Terlilit Utang, Wanita Ini Bohong Uang Rp 1,3 Miliar Dirampas Begal

IS dan MM (39), dijadikan tersangka karena diketahui telah memberikan keterangan palsu dengan mengaku menjadi korban pembegalan

Editor: Maskartini
Tribunjabar.id/Sidqi
Ineu Siti Nurjanah (31), perempuan yang mengaku korban begal Rp 1,3 miliar di Garut, ditetapkan sebagai tersangka, Senin (11/10/2021). (Tribunjabar.id/Sidqi) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang wanita berinisial ISN (31) ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat keterangan palsu, setelah sempat mengaku menjadi korban pembegalan saat membawa uang senilai Rp 1,3 miliar.

Selain IS, seorang pria berinisial MM (39) yang membantu aksinya pun ditetapkan jadi tersangka.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono kepada wartawan mengungkapkan, IS dan MM (39), dijadikan tersangka karena diketahui telah memberikan keterangan palsu dengan mengaku menjadi korban pembegalan dengan kerugian hingga miliaran rupiah.

“Yang bersangkutan, ternyata tidak dibegal, yang bersangkutan sengaja memberikan laporan keterangan palsu dengan alasan terlilit utang,” jelas Wirdhanto, Senin 11 Oktober 2021 di Mapolres Garut.

Wirdhanto menceritakan, ISN mulanya pada Jumat 8 Oktober 2021 sore mendatangi Mapolsek Cisurupan dan membuat laporan polisi bahwa dirinya telah menjadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan, saat ia mengendarai sepeda motor.

Baca juga: Viral Meteor Jatuh di Gunung Merapi, Berikut Faktanya

Saat itu, ISN mengaku dipepet oleh tiga orang yang tidak dikenal dan diacungi senjata tajam hingga barang berharga miliknya saat itu yaitu uang tunai senilai Rp 1,3 miliar, sepeda motor dan ponsel pun ikut dirampas para pelaku begal.

Setelah menerima laporan dari IS, menurut Wirdhanto pihaknya pun menurunkan tim Sancang Polres Garut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari olah TKP inilah, awal mula IS membuat laporan palsu terungkap.

“Saat olah TKP, ditemukan kejanggalan-kejanggalan dari laporan wanita tersebut, hingga tim Sancang menyimpulkan laporan wanita tersebut rekayasa. Yang bersangkutan merekayasa situasi agar penagih hutangnya percaya,” kata Wirdhanto.

Terungkap pelaku terlilit utang

Kasatreskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi menambahkan, bentuk-bentuk kejanggalan yang ditemukan saat olah TKP di antaranya, dilihat dari jumlah nominal uang yang dibegal.

"Nggak mungkin uang Rp 1,3 miliar masuk di bagasi motor Scoopy, kan dia bilang uangnya disimpan. dibagasi motor," katanya.

Selain itu, menurut Dede, tim juga mencurigai asal uang tersebut dari hasil transaksi dengan teman bisnisnya.

"Nggak mungkin transaksi uang sebesar itu cair di malam hari, kan kejadiannya malam, katanya dari transaksi dengan rekan bisnis," katanya.

Menemukan kejanggalan itu, akhirnya IS pun diperiksa secara intensif oleh petugas hingga akhirnya ia mengakui dirinya tidak menjadi korban begal.

IS ternyata sengaja memberikan laporan keterangan palsu dengan alasan terlilit utang.

Adapun ia tidak sendiri dalam membuat keterangan palsu, dirinya dibantu oleh MM, pria yang diduga menjadi selingkuhannya.

MM diduga membantu IS dalam membuat skenario keterangan palsu yang disampaikan ke aparat dalam laporan polisi yang dibuatnya.

Mereka pun kini dijerat dengan pasal 242 Ayat (1) Ayat (3) KUHP tentang Keterangan Palsu dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Awalnya Diberitakan Jadi Korban Komplotan Begal

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved