Kegunaan & Ketentuan Penggunaan Materai 3000 dan 6000 Serta 10000, Jenis Dokumen yang Perlu Materai

Sebelumnya, masyarakat bisa menggunakan meterai dengan nominal Rp 6.000 atau Rp 3.000 pada dokumen-dokumen pentingnya

Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Kegunaan Materai, Ketentuan Penggunaan Pada Masa Transisi & Jenis Dokumen yang Perlu Materai 

Hal ini mengingat meterai dengan nominal Rp 10.000 belum tersebar secara merata di tengah masyarakat.

Para warganet pun memberikan komentar pada unggahan @ditjenpajakri yang membahas soal meterai baru ini.

"Kemarin cari cari materai 10rb untuk keperluan kuliah adik. infonya bisa didapat di kantor pos. saya pergi ke kantor pos besar ternyata belum tersedia. diinfokan oleh pihak kantor pos katanya hanya tersedia di kantor pos pusat Fatmawati. sudah jauh jauh kesana ternyata di kantor pos pusat Fatmawati belum tersedia juga. jadi bagaimana? kapan siap digunakan?" tanya akun @wulanchynngsh.

Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan tentang Air Garam dan Fungsinya bagi Kita

Minimal nominal
Ditjen Pajak RI menyebutkan, masyarakat kini bisa menggunakan meterai lama dengan minimal nominal Rp 9.000.

Untuk memenuhi minimal nominal itu, bisa menggunakan meterai Rp 6.000 dan Rp 3.000 secara bersamaan.

"Tarif bea meterai Rp 10.000 sudah berlaku mulai tanggal 1 Januari 2021. Untuk itu, masyarakat dapat menggunakan benda meterai yang saat ini masih ada, dengan nilai minimal Rp 9.000," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama, seperti diberitakan Kompas.com, 11 Januari 2021.

Akan tetapi, hal ini juga mendapatkan kritik dari masyarakat karena meterai Rp 3.000 kini tidak mudah untuk ditemukan, sehingga banyak yang menggunakan 2 materai Rp 6.000 untuk memenuhi minimal bea yang diberlakukan.

"Buruan cetak jangan kelamaan rugi 2.000 nih pake manterai 6.000 2 biji terus karena materai 3.000 juga agak susah nyarinya," tulis akun @disuwandiii.

Melansir Kompas.com, Yoga mengatakan, distribusi meterai baru sudah dilakukan sejak 30 Januari 2021. Seharusnya, kata dia, sudah bisa ditemukan di kantor pos-kantor pos di seluruh wilayah.

"Dari Jumat, 30 januari 2021 yang lalu, itu sudah beredar di seluruh Indonesia. Jadi kantor pos semua sudah menjual meterai baru," kata Yoga.

"Mungkin masyarakat biasanya beli di pengecer yang mungkin beli-membelinya dari kantor pos. Silakan belinya ke kantor pos saja, pasti ada," lanjut dia.

Mengenai keluhan masyarakat yang tidak bisa menemukan meterai Rp 10.000 di kantor pos, Yoga menyebut akan memastikan soal itu.

Cara penggunaan
Seperti disebutkan, meterai Rp 6000 dan Rp 3.000 masih bisa digunakan di masa transisi hingga 31 Desember 2021 selama memenuhi minimal nilai Rp 9.000.

Bagaimana cara penggunaannya?

Yoga menjelaskan meterai-meterai itu dapat ditempel berdampingan dalam satu dokumen yang memerlukan materai.

Ada 3 opsi yang bisa digunakan:

1. Menempel meterai 2 lembar meterai Rp 6.000 dan Rp 3.000;
2. Menempel 3 lembar meterai Rp 3.000;
3. Menempel 2 lembar meterai Rp 6.000.

Berdasarkan UU Bea Meterai, untuk dokumen yang terkait dengan uang, bea meterai ini berlaku hanya untuk dokumen yang menyebutkan nominal minimal Rp 5 juta. Sementara besaran di bawah itu tidak memerlukan penggunaan meterai.

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved