Apakah Sperma Bisa Hidup di Luar Tubuh? Ini Lama Waktu Sperma Mampu Bertahan di Rahim

sperma hanya bertahan selama beberapa detik sampai menit di luar tubuh. Berikut penjelasannya.

Editor: Maskartini
Shutterstock
Ilustrasi Sperma. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sperma bisa hidup di luar tubuh dalam jangka waktu yang berbeda-beda.

Kondisi lingkungan yang bervariasi dapat memengaruhi waktu hidup sperma di luar tubuh.

Kecuali sperma tersimpan di dalam saluran reproduksi wanita atau rahim, sel sperma mudah rusak.

Di luar tubuh, sperma hanya bertahan selama beberapa detik sampai menit di luar tubuh. Berikut penjelasannya.

Melansir Healthline, sperma bisa rusak atau mati saat terpapar udara. Begitu terpapar udara dan mengering, sperma sudah rusak.

Baca juga: Apakah Sperma dan Air Mani Sama, Ini Perbedaannya

Untuk itu, lamanya waktu sperma bertahan di luar tubuh sangat tergantung faktor lingkungan.

Namun, dengan perlakukan khusus sperma bisa bertahan cukup lama di luar tubuh.

Ketika pria menjalani prosedur program kehamilan seperti insemniasi intrauterin (IUI) atau fertilisasi in vitro (IVF), sperma yang telah dibersihkan itu mampu bertahan dalam inkubator sampai 72 jam atau tiga hari.

Sperma beku bahkan dapat bertahan selama bertahun-tahun, asalkan dijaga dalam lingkungan yang steril dan terkontrol dengan baik.

Kondisi ideal bagi sperma hidup di rahim
Dalam kondisi alami, sperma mampu bertahan di dalam rahim wanita selama lima hari.

Dalam rentang waktu lima hari tersebut, ada kemungkinan wanita bisa hamil saat hubungan intim dilakukan tanpa pengaman, dan terjadi di masa serta kondisi subur.

Melansir Medical News Today, sperma membutuhkan lingkungan ideal untuk bertahan hidup saat menuju dan sampai di rahim.

Cairan di dalam saluran reproduksi wanita memiliki nutrisi yang dibutuhkan sperma untuk bertahan hidup selama masa itu.

Begitu berada di dalam saluran reproduksi wanita, sel sperma berenang melalui saluran yang menghubungkan rahim dan vagina (serviks).

Natural Cycles memberikan catatan, kelangsungan hidup sperma di dalam rahim selama lima hari tersebut maksimal.

Dengan kata lain, sperma bisa hidup dan bertahan di dalam rahim wanita kurang dari lima hari.

Hal itu, dipengaruhi kondisi di vagina, saluran tuba falopi, dan rahim wanita. Konsistensi lendir di daerah serviks juga bisa jadi faktor penentu.

Tanpa kondisi ideal yang menunjang kesuburan tersebut, sperma bisa mati dalam hitungan jam setelah ejakulasi.

Selain itu, faktor penentu sperma mampu bertahan di dalam rahim adalah kondisi sperma sehat.

Indikator sperma sehat bisa dilihat dari jumlah, kekentalan, pergerakan, dan bentuk sperma dalam kondisi normal.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved