa poin penting agar calon pelanggan tidak merasa tertipu dengan dana asuransi yang diberikan.

Baca juga: PROFIL Jon Muklis, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pontianak

"Produk asuransi dari berbagai macam perusahaan itu sebenarnya mirip-mirip, kurang lebih sama fitur-fitur dan benefit yang ditawarkan," ujar Andy, saat dihubungi Kompas.com, Selasa 12 Oktober 2021.

Tips memilih asuransi yang tepat
Berikut tips dari perencana keuangan, cara memilih asuransi yang tepat:

1. Pilih agen yang paham produknya
Bila ada banyak agen atau marketing yang memberi tawaran, maka pilihlah agen yang memang memiliki kualifikasi bagus dari segi keilmuan atau pemahaman produknya.

Andy mengatakan, walaupun tidak selalu dan tidak bisa digeneralisasi, cara mengidentifikasi agen yang qualified biasanya dengan mengetahui apakah mereka memiliki gelar sertifikasi perencanaan keuangan seperti CFP, RFP, QWP, AWP, ataupun gelar sertifikasi lainnya.

"Cara lainnya bisa dengan mengetahui apakah mereka sudah mencapai title Million Dollar Round Table (MDRT) yang merupakan title bagi mereka yang sudah mencapai jumlah penjualan tertentu ada atau tidak," ujar Andy.

2. Beli asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial
Sebab, jika ternyata manfaat perlindungannya terlalu kecil maka bisa jadi kurang melindungi kebutuhan pelanggan, dan bila terlalu besar akan membuat pelanggan membayar terlalu mahal untuk perlindungan yang kurang ia perlukan.

3. Beli polis asuransi karena kebutuhan
Andy mengatakan, beli polis asurasi karena memang membutuhkan, bukan karena merasa tidak enak dengan agen atau marketing yang menawarkan.

4. Minta dibuatkan ilustrasi produk
Saat ditawari suatu produk dan ternyata sesuai dengan kebutuhan, maka mintalah untuk dibuatkan ilustrasi produk dan minta dijelaskan cara kerja produk tersebut.

Apabila kurang paham dengan penjelasan yang diberikan ataupun merasa perlu penjelasan tentang isi ilustrasi produk tersebut dari pihak yang lebih netral, minta masukan dari orang yang dianggap paham tentang produk asuransi, atau bila tidak ada bisa ditanyakan ke Perencana Keuangan semisal lewat Direct message di sosial media.

5. Lakukan review polis minimal setahun sekali
Sesuaikan dengan kebutuhan kita sebagai antisipasi seandainya ada kebutuhan dan kondisi keuangan kita yang sudah berubah seiring berjalannya waktu.

6. Pastikan mampu bayar premi
Karena asuransi bersifat kontrak jangka panjang, maka pastikan kita mampu untuk membayar preminya sampai selesainya masa kontrak.

Tujuannya agar tidak keberatan secara finansial dalam membayar premi di kemudian hari, alokasi penghasilan untuk membayar premi asuransi berkisar 5-10 persen dari penghasilan bulanan kita.

7. Minta agen menjelaskan manfaat produk
Saat kita setuju untuk membeli suatu polis asuransi dan buku polisnya sudah jadi, minta kepada agen/marketing kita supaya menjelaskan ulang benefit atau manfaat apa saja yang kita miliki seperti yang tertera di buku polis.

Jika merasa perlu pendapat orang yang lebih netral, bisa tanya sekaligus cross check polis yang kita miliki dengan menghubungi customer service perusahaan asuransi tersebut, atau minta pendapat orang yang kita anggap lebih mengerti.

Selain itu, sebagai nasabah kita punya hak untuk memikirkan kembali program yang kita ikuti dan bahkan membatalkannya dalam tempo 14 hari kalender sejak buku polis diterima.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved