Dampak Buruk Makan Mie Instan dengan Nasi

mie bisa menjadi nasi karena sama-sama memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi.

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/IST/SUNDARI
Ilustrasi mir a 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Makan mie instan pakai nasi sudah menjadi kebiasaan untuk orang Indonesia. Lazimnya, mie bisa menjadi nasi karena sama-sama memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi.

Namun, kebanyakan orang Indonesia biasanya merasa ada yang kurang ketika makan tanpa nasi. Alhasil, saat menyantap mie pun mereka selalu menambahkannya dengan nasi.

Menurut Menurut ahli penyakit dalam Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, mie dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat sehingga nilai kalorinya sangat tinggi jika dikonsumsi bersamaan. Jika serng dilakukan, tentu hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan.

Baca juga: 4 Kreasi Olahan Mie Bihun, Bisa Jadi Menu Sahur dan Buka Puasa

Bahaya Makan nasi dengan mie instan
Di dalam 100 gram nasi putih (sekitar 1 centong nasi) mengandung sekitar 152 kalori. Sementara itu, satu bungkus mie instan mengandung sekitar 350 kalori.

Jika kita konsumsi bersama, tentu asupan kalori yang kita terima dalam satu kali makan sudah mapai 500 kalori lebih hanya dari nasi dan mie saja. Kalori berlebihan akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh. Lambat laun, hal ini bisa memicu obesitas.

Asupan kalori yang tinggi akan menyebabkan stres pada tubuh. Makanan berkalori tinggi biasanya megandung lemak dan gula yang tinggi. Kandungan tersebut bisa meningkatkan faktor risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Satu bungkus mie instan mengandung sekitar 40 gram karbohidrat, sedangkan satu centong nasi putih mengandung sekitar 38 gram karbohidrat. Jika dikonsumsi bersamaan, jumlah tersebut juga tergolong tinggi.

Karbohirat juga mehasilkan kalori yang efeknya bisa meningkatkan risiko resistensi insulin. Selain itu, karbohidrat juga bisa meningkatkan kadar glukosa tubuh.

Padahal, riset dari American Heart Association yang dilakukan pada tahu 2002 membuktikan bahwa asupan gula yang tinggi meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.

Bagaimana solusinya?
Meski bahaya untuk kesehatan, kita tak perlu sepenunya menghindari kebiasaan mengonsumsi mie instan dengan nasi.

Menurut dr Ari, mengonsumsi nasi dan mie secara bersamaan masih bisa kita lakukan asalkan nilai kalori yang masuk ke tubuh kita tidak berlebihan.

Karena itu, kunci pentingnya adalah mengatur jumlah nutrisi yang masuk ke tubuh kita. Sagai panduan, data dari pusat kesehatan nasional Inggris mengatakan bahwa rata-rata wanita memerlukan 2000 kalori dan pria membutuhkan 2500 kalori setiap hari.

Namun, kebutuhan kalori setiap individu bervariasi, tergantung pada faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan saat ini dan tingkat aktivitas fisik.

Anak-anak, remaja dan wanita yang aktif beraktivitas atau sedang menyusui membutuhkan sekitar 2200 kalori.

Untuk remaja dan pria yang aktif beraktivitas, asupan kalori yang dibutuhkan sekitar 2800 kalori.

Meski asupan kalori tetap terjaga, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi mie instan setiap hari. Sebab, Kandungan sodiumnya juga sangat tinggi. Hal ini bisa meningkatkan risiko anker perut, penyakit jantung, dan stroke.

Mie instan juga sangat rendah nilai termasuk protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan kalium.

Bagi Anda yang gemar mengonsumsi mie instan, Anda juga bisa mecoba 3 cara memasak mie insagar lebih sehat.

3 Cara Memasak Mie Instan Agar Lebih Sehat

Brand mie instan asal Indonesia, Indomie, menjadi mie instan terbaik di dunia versi LA Times.

Yah, mie instan memang punya rasa yang menggoda lidah dan membuat kita selalu merindungan kenikmatan rasanya.

Namun, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa konsumsi mie instan berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Melansir dari Healhtline, mie instan sangat rendah nilai nutrisnya sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.

Baca juga: Gemetar setelah Minum Kopi, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa mie instan sangat rendha nilai ermasuk protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, dan kalium.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Kandungan sodiumnya juga sangat tinggi. Hal ini bisa meningkatkan risiko anker perut, penyakit jantung, dan stroke.

Tapi bagi kalian para pecinta mie instan, ada cara yang bisa dilakukan agar mie instan yang kalian konsumsi memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Bagaimana caranya? Berikut informasinya:

Tips masak mie instan agar lebih sehat
Berikut tiga cara mengolah mie instan agar lebih sehat:

1. Buang sebagian bumbunya

Jangan gunakan bumbu mie instan sepenuhnya karena bumbu tersebut sanga tinggi kadar natriumnya.

Sebagai gantinya, tambahkan bahan alami yang bisa memperkaya rasa seperti minyak wijan, kecap ikan, atau kecap manis.

Baca juga: Manfaat Micin Untuk Menyuburkan Tanaman, Begini Cara Penggunaannya

2. Tambahkan sayuran segar

Agar nilai gizinya brtambah, cobalah menambahkan sayra segar seperti sawi, selada, pak choy, wortel.

Sayuran segar ini akan menambahkan nutrisi penting seperti potasium, serat makanan, folat, vitamin A, dan vitamin C.

3. Tambahkan protein

Untuk membuat mie instan lebih menyehatkan, kalian juga bisa memasak beberapa protein pilihan.

Kalian dapat menambahkan telur rebus atau telur goreng. Jika tidak menyukai telur, Anda bisa menambahkan irisan daging sapi atau ayam tanpa lemak.

Untuk menambah rasa ekstra pada daging, Anda dapat menumisnya dengan tambahan merica atau kecap asin sebelum menambahkannya ke dalam mie instan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Waspadai Dampak Buruk Makan Mie Instan Pakai Nasi. 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved