Tips Ajari Anak Terima Kekalahan

mengajarkan anak menerima kekalahan sangat penting bagi perkembangan perilaku mereka.

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Anak bermain dengan teman sebaya. (TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kalah menang seringkali menjadi masalah dalam sebuah kompetisi. Hal ini tidak bisa dihindari karena kekalahan dalam sebuah permainan yang kompetitif.

Hal itu bisa membuat anak merasa sedih dan kecewa. Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas kita untuk membantu anak belajar menghadapi kekecewaan dengan tenang.

Meski bukan tugas yang mudah, tetapi mengajarkan anak menerima kekalahan sangat penting bagi perkembangan perilaku mereka.

Psikiater anak, Dr Joseph Austerman, DO mengatakan, mengajarkan keterampilan semacam ini sangat penting untuk membantu anak mengatasi kesulitan di kemudian hari.

"Adalah tanggung jawab kita sebagai orangtua untuk membantu anak-anak menavigasi ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan mereka," ujar Austerman.

Baca juga: Tunjang Tumbuh Kembang, Ini 7 Camilan Sehat Untuk Anak

"Semakin baik kita mengajari mereka, semakin baik pula mereka akan dapat melakukannya sebagai orang dewasa," sambung dia.

Mengajarkan anak menghadapi kekecewaan

Lebih lanjut, Austerman membagikan beberapa tips untuk membantu anak-anak belajar menangani kekecewaan dan kekalahan dalam olahraga atau permainan.

1. Mendiskusikan tentang menang dan kalah
Diskusikan menang dan kalah dengan anak sebelum mulai bertanding/berlomba.

Bicarakan tentang bagaimana kalah terkadang membuat frustrasi, tetapi menang dan kalah bukanlah hal yang paling penting.

Sebaliknya, fokuslah pada bagaimana berlatih, meningkatkan keterampilan, dan bekerja dengan tim yang lebih penting.

2. Mendengarkan anak
Jangan jatuh ke dalam perangkap keinginan untuk menghilangkan semua kemarahan dan frustrasi.

Tanyakan mengapa mereka frustrasi, validasikan kalah itu sulit, dan kemudian bingkai kembali percakapan tersebut.

Daripada membahas jumlah poin yang dicetak, bicarakan tentang bagaimana anak telah mencoba yang terbaik.

3. Berikan pujian
Jika anak kita kalah dalam permainan, tunjukkan hal-hal yang berjalan dengan baik. Soroti upaya terbaik mereka.

"Tepat setelah kekalahan bukanlah waktu untuk analisis kritis, serahkan itu pada pelatih," ungkap Austerman.

Baca juga: Aplikasi Khusus Anak Tab Kids Kini Tersedia di Google Play Store Wilayah Indonesia

4. Hindari membanding-bandingkan
Terkadang, saat anak mengalami kekalahan orangtua ingin membandingkan performa atau penampilannya dengan anak lain.

Namun, sebaiknya tahan keinginan untuk membandingkan semacam itu.

"Ini tidak pernah menjadi resep untuk meningkatkan harga diri atau kemampuan mereka," kata dia lagi.

5. Sampaikan pesan yang sama
Menghadapi kekalahan memang tidaklah mudah, dan orangtua harus tetap mengirimkan pesan penyemangat bagi anak.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved