Ari Lasso Idap Kanker Langka, Apa Itu Diffuse large B-cell lymphoma?

kebanyakan orang didiagnosis ketika mereka berusia pertengahan 60-an. Penyakit ini juga sedikit lebih umum pada pria

Editor: Maskartini
Tribun Lampung
Ari Lasso menjalani pengobatan setelah divonis menderita kanker. 

Jenis perawatan yang tepat untuk penyakit ini tergantung pada hal-hal seperti usia, kesehatan umum, stadium dan subtipe kanker, dan tempat penyebarannya.

Dokter akan menggunakan angka yang disebut skor IPI yang memperhitungkan hal ini, untuk memutuskan seberapa serius kanker Anda.

Perawatan yang paling umum untuk memulai perawatan kanker DLBCL disebut R-CHOP, kombinasi obat dan pil IV, diberikan dalam siklus, biasanya setiap 3 minggu. Semakin serius kanker Anda, semakin banyak siklus yang Anda perlukan.

Huruf "R" dalam perawatan tersebut adalah singkatan dari rituximab (Rituxan). Obat kemoterapi ini juga digunakan:

- Siklofosfamid

- Hidroksidaunorubisin (Doksorubisin)

- Vincristine (Oncovin)

- Prednison

Pasien akan mendapatkan perawatan ini dengan IV dan prednison sebagai pil. Selain itu, kemungkinan juga membutuhkan radiasi.

Perawatan ini menggunakan sinar-X untuk menghancurkan sel kanker. Ini akan dilakukan selama beberapa minggu.

Beberapa orang mendapatkan obat kemoterapi kelima, yang disebut etoposide (Vepesid). Dokter menyebut kombinasi ini R-EPOCH.

Bagi banyak orang, kanker DLBCL tidak kembali setelah perawatan. Peluang untuk kembali terkait dengan usia Anda, kesehatan umum, stadium penyakit, dan di mana letak kanker tersebut di tubuh.

Jika kanker muncul kembali, dokter kemungkinan akan menyarankan pengobatan yang menggabungkan kemoterapi dosis tinggi dengan transplantasi sel induk.

Untuk kanker DLBCL, pasien akan mendapatkan jenis prosedur yang disebut "transplantasi sel induk autologus." Itu berarti sel induk yang ditransplantasikan diambil dari tubuh pasien sendiri, bukan dari donor.

Pertama, dokter Anda akan memberi Anda obat yang disebut growth factor, yang menyebabkan sel induk berpindah dari sumsum tulang ke aliran darah.

Dokter akan mengumpulkan sel punca dari darah. Terkadang sel punca dibekukan agar bisa digunakan nanti.

Setelah pengumpulan sel induk dari darah, pasien akan diobati dengan kemoterapi atau radiasi dosis tinggi yang bisa berlangsung selama beberapa hari.

Ini bisa menjadi proses yang sulit, karena pasien mungkin akan merasakan efek samping, seperti sakit mulut dan tenggorokan atau mual dan muntah. Dalam kondisi ini, pasien dapat minum obat yang meringankan beberapa efek samping.

Beberapa hari setelah kemoterapi selesai, pasien akan siap untuk memulai transplantasi sel induk Anda.

Sel induk diberikan melalui infus. Pada perawatan ini, pasien tidak akan merasakan sakit apa pun, dan terjaga saat itu terjadi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved