Niat dan Doa setelah Sholat Istikharah, Bisa Untuk Tentukan Jodoh yang Terbaik

seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan sesuatu, tapi ragu-ragu apakah dilakukan atau tidak

Editor: Maskartini
wallpaperdp / ISLAMPOS tribunmanado.co.id
Ilustrasi berdoa. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sholat Istikharah merupakan salat sunah dua rakaat untuk memohon kepada Allah SWT.

Adapun permohonan tersebut soal ketentuan pilihan yang baik, di antara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.

Misalnya, seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan sesuatu, tapi ragu-ragu apakah dilakukan atau tidak.

Satu di antaranya adalah untuk memilih jodoh.

Maka untuk memilih satu di antara dari dua hal untuk diteruskan atau tidak, disunahkan untuk sholat Istikharah dua rakaat.

Baca juga: Bacaan Niat dan Doa Setelah Shalat Dhuha, Lengkap dengan Surah yang Dibaca

Berikut bacaan niat dan doa sholat istikharah

Lafaz Arab, latin dan terjemahan Indonesia.

Sholat istikharah adalah satu di antara Amalan meminta petunjuk memilih jodoh.

Dikutip dari risalah tuntunan salat lengkap yang diunggah Sumsel.Kemenag.go.id, sholat Istikharah dan sholat hajat, waktunya lebih utama jika dikerjakan seperti sholat Tahajud.

Yakni di malam hari, dan dikerjakan seperti sholat biasa yang dilakukan dengan sempurna.

Kemudian berdoa dengan doa Istikharah, dan memilih dalam hati mana yang cenderung di antara dua hal itu.

Niat Sholat Istikharah

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lil laahi taalaa.

Artinya:

Aku niat sholat sunat istikhoroh dua rakaat karena Allah ta'alaa.

Doa Sholat Istikharah

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved