Apa Itu Virus Varian Baru Delta Plus? Sudah Masuk ke-11 Negara

Varian virus Corona itupun bermutasi kembali menjadi varian baru yaitu varian Delta Plus

Editor: Maskartini
Tribunnews
Ilustrasi virus. Apa Itu Virus Varian Delta Plus? Sudah Masuk ke-11 Negara 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus varian Delta Plus kini masuk ke Indonesia. Sebelumnya, Covid-19 varian Delta menyebabkan Indonesia mengalami krisis kesehatan.

Penyebaran virus yang lebih cepat dan gejala yang lebih parah diklaim sebagai dalang peningkatan kasus infeksi virus Corona di Tanah Air beberapa pekan terakhir.

Kini, Indonesia harus bersiap jika varian Delta Plus menyebar. Pasalnya, virus ini disebut memiliki penularan yang lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengaku telah menemukan varian Delta Plus di Indonesia. Varian ini ditemukan di dua wilayah, yakni Jambi dan Mamuju.

Dilansir dari Medical News Today melalui KOMPAS.com, pada awal Juli 2021 lalu, tercatat sudah ada 11 negara yang dimasuki oleh varian Delta Plus.

Baca juga: Waspada Virus Corona Varian Delta, Begini Cara Penularannya yang Sangat Cepat

Apa itu varian Delta Plus?
Virus SARS-CoV-2 terus menyebar dan telah bermutasi. Saat ini ada 11 varian yang diawasi oleh lembaga kesehatan dunia, World Health Organization (WHO).

Salah satu dari 11 varian tersebut adalah varian Delta. Covid-19 varian baru ini pertama kali ditemukan di India pada Desember 2020 lalu.

Varian delta menjadi varian yang paling mudah menular dan mendominasi sebagian besar kasus di berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, dan Inggris.

Varian virus Corona itupun bermutasi kembali menjadi varian baru yaitu varian Delta Plus. Varian ini pun telah masuk ke dalam daftar varian of concern pada 11 Juni 2021.

Sampai saat ini, para ahli baru menemukan satu perbedaan varian Delta dan Varian Delta Plus, yakni pada tambahan mutasi K417N pada permukaan protein virus.

Hal tersebut membuat virus lebih mudah menempel pada sel sehat di dalam tubuh manusia.

Baca juga: Ini Gejala Virus Corona Varian Delta yang Lebih Mudah Menular

Risiko varian Delta Plus
Varian Delta Plus telah ditetapkan sebagai varian of concern oleh WHO. Indian SARS-CoV-2 Consortium on Genomics (INSACOG) pun terus meneliti varian terbaru ini.

Berdasarkan temuan protein pada permukaan varian baru ini, varian tersebut memiliki sifat sebagai berikut:

1. Lebih mudah menular

2. Ikatan dengan sel di paru-paru lebih kuat

3. Berpotensi menurunkan respons antibodi monoklonal

Menurut ahli virus dari Louisiana State University Health Science Center, Dr. Jeremy Kamil, varian ini paling banyak menyerang orang yang sudah pernah terinfeksi di awal pandemi, orang yang belum mendapat vaksin, atau yang belum mendapat vaksin lengkap.

Dia menjelaskan, gejala yang muncul akibat varian baru ini tidak terlalu berbeda dengan varian Delta. Akan tetapi, obat-obatan antibodi monoklonal yang digunakan selama perawatan tidak terlalu efektif.

Contoh obat-obatan antibodi monoklonal yang kini mulai dikenal membantu proses terapi Covid-19 adalah actemra dan kevzara.

Sampai sekarang, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian ini membuat kasus positif Covid-19 meningkat. Sejauh ini, varian baru tersebut masih ditemukan dalam jumlah yang relatif lebih sedikit.

Baca juga: Mengapa Virus Varian Delta Berbahaya? Ini Gejalanya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved