Bedakan Ikan Cupang Jantan dan Betina dengan 10 Cara Ini

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar dapat membedakan ikan cupang jantan dan betina

Editor: Maskartini
Kompas.com
Ikan Cupang merupakan ikan hias yang sangat diminati berbagai kalangan. Usaha ini menjadi tulang punggung pembudidaya ikan cupang dengan penghasilan ratusan juta rupiah. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Membedakan ikan cupang jantan dan betina dapat membantu dalam banyak hal, termasuk mengidentifikasi penyakit yang mungkin diderita ikan

Cara membedakan ikan cupang jantan dan betina memang akan lebih mudah seiring pertambahan usia ikan.

Akan tetapi, pemula seringkali tetap kesulitan membedakan ikan cupang jantan dan betina.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar dapat membedakan ikan cupang jantan dan betina.

Baca juga: Tips Agar Ikan Cupang Panjang Umur, Ini Mitos dan Fakta Seputar Cupang yang Populer di Dunia

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Senin 6 September 2021), berikut ini cara membedakan ikan cupang jantan dan betina:

1. Warna ikan cupang

Dilansir dari The Spruce Pets melalui KOMPAS.com, warna ikan cupang jantan lebih cerah dibandingkan ikan cupang betina.

Meski begitu, membedakan jenis kelamin ikan cupang tidak bisa hanya berdasarkan warnanya saja, sebab terkadang ikan cupang betina juga mempunyai warna yang cukup cerah.

2. Garis vertikal ikan cupang

Cara membedakan ikan cupang jantan dan betina selanjutnya adalah garis vertikal pada tubuhnya.

Ikan cupang betina memiliki garis-garis vertikal pada tubuhnya saat siap kawin, sedangkan cupang jantan tidak memilikinya.

3. Bentuk tubuh ikan cupang

Dilansir dari bettafish.org melalui KOMPAS.com, ikan cupang jantan cenderung memiliki tubuh yang lebih besar dan panjang, serta sirip yang juga lebih panjang dibandingkan cupang betina.

Ekor, sirip dubur, dan sirip di punggungnya membuat ikan cupang jantan tampak lebih besar daripada ikan cupang betina.

Sementara itu, ikan cupang betina biasanya memiliki tubuh yang lebih pendek dan lebih lebar dibandingkan ikan cupang jantan.

4. Sirip ikan cupang

Ikan cupang jantan memiliki sirip yang lebih panjang, bahkan terkadang lebih panjang hingga mencapai tiga atau empat kali sirip ikan cupang betina.

Ikan cupang jantan dalam beberapa varietas memang memiliki sirip ekor yang pendek, namun pada kebanyakan varietas, ikan cupang betina memiliki sirip ekor yang lebih pendek daripada cupang jantan.

Selain itu, sirip perut ikan cupang jantan pun tampak lebih panjang dan lebih tebal daripada sirip perut ikan cupang betina.

5. Titik telur ikan cupang

Ikan cupang betina dewasa memiliki "titik telur" di antara sirip perut dan duburnya. "Titik telur" itu sebenarnya adalah ovipositor yang digunakan untuk bertelur.

6. Janggut ikan cupang

Ikan cupang memiliki selaput di bawah penutup pelat insang yang disebut membran operkuler.

"Janggut" ikan cupang jantan berukuran besar, sedangkan ikan cupang betina memiliki janggut dengan ukuran yang lebih kecil.

7. Ngedok (flaring)

Salah satu cara membedakan ikan cupang jantan dan betina paling mudah adalah memperhatikan ketika ikan sedang ngedok atau flaring.

Saat sedang ngedok, perbedaan ikan cupang jantan dan betina semakin terlihat jelas. Ikan cupang jantan akan menunjukkan "janggut" yang lebar ketimbang ikan cupang betina.

8. Perilaku ikan cupang

Ikan cupang jantan dijuluki ikan adu karena sangat agresif satu sama lain, termasuk dengan ikan cupang betina.

Oleh sebab itu, orang yang memelihara ikan cupang tidak dianjurkan menempatkan lebih dari satu ikan cupang jantan di dalam satu akuarium.

Pecinta ikan cupang juga tidak disarankan untuk menggabungkan ikan cupang jantan dan betina di dalam akuarium, kecuali untuk proses berkembang biak.

9. Agresi ikan cupang

Ikan cupang betina bukanlah petarung seperti cupang jantan, tetapi ia bisa agresif terhadap satu sama lain maupun terhadap jenis ikan lain..

Oleh sebab itu, jika ingin memelihara lebih dari satu ikan cupang betina, setidaknya letakkan lima cupang betina di dalam akuarium yang sama, sehingga perilaku agresif lebih tersebar dan tidak diarahkan ke satu ikan yang sama.

10. Ikan cupang meniupkan gelembung

Ikan cupang jantan kerap meniupkan gelembung. Gelembung air liur itu dibuat di permukaan air untuk melindungi telur selama berkembang biak.

Akan tetapi, ikan cupang betina juga meniupkan sarang gelembung meskipun cukup jarang.

Ikan cupang jantan membuat sarang gelembung untuk persiapan berkembang biak dengan betina, namun ia pun tetap akan membuat sarang gelembung meskipun tidak memiliki pasangan di dalam akuarium.

9 Alasan Mengapa Perlu Memiliki Kolam Ikan di Rumah

da banyak cara untuk membuat rumah terasa nyaman dan menyenangkan, salah satunya adalah dengan membangun kolam ikan.

Suara gemericik air, gerakan ikan, rasa ketenangan yang tersaji pada sebuah kolam ikan membawa tingkat kenikmatan dalam kehidupan di rumah.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menghadirkan kolam ikan di rumahmu jika kamu belum memilikinya.

Dilansir dari Houzz, Jumat 30 Juli 2021, berikut ini 9 alasan mengapa kamu perlu memiliki kolam ikan di rumah.

1. Memperkaya ruang taman

Fitur air di luar ruangan menambahkan elemen visual yang indah ke taman apa pun, bertindak sebagai titik fokus lanskap.

Kolam ikan menciptakan latar belakang suara yang tenang hingga visual yang menarik inderamu.

Hal ini menghubungkanmu dengan alam, air membawa kesehatan, keindahan, dan harmoni ke lingkungan hidup.

2. Meningkatkan kesehatan dan kebugaran

Dalam hiruk pikuk kehidupan, sesuatu yang sederhana seperti kolam ikan di halaman belakang adalah 'obat' bagi jiwa manusia.

Kolam ikan menciptakan lingkungan yang menenangkan, membuatmu merasa baik dan santai.

3. Tempat berkumpul yang bagus

Kolam ikan menciptakan tempat yang indah untuk dipakai berkumpul bersama keluarga dan teman.

Ini adalah tempat yang sempurna untuk duduk, merenung dan menonton kehidupan ikan.

4. Kenikmatan yang murni

Beberapa pemilik rumah membuat kolam ikan di halaman belakang rumahnya secara khusus, sehingga mereka dapat menikmati ikan dan makhluk air lainnya.

Kehadiran ikan dan hewan air lainnya membuat kolam ikan tampak lebih hidup dan memesona.

5. Pelestarian lingkungan

Pertimbangkan untuk melibatkan anak-anak dalam perencanaan pembangunan dan pemeliharaan kolam ikan.

Ini adalah cara yang bagus untuk mendidik anak-anak tentang alam, air dan bagaimana melestarikan dan mengelolanya.

6. Pemeliharaan rendah

Ikan yang hidup di kolam ikan adalah bagian dari hewan peliharaan dengan pemeliharaan terendah. Dengan pengaturan kolam yang baik, ikan-ikan yang hidup di kolam ikan hampir bebas dari perawatan.

Namun, ikan yang paling membutuhkan perhatian adalah ikan mas hias yang dikenal dengan nama ikan koi. Mereka adalah ikan yang lapar dan perlu diberi makan secara teratur.

7. Sebagai tempat pertunjukan

Kehadiran kolam ikan bisa menjadi tempat pertunjukkan yang menyenangkan. Saat diberi makan, ikan-ikan dapat melakukan sebuah gerakan yang menarik untuk dilihat.

Ikan yang lebih besar seperti Koi, dapat dilatih untuk makan langsung dari tanganmu, dan bahkan dapat dilatih untuk melakukan trik sederhana.

8. Keseimbangan ekologi alami

Kolam ikan yang sehat memiliki air yang jernih, ikan yang aktif dan tanaman yang tumbuh subur. Ikan sendiri memainkan peran penting dalam keseluruhan ekosistem di dalam kolam ikan.

Mereka bisa menjadi pemulung yang berguna untuk serpihan organik, termasuk batang dan dedaunan tanaman yang membusuk.

Beberapa ikan juga dapat memakan serangga hama, terutama jentik nyamuk, serta karbon dioksida yang dihasilkan oleh respirasi mereka.

9. Mengundang hewan lain datang

Fitur air dapat menjadi tuan rumah bagi makhluk lainnya, termasuk siput, katak, kodok, kupu-kupu, capung, burung, dan banyak lagi.

Dengan mengintegrasikan kolam ikan ke tamanmu, kamu mendorong keberadaan aneka ragam makhluk hidup, yang pada gilirannya menciptakan ekosistem yang sehat di di luar ruangan rumahmu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 10 Cara Membedakan Ikan Cupang Jantan dan Betina

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
2114 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved