Titanoboa Ular Terbesar di Dunia, Beratnya Mencapai 1,25 Ton

Kerangka parsial ular raksasa bernama Titanoboa cerrejonensis ditemukan oleh tim ilmuwan internasional di Kolombia

Editor: Maskartini
Smithsonian Institution
Replika Titanoboa(Smithsonian Institution ) 

Ular berbisa menjadi salah satu hewan yang ditakuti karena memiliki kombinasi taring, serta racun yang dapat melukai spesies lain.

Namun terlepas dari itu, keberadaan taring yang tersebar luas pada ular masih menimbulkan teka-teka evolusi.

Bagaimana makhluk tersebut dapat mengembangkan taring berbisanya?

Sebuah studi baru pun menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.

"Studi kami menjawab mengapa gigi ular berubah menjadi taring yang menyuntikkan bisa beracun," kata Dr Alessandro Palci, penulis utama dari Flinders University, Australia.

Mengutip IFL Science, Jumat 13 Agustus 2021 untuk mengetahui jawaban tersebut, dalam studinya, peneliti mempelajari gigi atau taring dari banyak spesies ular, baik yang masih hidup maupun sudah punah.

Peneliti mencari fitur atau bagian yang dikenal sebagai plicidentine dalam studi untuk mencari asal muasal taring ular berbisa.

Penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B menunjukkan kalau plicidentine ditemukan di hampir semua ular yang mereka pelajari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal Ular Titanoboa, Ular Terbesar di Dunia
 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved