Mana yang Lebih Baik Dikonsumsi Anak, Susu Sapi atau Susu Kambing

Susu UHT melalui proses pemanasan pada suhu tinggi dalam waktu singkat. Proses ini telah terbukti dapat membunuh kuman

Editor: Maskartini
Tribun Manado
Susu memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Susu, baik susu sapi maupun susu kambing, merupakan salah satu sumber protein dan kalsium yang penting dalam pola makan anak.

Meski demikian, menurut Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah dr. William Jayadi Iskandar Sp.A, pemberian susu pada anak usia di atas satu tahun bukan hal utama.

Pasalnya, pada usia tersebut seharusnya anak sudah mampu mengonsumsi makanan yang sama dengan menu keluarga dengan proporsi 70 persen makanan padat dan 30 persen susu dari total kebutuhan kalori harian.

“Jika anak memiliki kebutuhan kalori sebesar 1000 kkal/hari, maka susu dapat diberikan dengan jumlah 30 persen (300 kkal), atau umumnya setara dengan 300 mililiter/hari (jika kandungan kalori susu 1 kalori/mililiter),” jelas dr. William kepada Kompas.com.

Menurut nutritiondata.self.com, komposisi karbohidrat, protein, dan lemak per 244 gram dalam susu sapi adalah 12,8 gram; 7,9 gram; dan 7,9 gram; serta masing-masing 10,9 gram; 8,7 gram; dan 10,1 gram dalam susu kambing.

Dengan kata lain, susu sapi memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi, sedangkan susu kambing memiliki kandungan protein dan lemak yang lebih tinggi.

Selain itu, susu kambing memiliki laktosa yang lebih sedikit dibandingkan susu sapi.

Satu cangkir susu kambing memiliki laktosa 12 persen lebih sedikit dari susu sapi dalam takaran yang sama. Yang mana ini membuatnya lebih mudah dicerna untuk orang dengan intoleransi laktosa.

“Keduanya sama-sama baik, asalkan dikonsumsi dengan tepat dan aman oleh anak,” pungkas dr. William.
[10/10 21.21] Mas'char: Mitos dan Fakta Seputar Susu UHT

Susu Ultra High Temperature (UHT), termasuk minuman favorit anak-anak.

Selain rasanya yang enak, harga terjangkau, kemasannya juga praktis untuk dikonsumsi.

Tapi banyak mitos seputar susu UHT yang beredar di masyarakat dan belum teruji kebenarannya. 

Kali ini melansir Kompas.com, merangkum mitos dan faktor seputar susu UHT. Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Susu UHT mengandung pengawet

Susu UHT melalui proses pemanasan pada suhu tinggi dalam waktu singkat. Proses ini telah terbukti dapat membunuh kuman dan bakteri di dalam susu.

Sehingga membuat susu UHT lebih awet dan dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama tanpa diberi zat pengawet tambahan.

Tapi jika kemasan sudah dibuka, maka susu harus cepat dihabiskan.

2. Susu UHT tidak bergizi

Mitos ini muncul karena proses pemanasan yang dilewati proses susu UHT. Proses ini dianggap menyebabkan gizi yang terdapat susu menjadi rusak.

Namun faktanya, proses pemanasan pada susu UHT tidak menghilangkan kandungan nutrisinya.

Bahkan produsen susu UHT seringkali melakukan fortifikasi atau menambah nutrisi pada susunya. Sehingga nutrisi pada susu UHT justru semakin tinggi.

3. Ibu hamil dan balita tidak boleh minum susu UHT

Anggapan ini juga hanya mitos belaka. Susu UHT ini memiliki kandungan nutrisi yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak di atas satu tahun.

Menurut Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Irma Isnafia Arief meski susu UHT melalui pemasanan susu tinggi. Tapi Ultra High Temperature ada waktunya yang short time

"Sehingga pada teknologi yang sekarang kandungan nutrisinya tidak hilang sampai 100 persen. Bahkan kehilangan nutrisi sangat sedikit kecil. Teknologi saat ini semakin berkembang di bidang teknologi pangan," beber Irma seperti dikutip dari kanal Youtube IPB, Rabu 5 Mei 2021.

Irma menegaskan, sehingga tidak benar bahwa ibu hamil dan balita tidak boleh minum susu UHT.

"Bahkan anak usia 1  tahun ke atas, kalau saya menyarankan saat bepergian atau dalam perjalanan bisa minum susu UHT karena simpel. Susu UHT kemasan kecil sekali minum sudah habis," imbuhnya.

4. Susu UHT menyebabkan diare

Anggapan ini bisa benar atau salah. Hal ini tergantung kondisi individu yang mengonsumsi susu UHT.

Mengonsumsi susu bisa menyebabkan diare, kram perut hingga kembung pada individu yang memiliki kondisi intoleransi laktosa.

Yaitu, gangguan pencernaan dimana tubuh seseorang tidak bisa mencerna laktosa. Laktosa merupakan zat gula yang biasa digunakan dalam produk susu.

Irma mengungkapkan, laktosa harus dicerna enzim laktase. Namun tidak semua orang memiliki enzim ini dalam tubuhnya.

Sehingga sebagian orang mengalami lactose intolerance atau tidak toleransi terhadap laktosa. Itulah yang menyebabkan diare.

"Biasanya orang tersebut harus diberikan treatment dulu dengan mengonsumsi susu fermentasi. Karena susu fermentasi sudah dipecah laktosanya," terang Irma.

Itulah penjelasan mitos dan fakta susu UHT menurut Guru Besar IPB.

Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir lagi saat minum susu UHT.

Akan lebih baik jika mengonsumsi susu UHT juga diimbangi dengan makanan bergizi lainnya baik sayur maupun buah-buahan dan berolahraga. 

Mengenal 6 Kebaikan Susu UHT untuk Tumbuh Kembang Anak Usia 1 Tahun ke Atas

Susu adalah salah satu sumber protein terbaik yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak.

Sebab, susu kaya dengan berbagai zat gizi, baik makro maupun mikro, mulai protein, lemak, dan berbagai vitamin dan mineral penting lainnya.

Tidak usah heran, dulu para ahli gizi sempat menjadikan susu sebagai penyempurna makanan dengan slogan 4 sehat 5 sempurna.

Susu terbaik yang sebaiknya dikonsumsi anak adalah susu cair segar. Sayangnya, masa simpan yang pendek dan jarangnya ketersediaan produk ini di pasaran luas, membuat produk ini kurang diminati.

Nah, di antara berbagai produk susu segar, susu UHT adalah susu yang mendekati kandungan susu segar.

Susu UHT dibuat dari susu segar yang dipanaskan pada suhu tinggi (135-145°C) dengan waktu singkat (2-5 detik) dan dikemas dengan kemasan aseptic multilapis.

Proses itu membuat susu UHT memiliki daya simpan lama dan warna serta aromanya hampir sama dengan susu segar.

Bagi anak, rasa yang dianjurkan adalah yang sama dengan susu segar, yaitu rasa full cream.

Saat ini, banyak tersedia produk susu UHT Kids Full Cream yang secara kemasan pas dengan kebutuhan anak, tidak terlalu besar seperti susu UHT 1 liter, dan lebih praktis karena kecil sehingga anak bisa memegang sendiri dan menikmati kebaikan susu segar di dalamnya.

Susu UHT Kids Full Cream juga bebas gula sehingga aman dan sehat. Jadi, susu UHT Kids Full Cream sangat baik untuk anak di atas 1 tahun.

Sayangnya, meski kandungannya alami, lengkap, dan bermanfaat, konsumsi susu cair, termasuk susu UHT Kids Full Cream masih rendah.

Data Euromonitor 2007 menyebutkan, produksi aneka susu di Indonesia mencapai 1,3 miliar kiloliter.

Dari jumlah itu, 60%-nya berbentuk bubuk, 35% susu kental manis, dan 5

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved