Waspada Radiasi Ponsel Pada Anak Lebih Bahaya Daripada Orang Dewasa

paparan radiasi perangkat nirkabel untuk anak-anak ratusan kali lebih tinggi dari batas anjuran saat ini, sehingga sangat tidak aman

Editor: Maskartini
enterpriseforward.com
Radiasi ponsel pada anak lebih berbahaya daripada radiasi pada orang dewasa. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kesibukan bekerja mengharuskan seseorang tak lepas dari ponsel.

Paparan radiasi perangkat nirkabel seperti ponsel dan tablet dikhawatirkan berada pada tingkat yang berbahaya bagi anak-anak.

Menurut penelitian peer-review oleh Environmental Working Group (EWG), paparan radiasi perangkat nirkabel untuk anak-anak ratusan kali lebih tinggi dari batas anjuran saat ini, sehingga sangat tidak aman.

Sejak tahun 1996, Federal Communications Commission (FCC) telah mewajibkan semua ponsel, tablet, dan perangkat elektronik nirkabel lainnya yang dijual di Amerika memenuhi standar minimum federal untuk keselamatan radiasi.

Standar ini dikembangkan guna mengurangi risiko kontak manusia yang tidak aman dengan radiasi frekuensi radio (RF).

Baca juga: 6 Tempat Terlarang untuk Simpan Ponsel, Bisa Picu Tumor hingga Kanker

Standar tersebut menetapkan batas kontak berkaitan dengan Specific Absorption Rate (SAR), yang merupakan ukuran jumlah energi RF yang diserap tubuh.

Untuk anak-anak dan orang dewasa, batas SAR FCC yang dapat diterima untuk kontak seluruh tubuh dengan energi RF adalah 0,8 W/Kg atau watt per kilogram dan 1,6 W/Kg untuk bagian tubuh tertentu, misalnya otak.

Namun, menurut penelitian EWG, batas SAR FCC untuk paparan anak-anak 200-400 kali lebih tinggi dari yang seharusnya, dan 20-40 kali lebih tinggi daripada yang seharusnya untuk orang dewasa.

Seperti yang terlihat, standar minimum FCC untuk radiasi perangkat nirkabel sudah ketinggalan zaman karena standar tersebut ditinjau lebih dari dua dekade lalu ketika perangkat nirkabel masih jarang dan tidak banyak digunakan seperti saat ini.

Sementara itu, rekomendasi keselamatan radiasi EWG yang terbaru didasarkan pada informasi terkini dari studi revolusioner 2018, yang dilakukan oleh National Toxicology Program (NTP).


Berdasarkan penelitian NTP, yang merupakan salah satu studi jangka panjang terbesar tentang bagaimana paparan energi RF mempengaruhi kesehatan, ada hubungan yang jelas antara paparan energi RF dan kanker.

Studi toksikologi yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa paparan radiasi perangkat nirkabel menyebabkan tumor otak dan jantung pada tikus, mirip dengan tumor yang dibuktikan dalam penelitian penggunaan ponsel pada manusia.

Temuan ini didukung penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan Italia, yang menemukan hasil serupa.

Pada tahun 2011, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencantumkan radiasi ponsel sebagai kemungkinan karsinogen, setelah penelitian menunjukkan peningkatan risiko tumor otak ganas pada pengguna ponsel.

Sebagai kesimpulan, seperti yang ditunjukkan oleh studi ilmiah, paparan energi RF berada pada tingkat yang tidak aman pada anak-anak dapat menempatkan mereka pada risiko terkena kanker tertentu.

Dengan demikian, orangtua harus mengambil tindakan untuk meminimalkan anak-anak terhadap paparan radiasi perangkat nirkabel.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved