Batik Indonesia Masuk Pasar Digital Korea Selatan, Ini Alasan Batik Jadi Budaya Warisan Dunia

Batik adalah kain bergambar yang dibuat dengan cara menuliskan atau menggambar menggunakan lilin malam.

Editor: Maskartini
Tribun Jogja
Viral Idola Korea Selatan Kenakan Batik Indonesia. 

Di sisi timur terdapat matahari terbit yang melambangkan sumber kehidupan, utara ada gunung yang berarti tempat tinggal para dewa, barat merupakan arah matahari terbenam yang melambangkan turunnya keberuntungan, dan selatan terdapat zenit yang memiliki makna puncak segalanya.

Dahulu kala, motif kawung kerap dikenakan oleh sentana dalem (orang yang memiliki hubungan keluarga dengan raja) di Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Seiring perkembangan zaman, batik ini jamak digunakan oleh masyarakat luas.

3. Batik Solo

Tak jauh dari Yogyakarta, terdapat Kota Solo yang juga memiliki sejarah panjang terhadap batik.

Meskipun banyak yang mengira motif dan corak batik kedua daerah ini sama, ternyata anggapan ini tak sepenuhnya benar. Dari sisi corak, batik Solo

cenderung menggunakan warna cokelat atau gelap sebagai background. Tentu ini berbeda dengan batik Yogyakarta yang menggunakan putih sebagai warna dasar.

Perbedaan kedua ada pada motif. Diberitakan Kompas.com, Selasa 3 Oktober 2017, meskipun masih sama-sama mempertahankan desain baku dari keraton, ada hal berbeda yang mendasar. Misalnya pada motif parang, batik

Yogyakarta menggambarkan parang dari sisi kanan atas ke kiri bawah. Pada batik Solo, motif parang digambarkan dari kiri atas ke kanan bawah. Motif batik Solo pun tak hanya sebatas motif parang, terdapat banyak motif dengan ragam makna, seperti motif

sidomukti yang melambangkan kesejahteraan, motif truntum yang bermakna cinta tumbuh kembali, motif satrio manah yang biasanya digunakan untuk lamaran, dan ragam motif lainnya.

4. Batik Semarang

Bergeser ke utara Jawa Tengah, terdapat Kota Semarang yang juga memiliki bermacam-macam motif batik. Bila dilihat dari sisi corak dan warna, batik Semarang memiliki perbedaan jauh dibandingkan batik Yogyakarta dan Solo.

Batik Semarang cenderung menggunakan warna-warna cerah dan corak yang tidak begitu padat. Dari segi motif, batik Semarang memiliki ciri khas

perpaduan batik pesisir dengan budaya percampuran masyarakat Tionghoa. Motif khas pesisir di antaranya pola flora dan fauna yang

meliputi motif burung merak, kupu-kupu, bangau, cempaka, mawar, dan burung blekok. Tak hanya itu, batik Semarang juga memiliki ragam motif ikon Semarang masa kini, seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, dan asam.

5. Batik Cirebon

Berbicara tentang batik pesisir, tampaknya tak hanya batik Semarang saja yang populer di kalangan masyarakat.

Sebab, ada batik Cirebon yang terkenal dengan motif megamendung, motif pincuk, motif kereta kencana, dan motif lereng.

Sama seperti batik Semarang, batik Cirebon juga menggunakan warna cerah sebagai latar dan kebanyakan motifnya terinspirasi dari kondisi alam sekitar.

Salah satu hal yang membedakan batik Cirebon dengan batik dari daerah lain di Indonesia adalah proses pembuatannya, terutama bagian pewarnaan.

Para seniman batik di Cirebon menyebut proses pewarnaan batik mereka dengan istilah pengobatan.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved