6 Mitos dan Fakta Terkait Virus Corona, Bisakah Menular Lewat Udara?

Covid-19 dapat menular melalui droplet atau tetesan liur pasien positif virus corona dengan cara batuk

Editor: Maskartini
Tribunnews
Ilustrasi virus. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyebaran wabah virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masih menjadi momok di banyak negara.

Menjamurnya wabah ini diikuti dengan sejumlah informasi yang belum jelas kebenarannya.

Beredarnya informasi tersebut membuat resah masyarakat yang menerima dan membacanya.

Berikut sejumlah fakta dan mitos terkait seputar virus corona.

1. Virus corona bermutasi lebih mematikan (mitos)
Seluruh virus mengakumulasi mutasi dari waktu ke waktu, termasuk SARS-CoV-2.

Luas penyebaran dari berbagai virus bergantung pada seleksi alam.

Artinya, virus yang dapat menyebar dengan cepat dan bereplikasi secara efektif dalam tubuh akan menjadi yang paling "sukses".

Baca juga: Kontak WhatsApp 15 Dokter yang Melayani Konsultasi Gratis Covid-19, Khusus Pasien Isolasi Mandiri

Namun, kondisi ini tidak selalu memposisikan virus menjadi paling berbahaya.

Sebab, virus mematikan akan membunuh dengan cepat atau membuat seseorang sangat sakit, sehingga kemungkinannya kecil untuk ditularkan.

Sementara itu, analisis genetik yang dilakukan para ilmuwan China terhadap 103 sampel virus pasien di Wuhan menunjukkan ada dua jenis strain yang terdeteksi, yakni L dan S.

Mereka menyebutkan, kemungkinan strain L lebih agresif, baik dalam hal transmisi maupun replikasi.

Tetapi, pada tahap ini, teori tersebut bersifat spekulatif. Karena, belum ada perbandingan langsung untuk melihat apakah orang yang terpapar satu strain virus cenderung lebih mampu menularkan atau menderita gejala yang lebih parah.

2. Virus tidak bisa menular di udara tropik (mitos)
Selain itu, informasi terkait virus corona yang dapat menular melalui udara pun tersebar di media sosial dan grup-grup percakapan.

Atas kejadian itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa hingga kini faktanya, virus corona tidak dapat menular melalui udara.

Adapun pihak WHO mengonfirmasi hal tersebut melalui akun resmi Instagram @who pada Jumat 10 April 2020.

"Anda bisa saja tertular virus jika berada dalam rentang jarak 1 meter dari penderita Covid-19," tulis pihak WHO dalam unggahannya.

Selain itu, mereka juga menjelaskan, Covid-19 dapat menular melalui droplet atau tetesan liur pasien positif virus corona dengan cara batuk, bersin, atau saat berbicara.

Kemudian, penularan juga dapat melalui sentuhan permukaan yang terkontaminasi droplet dan secara tidak sadar menyentuh mata, hidung, dan mumlut sebelum mencuci tangan.

Baca juga: 6 Tips Mengatasi Sesak Nafas Karena Gejala Covid-19

3. Virus dapat ditularkan melalui pandangan mata (mitos)
Tak hanya melalui udara, virus corona juga dikabarkan dapat menular melalui pandanga mata dari pasien yang terinfeksi positif kepada orang lain.

Menanggapi informasi tersebut, dokter spesialis paru, DR dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) menyampaikan, virus corona tidak dapat menular melalui pandangan mata.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
1846 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved