Pasokan Vaksin Covid-19 Minim, WHO Seru Negara Kaya Tunda Pemberian Vaksin Booster

Proyeksi baru ini mendorong seruan dari WHO agar negara-negara kaya untuk menunda pemberian vaksin booster

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK /DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ilustrasi vaksin covid-19. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkiraan jumlah pasokan vaksin virus corona untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi global yang dirilis pada Rabu 8 September 2021 lebih sedikit dibandingkan dengan perkiraan Juli lalu. 

Proyeksi baru ini mendorong seruan dari WHO agar negara-negara kaya untuk menunda pemberian vaksin booster.

Pasokan vaksin Covid-19 untuk dunia yang disebut lebih sedikit, WHO telah meminta agar negara-negara menunda pemberian vaksin dosis ketiga.

Setidaknya sampai banyak orang di seluruh dunia bisa mendapatkan dosis vaksin pertama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, pasokan vaksin Covid-19 untuk dunia pada tahun ini, 25 persen lebih sedikit.

Program berbagi vaksin WHO, COVAX, seperti diberitakan CNN, Senin 13 September 2021, memperkirakan tambahan pasokan vaksin Covid-19 sebanyak 1,1 miliar dosis akan tersedia secara global hingga akhir tahun.

Baca juga: Mau Vaksin Covid-19, Ini Daftar Pantangan Sebelum Vaksinasi Covid-19

Jumlah tersebut, menurut WHO, lebih sedikit dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sedikitnya, saat ini ada 330 juta dosis vaksin Covid-19 yang telah dirilis untuk dikirim ke negara-negara di dunia yang kurang terlayani melalui program COVAX, dan 230 juta dosis vaksin telah dikirim ke negara-negara anggota.

"Kami berharap ada 1,1 miliar dosis vaksin lagi yang tersedia untuk pengiriman antara sekarang dan akhir tahun ini," kata Dr. Seth Berkley, CEO GAVI, salah satu kelompok dalam program COVAX, dalam konferensi pers.

Dosis vaksin Covid-19 yang tersedia ini akan ditargetkan ke 92 negara berpenghasilan rendah.

Prediksi pasokan vaksin ini akan menempatkan total ketersediaan vaksin Covid-19 seluruhnya pada tahun 2021 mencapai 1,4 miliar dosis, dengan 1,2 miliar dosis vaksin diperuntukkan bagi negara-negara berpenghasilan rendah.

Sebelum WHO menyebut vaksin Covid-19 untuk dunia di tahun ini lebih sedikit, pada Juli lalu, COVAX memperkirakan total 1,8 miliar dosis vaksin Covid-19 untuk mencukupi kebutuhan vaksin bagi dunia pada tahun 2021.

Penyebab pasokan vaksin menurun
Sementara itu, analisis COVAX yang baru, terkait pasokan vaksin Covid-19 yang rendah ini, disebabkan oleh beberapa hal.

Di antaranya COVAX mengutip pembatasan ekspor vaksin di India, masalah manufaktur pada fasilitas AstraZeneca, penundaan persetujuan vaksin perusahaan biofarmasi China Clover yang mendorong penurunan, di samping itu masalah produksi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Johnson & Johnson.

Dalam laporan COVAX tersebut menyebut bahwa masalah produksi di fasilitas Emergent J&J, yakni yang ditugaskan untuk memasok COVAX, telah menyebabkan penundaan.

Pabrik vaksin Baltimore Emergent menghentikan produksi selama berbulan-bulan setelah kesalahan awal tahun ini yang melibatkan bahan-bahan untuk vaksin J&J dan AstraZeneca.

Laporan tersebut juga mengungkapkan, sementara produksi vaksin Covid-19 sekarang telah dimulai kembali, namun peningkatan produksi yang dikombinasikan dengan backlog pesanan untuk pelanggan bilateral lainnya telah menyebabkan jadwal yang tertunda dan volume yang lebih rendah yang akan tersedia untuk COVAX pada tahun 2021.

Menurut laporan itu, 180 juta dosis vaksin yang hilang antara perkiraan Juli dan perkiraan September telah dipasok oleh Johnson & Johnson.

Perkiraan tersebut menunjukkan lebih banyak dosis vaksin Covid-19 yang akan tersedia dari dua sumber. Yakni, peningkatan yang diharapkan sebesar 20 juta dosis dari Sinopharm China dan tambahan 95 juta dosis vaksin dalam bentuk sumbangan.

Baca juga: Kenali 8 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia

Untuk mencukupi pasokan dan ketersediaan vaksin Covid-19, sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengulangi seruannya kepada negara-negara kaya untuk menahan diri dalam upaya pemberian vaksin booster.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved