Perbedaan Pelaksanaan Rukun Sholat Antara Laki-Laki dan Perempuan

Rukun Shalat adalah perbuatan dan ucapan dalam Shalat yang harus dikerjakan.

Editor: Maskartini
wallpaperdp / ISLAMPOS tribunmanado.co.id
Ilustrasi berdoa.Perbedaan Pelaksanaan Rukun Sholat Antara Laki-Laki dan Perempuan 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rukun Shalat adalah perbuatan dan ucapan dalam Shalat yang harus dikerjakan.

Shalat seseorang tidak akan sempurna tanpa rukun shalat. Jika ditinggalkan Shalatnya menjadi tidak sah.

Itulah mengapa rukun shalat tidak boleh ditinggalkan baik karena sengaja, lupa, maupun memang tidak mengetahuinya.

Shalat merupakan ibadah wajib yang dilaksanakan mulai takbiratul ihram hingga salam.

Baca juga: Bacaan Lengkap Shalat Fardhu, Takbiratul Ihram Hingga Tasyahud Akhir

Ada rukun yang harus dilakukan dan dibaca seseorang sesuai ketentuan syariat.

Kedudukan Rukun Shalat sama dengan syarat sahnya shalat yang harus dipenuhi.

Perbedaannya, Syarat Sah Shalat dilaksanakan sebelum Shalat dan berlanjut hingga selesainya Shalat.

Sedangkan Rukun Shalat dilaksanakan dalam Shalat itu sendiri.

Rukun ibarat fondasi rumah, dan rumah tidak akan berdiri jika tidak ada fondasinya.

Menurut Mazhab Syafi’i, Rukun Shalat ada tiga belas yaitu:

1. Niat

Berniat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Niat memiliki tiga syarat yang harus dipenuhi: Ada kehendak untuk melakukan sesuatu, Menjelaskan ibadah yang hendak dilakukan dan Menyertakan kata fardlu dalam niatnya.

2. Berdiri (jika mampu)

Berdiri bagi orang yang mampu.

Bagi kesulitan berdiri karena sakit atau lemah fisiknya, maka diperbolehkan shalat dengan duduk.

Berdiri merupakan rukun awal shalat sebelum melakukan tabiratul ihram yang disertai dengan niat shalat.

3. Takbiratul ihram (takbir awal shalat)

Takbiratul ihram atau membaca Allahu Akbar dengan menghadap kiblat.

Caranya melakukannya adalah mengangkat tangan sejajar dengan dua daun telinga.

Waktu mengangkat tangan dilakukan bersamaan dengan mengucapkan takbir.

4. Membaca surah al-Fatihah (makmum membacanya setelah bacaan imam)

Membaca surah al-Fatihah adalah wajib dalam Shalat.

Oleh karena itu, baca Al Fatihah secara lengkap dan bismillahirrahmanirrahim sebagai bagian didalamnya.

5. Rukuk dengan thuma’ninah (dengan sikap tenang sejenak)

Ruku’ adalah membungkukkan kepala dan penggung bersamaan dengan memegang kedua lutut.

Saat Ruku'disunnahkan membaca: "سبحان ربي العظيم وبحمده" sebanyak 3 kali.

"Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih"

Artinya: "Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya."

6. Iktidal dengan thuma’ninah

Iktidal adalah berdiri setelah Ruku'sebelum sujud.

Saat berdiri untuk I'tidal dari ruku' disunnahkan membaca:

سمع الله لمن حمده

Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Setelah berdiri tegak, lalu membaca :

ربنا لك اللحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Baca juga: 3 Syarat Wajib Shalat dan 14 Syarat Sah Shalat

7. Sujud dengan thuma’ninah

Sujud dengan thuma’ninah yakni meletakkan dahi, hidung dan kedua telapak tangan, lutut dan kedua ujung kaki di lantai dan berhenti sejenak hingga anggota tubuh tenang selama kira-kira selesai membaca tasbih.

Jadi ada tujuh bagian tubuh yang harus menempel ke tempat sujud saat Shalat yaitu:

- Dahi

- Hidung

- kedua telapak tangan,

- Kedua lutut

- Kedua ujung kaki

Setelah itu membaca doa:

سبحان ربي الأعلى وبحمده . Sebanyak 3 kali.

Sub haana robbiyal a'la wabihamdih

Artinya: "Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya."

8. Duduk diantara dua sujud dengan thuma’ninah

Duduk diantara dua sujud dengan thuma’ninah yakni dengan duduk iftirasy.

Cara duduk iftirasyi adalah dengan meletakkan punggung kaki kiri dilantai, dan mendudukinya, kemudian kaki kanan ditegakkan dan jari-jarinya menghadap kiblat.

Setelah duduk sempurna, lanjutkan dengan membaca doa:

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

9. Duduk tasyahud awal dan akhir dengan thuma’ninah

Duduk Tasyahud awal dan akhir bisa dilakukan dengan duduk tawarruk dan duduk iftirasyi.

10. Membaca tasyahud

Bacaan doa tasyahud awal Shalat:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh.

Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”

Bacaan tasyahud akhir Solat:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh.

Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.”

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid.

Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

Selanjutnya, kita bisa berdoa dengan do’a yang diajarkan Nabi Muhammad SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarril masihid dajjal (Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal).” (HR. Muslim no. 588)

11. Membaca shalawat Nabi Muhammad SAW

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid.

Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.”

12. Membaca salam yang pertama sambal menoleh ke kanan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

"Assalaamu alaikum wa rahmatullah"

13. Tertib urutan rukunnya

Perbedaan Pelaksanaan Rukun Shalat antara Laki-laki dan Perempuan

- Dalam Ruku dan Sujud

Laki-laki: Merenggangkan antara siku dari kedua lambungnya dan mengangkat perut agar menjauh dari kedua paha

Perempuan: Merapatkan bagian-bagian yang direnggangkan. Perut menempel pada kedua paha, dan ketika sujud dan ruku’ kedua lututnya saling menempel, begitu juga kedua kakinya karena posisi ini lebih menutup bagi perempuan

- Cara Membaca Bacaan Shalat

Laki-laki: Mengeraskan suara bacaannya pada shalat-shalat jahriyah dan membaca dengan suara rendah pada shalat-shalat sirriya.

Perempuan: Shalat yang dilakukan di sekitar laki-laki lain bukan mahram, dianjurkan merendahkan suaranya.

Baca juga: Keutamaan Shalat Ashar dan Manfaat Luar Biasa Salat Ashar Bagi Kesehatan

- Aurat

Laki-laki: Dalam shalat minimal harus menutup anggota tubuh antara pusar hingga kedua lutut

Perempuan: Seluruh anggota badan, kecuali wajah dan dua telapak tangan.

Sumber: Buku Fiqh Kelas VII MTS dan Ceramah Ustadz Adi Hidayat

Artikel ini telah tayang di Tribun Pontianak dengan judul Rukun Shalat dan Perbedaan Pelaksanaan Rukun Sholat Antara Laki-Laki dan Perempuan

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved