Amankah Ibu Menyusui Vaksinasi Covid-19? Ini Rekomendasi dari Ahli

Bukan hanya aman, antibodi yang diproduksi oleh ibu sebagai respon terhadap vaksin juga tertransfer ke tubuh bayi melalui ASI

Editor: Maskartini
Tribun Pontianak
Ilustrasi virus Corona. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Vaksinasi merupakan salah satu upaya menekan laju penularan Covid-19. Semua orang juga harus melakukan tindakan preventif dengan ketat menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi.

Namun, masih banyak kesalahan informasi seputar vaksin Covid-19 yang dipercaya masyarakat. Salah satunya aman tidaknya vaksin ini untuk ibu yang masih menyusui.

Dr.Caessar Pronocitro Sp.A dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya menjelaskan faktanya ibu menyusui sangat disarankan melakukan vaksinasi.

“Bukan hanya aman, antibodi yang diproduksi oleh ibu sebagai respon terhadap vaksin juga tertransfer ke tubuh bayi melalui ASI yang diminumnya, sehingga si kecil juga turut mendapatkan manfaat,” kata Caessar dalam acara IG Live “Serba-Serbi Menyusui di Tengah Pandemi” yang digelar oleh @Ibu2Canggih 1 Agustus 2021.

Baca juga: Daftar Makanan yang Bisa Jadi Booster ASI Alami, Tingkatkan Produksi ASI

Ia menambahkan, American Journal of Obstetrics and Gynecology juga telah mempublikasikan penelitian yang mengatakan bahwa vaksin Covid-19 aman untuk ibu menyusui namun juga bermanfaat untuk bayi.

“Oleh karena itu, saya sangat merekomendasikan para ibu menyusui untuk diimunisasi dengan vaksin yang saat ini sudah tersedia,” katanya.

Mengenai merk vaksin yang aman, menurutnya tidak ada spesifikasi khusus.

“Berdasarkan penelitian, ibu yang masih menyusui bayi dan anaknya dapat tetap menerima vaksinasi Covid, baik dengan merk Sinovac, Sinopharm, Pfizer, Astra-Zeneca, Moderna, maupun Johnson and Johnson,” imbuhnya.

Selain itu, ibu yang berstatus suspect maupun telah terkonfirmasi positif COVID-19 pun tetap dapat menyusui bayinya. Hal ini didasarkan oleh rekomendasi World Health Organization mengingat besarnya manfaat ASI bagi bayi itu sendiri.

“Ini didasarkan atas berbagai penelitian yang mengatakan ASI memberi sangat banyak manfaat untuk bayi, seperti nutrisi, antibodi, maupun terjalinnya ikatan antara ibu dan anak yang terbentuk selama proses menyusui. Manfaat ini jauh melebihi potensi risiko penularan,” kata Caessar.

Walau begitu, ibu tetap harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat saat menyusui.

Antara lain mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah menyentuh bayi atau memerah ASI, menggunakan masker, serta membersihkan dan menyanitasi alat bantu pompa ASI.

Untuk mempercepat kesembuhan, ibu yang terinfeksi Covid-19 harus memperhatikan asupan makanan dan terhidrasi dengan baik. Pemantauan kesehatan juga bisa dilakukan dengan telemedicine untuk berkonsultasi dengan dokter jika melakukan isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: Durasi Tidur Ideal Sesuai Usia, Bayi 0 Bulan Hingga Lansia

7 Cara Memperbanyak Produksi ASI yang Bisa Dijajal Ibu Menyusui

Para ibu menyusui acapkali menghadapi problem produksi air susu ibu atau ASI sedikit.

Padahal, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi agar tumbuh kembangnya dapat optimal.

Sayangnya, keinginan ibu memberikan asupan terbaik bagi buah hatinya terkendala produksi ASI yang minim.

Melansir Verywell Family, penyebab produksi ASI minim bisa dipengaruhi stres, kondisi tubuh yang sedang tidak fit, kurang nutrisi, sampai efek samping kafein.

Bagi para ibu menyusui, berikut beberapa cara memperbanyak ASI yang bisa dijajal:

1. Sering menyusui
Produksi ASI yang minim kadang membuat para ibu menyusui lelah secara fisik dan mental.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved