Jarak Ideal Hamil Setelah Melahirkan Anak

Kehamilan yang terjadi berdekatan setelah melahirkan tergolong berisiko. Terutama jika jaraknya di bawah enam bulan

Editor: Maskartini
Tribunnews.com
Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kehamilan merupakan sesuatu yang dinantikan bagi semua wanita yang sudah menikah.

Namun apa jadinya jika kehamilan tidak direncanakan alias kebobolan. Sebenarnya, berapa lama seorang perempuan dapat kembali hamil setelah melahirkan?

Seperti dikutip dari Verywellmind, perempuan bisa segera hamil setelah melahirkan. Sebab, perempuan dapat berovulasi sebelum periode postpartum atau masa nifasnya selesai.

Baca juga: 9 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Merencanakan Kehamilan

Apabila saat proses ovulasi perempuan melakukan hubungan suami istri, maka kehamilan dapat terjadi. Terutama jika tidak menggunakan kontrasepsi.

Oleh karenanya, perempuan disarankan untuk tidak melakukan hubungan suami istri hingga masa nifasnya selesai, yakni enam minggu pertama setelah melahirkan.

Selain untuk alasan penyembuhan setelah melahirkan, tidak bercinta selama masa nifas juga bertujuan untuk mencegah kehamilan.

Di sisi lain, menyusui meskipun dapat menunda ovulasi pada beberapa perempuan, bukanlah metode pengendalian kelahiran yang efektif.

Kecuali, jika perempuan mengikuti metode amenore laktasi yakni metode pengendalian kelahiran yang sangat spesifik.

Dalam metode ini, perempuan tidak boleh menggunakan pompa ASI, bayi tidak pernah memakai empeng, menyusui langsung, dan bayi bangun di malam hari.

Ini adalah standar yang sulit dicapai oleh kebanyakan perempuan.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Mi Instan? Berikut Ulasannya

Risiko

Kehamilan yang terjadi berdekatan setelah melahirkan tergolong berisiko. Terutama jika jaraknya di bawah enam bulan.

Hal ini dikarenakan tubuh perempuan belum sembuh total setelah melahirkan.

Bahkan ketika perempuan merasa sembuh secara fisik, tubuh sedang menyesuaikan dengan perubahan kadar hormon dan nutrisi.

Risiko kehamilan yang terjadi di bawah enam bulan setelah melahirkan adalah cacat lahir, pertumbuhan tidak optimal pada bayi, ketuban pecah dini, dan kelahiran prematur.

Sebaiknya kehamilan berikutnya terjadi minimal enam bulan setelah melahirkan. Tapi idealnya menunggu selama 18 bulan.

Kehamilan setelah 18 bulan adalah jarak yang terbaik. Ini memberi tubuh waktu untuk pulih dan mengurangi risiko komplikasi.

Selain itu, waktu tersebut juga memberikan kesempatan pada suami istri untuk merencanakan kehamilan berikutnya.

Pasangan juga bisa mempertimbangkan untuk pemakaian kontrasepsi. Tujuannya untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Berapa Lama Jarak Ideal untuk Hamil Lagi Setelah Melahirkan?

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved