Guru Penggerak Agen Perubahan Dalam Transformasi Pendidikan

Keberadaan Guru Penggerak ini ini akan menentukan masa depan pendidikan Indonesia khususnya Kabupaten Kubu Raya

Editor: Maskartini
Tribun Pontianak/Istimewa/Nurhasanah
Penandatanganan komitmen guru usai Pendidikan Guru Pendidik Angkatan 1, Lokakarya 9 Kubu Raya 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1, Lokakarya 9 Kubu Raya berakhir pada Sabtu, 28 Agustus 2021. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Guru Penggerak menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya. Untuk menjadi Guru Penggerak, Guru harus mengikuti proses seleksi dan pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan. Selama proses pendidikan, calon Guru Penggerak akan didukung oleh instruktur, fasilitator, dan pendamping yang profesional.

Koordinator Calon Guru Penggerak Terpilih, Nurhasanah dari SMA Negeri 2 Sungai Kakap mengatakan Program Guru Penggerak merupakan episode 5 dari rangkaian kebijakan merdeka belajar yang dilaksanakan oleh kemendikbud.
Program ini akan menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri.

Selain itu juga memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik, Merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua.

Baca juga: SOSOK Umilia Gadis Cantik Kubu Raya Masuk 21 Local Heroes Award Berkat Rumah Pintar Punggur Cerdas

Berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid. Guru penggerak juga diharapkan mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.

Nurhasanah mengatakan setelah Calon Guru Penggerak (CGP) mengikuti pelatihan 9 bulan dan dinyatakan lulus sebagai guru penggerak. Program Guru Penggerak dilaksanakan untuk menghasilkan guru-guru yang mempunyai 4 kompetensi yaitu: dapat mengembangkan diri dan orang lain, pemimpin pembelajaran, pemimpin pengembangan sekolah dan pemimpin manajemen sekolah.

"Ke-4 kompetensi ini akan menjadi bekal untuk menjadi pemimpin pendidikan masa depan, aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru yang lain, menjadi tauladan dan menjadi agen transformasi pendidikan. Oleh karena itu Keberadaan Guru Penggerak ini ini akan menentukan masa depan pendidikan Indonesia khususnya Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.

Jadi kata Nurhasanah pasca pelatihan ini saatnya guru penggerak memulai membangun mutu pendidikan dengan menjadi agen perubahan dalam transformasi pendidikan. Untuk mengoptimalkan peran guru penggerak kata dia masih harus mengembangkan diri dengan terus meningkatkan kompetensi kepemimpinan pembelajarannya.

Upayanya melalui palatihan-pelatihan tentang pembelajaran yang inovatif, maupun pelatihan-pelatihan yang tidak didapatkan dalam pelatihan selama 9 bulan tersebut seperti pelatihan skill praktis misalnya manajemen waktu, keterampilan IT serta keterampilan yang bisa meningkatkan kompetensi kepemimpinannya.

"Setelah mengembangkan diri, maka guru penggerak ini terus aktif dan proaktif untuk menggerakan guru-guru lainnya agar bisa menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid, menjadi tauladan dan menjadi agen perubahan dalam transformasi pendidikan," ujarnya.

Ia berharap para guru penggerak bisa menjadi jembatan pengubung dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan baik di Kubu Raya maupun tingkat propinsi serta pimpinan daerah. "Kami berharap Bupati agar dapat mensupport, dan memberikan arahan kepada kami agar dapat sejalan dengan program pemerintah daerah untuk membangun mutu pendidikan Kubu Raya menanjak sesuai dengan visi kami Guru Penggerak Menjadi Agen Perubahan Dalam Transformasi Pendidikan Kubu Raya," ujarnya.

Perannya kata Nurhasanah sebagai koordinator Guru Penggerak angkatan 1 Kubu Raya ini menjadi penguat, forum komunikasi, pengembangan diri, pemberdayaan guru penggerak agar bisa menjadi ujung tombak peningkatan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Kubu Raya agar lebih optimal peran guru penggerak ini.

Peserta CGP, Tantri Mira Sandra MPd
angkatan 1 Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat mengaku ada banyak pengetahuan, pengalaman dan kerampilan yang didapatkan mulai dari diri sendiri, refleksi diri, ruang kolaborasi, elaborasi, demostrasi, koneksi antar materi dan aksi nyata.

Baca juga: Komunitas Sayang Kubu Raya

Secara kolaborasi kata Tantri juga menyenangkan bersama instrukstur, fasilitator, guru pendamping melalui proses alur merdeka belajar. Apalagi lokakarya digelar bersama tim pendamping dengan anggota tim dari berbagai tingkatan satuan pendidikan TK, SD, SMP dan SMA dari sekolah negeri mau pun swasta dengan diferensiasi.

Tantri mengaku banyak hal-hal baru yang mengubah mindsetnya sebagai pemimpin pembelajaran yang fokus pada murid yang melayani, menuntun murid. "Untuk mewujudkan profil pelajar pancasila dan melalui merdeka belajar, dan menurut saya metode yang dipelajari sangat sesuai dengan pendidikan diera revoluusi indutri 4.0 dan dapat menjawab tantangannya," aku Tantri.

Ia juga sangat senang dan bangga ketika bisa menjadi salah satu bagian dari agen transformasi didunia pendidikan dan dapat mengimplementasikan semua yang didapatkan. Melalui wujud aksi nyata untuk perubahan pendidikan menuju Indonesia tumbuh, Indonesia tangguh.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved