Apakah Telur Mentah Baik untuk Kesehatan?

Telur mentah juga tinggi lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan penting yang melindungi mata

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Kuning telur ayam kampung. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Telur mentah kaya akan protein, lemak sehat, vitamin, mineral, antioksidan, dan lain-lain.

Banyak orang yang mengonsumsi telur mentah atau telur setengah matang karena khasiatnya.

Sama seperti telur yang dimasak, telur mentah juga memiliki profil nutrisi yang baik.

Telur mentah juga tinggi lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan penting yang melindungi mata serta menurunkan risiko penyakit mata terkait usia.

Baca juga: 4 Tips Merebus Telur agar Matang Sempurna

Dlansir dari Healthline, di luar manfaat kesehatannya, mengonsumsi telur mentah juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, yakni sebagai berikut:

1. Menurunkan penyerapan protein

Satu penelitian kecil mengatakan bahwa makan telur mentah dapat menurunkan protein berkualits berupa 9 asam amino esensial.

Studi tersebut membandingkan penyerapan protein dari telur matang dan mentah pada lima orang. Hasilnya, 90 persen protein dalam telur matang terserap, sedangkan hanya 50 persen protein telur mentah yang diserap.

Masalah penurunan penyerapan protein ini perlu dipertimbangkan jika telur merupakan sumber protein utama.

2. Menghambat penyerapan biotin

Biotin merupakan vitamin B7 yang terlibat dalam produksi glukosa dan asam lemak tubuh. Nutrisi ini juga penting selama masa kehamilan.

Putih telur mentah mengandung protein avidin yang mengikat biotin di usus kecil sehingga mencegah penyerapannya.

Meski demikin, kemungkinan kekurangan biotin akibat makan telur mentah sangat kecil, kecuali jika rutin dikonsumsi setiap hari.

3. Bisa terkontaminasi bakteri

Telur mentah dan telur setengah matang mungkin mengandung Salmonella, sejenis bakteri yang berbahaya.

Makan telur mentah yang terkontaminasi Salmonella dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala kram perut, diare, muntah, dan demam.

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul enam jam hingga enam hari setelah tertular infeksi dan bisa berlangsung selama empat hingga tujuh hari.

Beberapa orang yang mengalami keracunan makanan Salmonella dapat sembuh dengan cepat, namun ada orang yang berisiko tinggi mengalami gejala yang parah.

Mereka adalah orang lanjut usia (lansia), hamil, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan anak-anak.

Cara mencegah kontaminasi
Dilansir dari Medical News Today, cara untuk mengendalikan atau mencegah Salmonella termasuk pasteurisasi dan iradiasi.

Pasteurisasi melibatkan pemanasan telur dengan air atau udara panas dalam jangka waktu yang sangat spesifik.

Untuk itu, telur direkomendasikan agar dipanaskan pada suhu minimal 60 derajat celcius selama 6,2 menit.

Pasteurisasi secara signifikan mampu mengurangi kontaminasi Salmonella, namun tidak memengaruhi kualitas gizi atau rasa telur.

Baca juga: 10 Tips Bikin Saus Telur Asin Creamy dan Enak ala Restoran

Tips Merebus Telur Agar Matang Sempurna

Telur rebus adalah salah satu hidangan yang mudah dibuat. Hanya perlu masukkan telur ke dalam panci, kemudian diamkan.

Namun, sering kita mendapatkan telur rebus yang belum matang sempurna.

Ternyata ada beberapa trik yang sebaiknya kita lakukan saat merebus telur. Trik ini bisa membantu untuk mendapatkan telur rebus yang matang sempurna.

Apa saja triknya? Yuk, simak!

1. Waktu Merebus yang Tepat
Bagian telur yang sering disebut memiliki banyak manfaat adalah putih telur.

Padahal putih ataupun kuning telur sama-sama mengandung banyak protein, lo.

Protein yang terkandung di dalamnya adalah rantai asam amino.

Namun, perlu kita tahu kalau rantai asam amino yang kaya akan protein ini bisa rusak.

Kerusakan kandungan asam amino biasanya disebabkan oleh proses memasak yang terlalu lama dan suhu yang terlalu panas.

Karena itu kita perlu tahu waktu yang tepat untuk merebus telur agar kandungan asam amino tidak rusak.

Kalau ingin mendapatkan hasil kuning telur yang sudah matang, pastikan memasaknya sekitar 8-12 menit.

Untuk waktu pasti, merebus telur selama 10 menit sudah cukup untuk mendapatkan kuning telur yang matang.

Tetapi kalau kita lebih menyukai hasil kuning telur yang masih lembut, cukup masak selama 4-6 menit.

4. Pastikan Telur Bersuhu Ruang
Jangan merebus telur dingin yang baru saja dikeluarkan dari kulkas.
Perbedaan suhu yang jauh antara telur dingin dan air panas akan membuatnya jadi mudah retak.

Jadi, pastikan menggunakan telur bersuhu ruang saat merebusnya, ya.

Jika telur berasal dari kulkas, turunkan dulu suhunya beberapa jam sebelum dimasak. Atau bisa kita keluarkan dari kulkas pada malam sebelumnya.

Baca juga: Cerdik Memilih telur, Yuk Lihat Tipsnya!

3. Rebus di Dalam Air Biasa
Telur rebus tidak boleh direbus dalam air mendidih.

Alasannya karena air yang mendidih biasanya bergejolak sehingga telur bisa menabrak dinding dan dasar panci. Hal ini akan menyebabkan kulit telur jadi retak.

Rebus telur di dalam air biasa, tidak dingin tidak juga panas. Air yang tenang membuat telur tetap aman dan anti retak.

Saat air mendidih, biasanya telur telah seperempat matang sehingga lebih kuat.

Setelah air mendidih, ada baiknya kita mengecilkan api supaya gejolak air tidak terlalu besar.

4. Tambahkan Baking Soda saat Merebus
Nah, agar hasil kupasan telur menjadi lebih mulus, kita bisa menambahkan baking soda saat merebusnya.

Hal itu karena baking soda bisa membantu cangkang telur terkelupas lebih mudah.

Baking soda bisa membuat level pH telur meningkat sehingga retak pada cangkang telur menjadi lebih besar.

Dengan begitu cangkang telur menjadi lebih mudah dikupas.

Untuk mendapatkan hasil seperti itu, kita hanya perlu mencampurkan 1/2 sendok teh baking soda ke dalam air terlebih dahulu sebelum merebus telur.

Setelah itu, masukkan telur dan rebuslah seperti biasa.

Nah, kalau telur rebus sudah matang dan dikupas, coba olah menjadi lauk dengan resep berikut ini, yuk!
Resep Telur Masak Kemangi
Sajian Sedap
Telur Masak Kemangi
Bahan:
7 butir telur ayam rebus, goreng
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
1 buah tomat, potong-potong
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
450 ml air
1 sendok makan air asam, dari 1 sendok teh asam dan 1 sendok makan air
3 tangkai kemangi
2 sendok makan minyak, untuk menumis
Bumbu Halus:
2 buah cabai merah besar
4 buah cabai merah keriting
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1/2 sendok teh terasi goreng
Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, dan daun jeruk sampai harum.
2. Masukkan telur ayam. Aduk rata. Tambahkan tomat. Aduk sampai layu.
3. Masukkan air, garam, dan gula pasir. Masak sampai meresap.
4. Tambahkan air asam. Aduk rata.
5. Menjelang diangkat, tambahkan kemangi. Aduk rata. Sajikan

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Telur mentah kaya akan protein, lemak sehat, vitamin, mineral, antioksidan, dan lain-lain.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved