WhatsApp Sering Down, 70 Juta Pengguna Beralih ke Telegram

bahwa layanan chatting besutannya memang kerap mendapat pengguna baru ketika ada layanan sejenis yang mengalami gangguan

Editor: Maskartini
Kompas
Ilustrasi aplikasi chatting Signal, WhatsApp, dan Telegram.(Kompas.com/Wahyunanda Kusuma) 

"Secara teknis kita tidak bisa melakukan apa-apa, selain menunggu layanannya naik lagi," kata Lucky melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Kamis 7 Oktober 2021.

Pentingnya medsos cadangan
Meski begitu, menurut Lucky, pengguna bisa melakukan langkah antisipasi agar kegiatan sehari-harinya tidak otomatis ikut terganggu atau terhenti ketika Facebook, Instagram, dan WhatsApp bermasalah lagi.

Caranya adalah dengan memiliki kontak atau grup darurat di aplikasi media sosial lainnya sebagai cadangan.

"Perumpamaannya, jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang yang sama. Jadi kalau ada hal penting seperti grup pekerjaan, sekolah, proyek khusus, dll, kita antisipasi mempunyai backup di luar layanan FB, IG, dan WA," kata Lucky.

Ia mencontohkan, ketika pengguna menggunakan WhatsApp sebagai saluran komunikasinya, pengguna juga perlu memiliki akun di layanan perpesanan instan lainnya. Misalnya seperti Telegram, Line, KakaoTalk, dan sebagainya.

Di aplikasi perpesanan instan cadangan itu, pengguna bisa menambahkan kontak atau membuat grup-grup penting yang ada di WhatsApp. Begitu WhatsApp down, kegiatan komunikasi pengguna tidak akan ikut terganggu. Karena pengguna bisa langsung migrasi ke aplikasi perpesanan instan cadangan tadi.

Begitu pula dengan Instagram yang kerap digunakan untuk mencari hiburan hingga berita terkini. Menurut Lucky, pengguna bisa menggunakan Twitter sebagai media sosial cadangan di kala layanan Instagram down.

Sepakat dengan Lucky, Konsultan Media Sosial dan Kreator Konten Youtube, Eno Bening juga mengatakan hal senada.

"Saya selalu bilang, 'jangan pernah mendewakan satu media sosial'," kata Eno.

Ia menambahkan, pengguna media sosial, terutama pelaku bisnis dan kreator konten, boleh saja hanya memfokuskan semua kegiatan di satu media sosial saja.

"Tapi jangan sampai, kita menutup mata pada media sosial yang lainnya," kata Eno.

Sebagai contoh mudahnya, kata Eno, Facebook, WhatsApp, dan Instagram saja tak ragu menggunakan Twitter untuk mengabarkan bahwa semua layanannya sedang tumbang. Padahal, Twitter sendiri merupakan kompetitor langsung bagi Facebook Inc.

"Nah, ini bisa dicontoh sama pengguna yang khususnya punya bisnis yang mengandalkan layanan Facebook Inc. Intinya, jangan ragu, punya sosial media lain sebagai layanan cadangan," kata Eno.

Ia menambahkan, setidaknya melalui akun media sosial lain itu, pengguna bisa mengabarkan kepada audiensnya bahwa sedang ada masalah di layanan Facebook Inc., yang biasanya digunakan.

Di samping itu, pengguna juga bisa memberikan update informasi terkini soal gangguan bahkan menyebarkan kontak darurat yang bisa dihubungi di saat layanan Facebook Inc., down.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved