5 Fungsi Protein untuk Tubuh, Yuk Konsumsi 17 Makanan Ini

Protein memainkan peran penting dalam mengatur konsentrasi asam dan basa dalam darah serta cairan tubuh lainnya

Editor: Maskartini
Tribun Makasar
Makanan sumber protein tinggi. 

Seiring waktu, kekurangan protein dapat membuat Anda kehilangan massa otot yang pada gilirannya mengurangi kekuatan Anda, mempersulit keseimbangan, dan memperlambat metabolisme Anda.

Kekurangan protein juga dapat menyebabkan anemia, ketika sel-sel Anda tidak mendapatkan cukup oksigen yang membuat Anda lelah.

3. Penyembuhan luka dan cedera lambat

Orang yang mengalami kekurangan protein mungkin akan mengalami masalah penyembuhan luka dan cedera yang lambat

Hal ini tentu tidak mengherankan, karena protein dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan membentuk jaringan baru.

4. Edema

Edema adalah kondisi pembengkakan akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh.

Dilansir dari Health Line, edema bisa menjadi gejala kekurangan protein yang parah (kwashiorkor).

Edema salah satunya bisa terjadi karena jumlah albumin serum dalam tubuh rendah atau sedikit.

Albumin merupakan protein paling melimpah di bagian cairan darah atau plasma darah.

Salah satu fungsi utama albumin adalah untuk mempertahankan tekanan onkotik, yakni kekuatan yang menarik cairan ke dalam sirkulasi darah.

Dengan cara ini, albumin mencegah jumlah cairan yang berlebihan menumpuk di jaringan atau kompartemen tubuh lainnya.

Karena kadar albumin serum manusia berkurang, defisiensi protein yang parah bisa menyebabkan tekanan onkotik yang lebih rendah. Akibatnya, cairan menumpuk di jaringan sehingga menyebabkan pembengkakan.

Untuk alasan yang sama, kekurangan protein dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam rongga perut. Perut tampak buncit adalah ciri khas dai kwashiorkor.

Perlu diingat bahwa edema adalah gejala kekurangan protein yang parah. Jadi jangan ragu untuk berbicara dengan dokter jika Anda mengalami edema.

5. Perlemakan hati

Gejala umum kwashiorkor lainnya adalah perlemakan hati (fatty liver) atau penumpukan lemak di sel hati.

Jika tidak diobati, perlemakan hati dapat berkembang menjadi penyakit perlemakan hati, menyebabkan peradangan, jaringan parut hati, dan memicu terjadinya gagal hati.

Perlemakan hati adalah kondisi umum pada orang gemuk, serta mereka yang banyak mengonsumsi alkohol.

Mengapa hal itu terjadi dalam kasus kekurangan protein tidak jelas. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan sintesis protein pengangkut lemak yang dikenal sebagai lipoprotein dapat berkontribusi pada kondisi tersebut.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved