4 Provinsi dengan Internet Seluler Tercepat di Indonesia, Ini Daftar Harga Paket Termurah di Dunia

Telkomsel dinobatkan sebagai operator seluler dengan kecepatan download dan upload paling ngebut di Indonesia.

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Loading saat menonton YouTube. 4 Provinsi dengan Internet Seluler Tercepat di Indonesia, Ini Daftar Harga Paket Termurah di Dunia 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Internet menjadi kebutuhan semua kalangan. Di era yang serba online ini, koneksi internet seluler sudah menjadi hal utama bagi pengguna.

Salah satu aspek penting dari internet seluler ialah kecepatan unduh (download) dan unggah (upload).

Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, ternyata ada empat provinsi yang memiliki median (nilai tengah) kecepatan download lebih dari 19 Mbps dan median kecepatan upload lebih dari 12,5 Mbps.

Menariknya, empat provinsi dengan kecepatan download dan upload terkencang di Indonesia itu seluruhnya terletak di luar Pulau Jawa.

Baca juga: TERBARU Iconnet Ramaikan Bisnis Internet Broadband, Paket Internet Lebih Murah?

Setidaknya begitulah hasil analisis kinerja jaringan seluler di Indonesia, periode kuartal I dan II-2021 dari Speedtest, aplikasi pengukur kecepatan internet milik perusahaan Ookla.

Dalam laporan ini, Speedtest menganalisis kecepatan download dan upload, serta ketersediaan jaringan 4G dari lima operator seluler yang ada di Indonesia, yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooreedoo, Tri (3), dan Smartfren.

Secara keseluruhan, ternyata ada empat provinsi yang memiliki median kecepatan download paling ngebut hingga 19 Mbps. Adapun empat provinsi tersebut adalah:

- Papua Barat (20,14 Mbps)
- Bali (19,68 Mbps)
- Maluku (19,43 Mbps)
- Gorontalo (19,32 Mbps)

Selama kuartal II-2021, Speedtest tidak melihat ada provinsi yang secara statistik memiliki kecepatan download yang sangat lambat.

Namun, memang ada empat provinsi yang mempunyai median kecepatan unduhan kurang dari 11 Mbps, yaitu Jambi (9,20 Mbps), Lampung (9,29 Mbps), Kalimantan Tengah (9,90 Mbps), dan Sumatra Barat (10,64 Mbps).

Sedangkan untuk kecepatan upload, Speedtest melaporkan mayoritas atau 23 provinsi di Indonesia memiliki median kecepatan upload lebih dari 7,5 Mbps.

Namun dari 23 provinsi tersebut, empat provinsi di antaranya ternyata memiliki median kecepatan upload melebihi 12,5 Mbps. Empat provinsi tersebut adalah:

Papua Barat (12,97 Mbps)
Nusa Tenggara Timur (12,89 Mbps)
Kepulauan Bangka Belitung (12,84 Mbps)
Bali (12,55 Mbps)

Sementara itu, provinsi Sumatra Barat, Jawa Tengah, dan Maluku Utara memiliki median kecepatan upload di bawah kebanyak provinsi, yaitu secara berturut-turut 6,92 Mbps, 7,34 Mbps, dan 7,36 Mbps.

Telkomsel tercepat, Smartfren terluas
Bila dilihat berdasarkan kinerja tiap-tiap operator seluler, Telkomsel dinobatkan sebagai operator seluler dengan kecepatan download dan upload paling ngebut di Indonesia.

Berdasarkan laporan Speedtest, Telkomsel memiliki median kecepatan download 15,64 Mbps dan kecepatan upload 10,55 Mbps.Angka ini lebih tinggi dari empat operator seluler lainnya yang ada di Indonesia.

Sementara, Smartfren menjadi operator seluler dengan ketersediaan (availability) jaringan 4G terluas di Tanah Air, yakni mencapai 94,5 persen.

Angka ketersediaan 4G Smartfren itu lebih tinggi dibandingkan empat operator seluler lainnya, yakni Indosat (90,9 persen), Tri (89,2 persen), XL Axiata (87,8 persen), dan Telkomsel (87,3 persen).

Secara keseluruhan, availability jaringan 4G LTE di Indonesia sudah mencapai 89,2 persen.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari situs Speedtest, Senin 6 September 2021, laporan kinerja jaringan seluler di Indonesia kuartal I dan II-2021 didapatkan dari hasil analisis Speedtest Intelligence.

Di mana dari layanan tersebut ada jutaan pengujian kecepatan internet yang dilakukan oleh konsumen sendiri setiap harinya, melalui aplikasi Speedtest.

Laporan Speedtest selengkapnya bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

Baca juga: Layanan Simpati, Kartu AS, dan Loop Jadi Telkomsel PraBayar, Bagaimana Nasib Paket Internet?

Daftar Harga Paket Internet di Seluruh Dunia, Indonesia Murah atau Mahal?

Data mobile (seluler) sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi pengguna smartphone untuk mengakses internet. Biasanya operator seluler menjual data mobile dalam paket dengan harga berbeda-beda.

Selain antaroperator, harga paket internet mobile pun berbeda-beda antarnegara. Sebuah laporan dari Cable, situs perbandingan layanan internet, menjabarkan banderol paket internet dari 230 negara di dunia.

Cable menyusun daftar harga paket internet seluler berdasarkan biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk tiap gigabyte (1 GB) data. Dari sini turut diperoleh 10 negara yang harga paket internetnya paling mahal, juga yang paling murah.

Kabar baiknya, harga paket internet di Indonesia ternyata termasuk paling murah, yakni sebesar 0,42 dollar AS atau tak lebih dari Rp 6.000 untuk per 1 GB data.

Harga paket internet di Indonesia tak sampai 1 persen dari negara pemegang predikat paket internet termahal, Guinea Khatulistiwa, di mana per 1 GB data seluler mesti ditebus seharga 49,67 dollar AS atau lebih dari Rp 700.000.

Dari 230 negara yang dianalisis, harga paket internet di Indonesia adalah yang termurah ke-12. Di benua Asia, harga paket internet di Indonesia bahkan adalah yang termurah ketiga, hanya kalah dari Bangladesh (Rp 4.800/GB) dan Sri Lanka (Rp 5.400/GB).

Daftar negara dengan harga internet termurah dan termahal

Dalam mengerjakan riset ini, Cable mengumpulkan dan menganalisis 6.148 paket data seluler dari 230 negara. Data dikumpulkan dari 8 Desember 2020 hingga 25 Februari 2021.

Setelah data terkumpul, Cable menghitung biaya rata-rata kuota data seluler per 1 GB, kemudian dibuat peringkat berdasarkan hasil tersebut.

Dari sini diketahui, Israel merupakan negara dengan harga kuota internet mobile termurah di dunia, dengan harga rata-rata hanya 0,05 dollar AS atau sekitar Rp 711 saja per 1 GB.

Lalu, negara dengan kuota internet mobile termahal di dunia adalah Guinea Khatulistiwa di pantai barat Afrika Tengah, dengan harga data seluler mencapai 49,67 dollar AS atau sekitar Rp 706.000 per 1 GB.

Berikut daftar 10 negara dengan harga kuota data internet termurah dan termahal di dunia, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman resmi Cable, Kamis 2 September 2021.

10 Negara dengan harga paket data internet seluler termahal di dunia
Guinea Khatulistiwa - 49,67 dollar AS (sekitar Rp 706.000)
São Tomé dan Príncipe - 30,97 dollar AS (sekitar Rp 440.000)
Malawi - 25,46 dollar AS (sekitar Rp 362.000)
Chad - 23,33 dollar AS (sekitar Rp 331.000)
Namibia - 22,37 dollar AS (sekitar Rp 318.000)
Turkmenistan - 21,41 dollar AS (sekitar Rp 304.000)
Tokelau - 20,48 dollar AS (sekitar Rp 291.000)
Bermuda - 19,80 dollar AS (sekitar Rp 281.000)
Yaman - 15,98 dollar AS (sekitar Rp 227.000)
Kepulauan Cayman - 11,97 dollar AS (sekitar Rp 170.000)
Israel - 0,05 dollar AS (sekitar Rp 711)
Kirgistan - 0,15 dollar AS (sekitar Rp 2.100)
Fiji - 0,19 dollar AS (sekitar Rp 2.700)
Italia - 0,27 dollar AS (sekitar Rp 3.800)
Sudan - 0,27 dollar AS (sekitar Rp 3.800)
Rusia - 0,29 dollar AS (sekitar Rp 4.100)
Moldova - 0,32 dollar AS (sekitar Rp 4.550)
Bangladesh - 0,34 dollar AS (sekitar Rp 4.800)
Sri Lanka - 0,38 dollar AS (sekitar Rp 5.400)
Chili - 0,39 dollar AS (sekitar Rp 5.500)

Penyebab harga paket internet murah atau mahal

Menurut analis telekomunikasi konsumen Cable, Dan Howdle, harga data internet mobile di sebuah negara dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti insfrastruktur pendukung.

Negara dengan harga kuota internet murah memiliki infrastruktur seluler dan broadband tetap (fixed) yang sangat baik. Penyedia layanan internet pun dapat menawarkan data dalam jumlah besar sehingga ikut menurunkan harga per GB.

Di negara-negara yang harga kuota datanya mahal, infrastruktur layanan internetnya bisa jadi tidak terlalu bagus dan konsumsinya pun sedikit.

"Orang sering kali membeli paket data yang hanya berukuran puluhan megabyte, tak sampai gigabyte, pada satu waktu. Ini membuat data yang harus dibeli lebih mahal," kata Howdle.

"Banyak negara sebenarnya memiliki infrastruktur yang baik dan pasar seluler yang kompetitif, dan meskipun harga mereka tidak termasuk yang termurah di dunia, mereka belum tentu dianggap mahal oleh konsumennya,” lanjut dia.

 

 

 


 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved