Temet Kk Mey Hadirkan Kuliner Khas Kapuas Hulu Krupuk Basah dengan Versi Berbeda, Sehat dan Lezat

Mey sengaja memakai nama Temet karena lebih sederhana dan mudah diingat dan memiliki isi dan lemak ikan yang melimpah

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
Tribun Pontianak/Istimewa
Owner Temet Kk Mey, Syarifah Meyriza Azzaniah Safitri merupakan satu diantara pelaku UMKM di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Temet adalah bahasa tradisional kerupuk basah yang merupakan makanan khas Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Owner Temet Kk Mei, Syarifah Meyriza Azzaniah Safitri merupakan satu diantara pelaku UMKM di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Mei aktif mengikuti berbagai kegiatan UMKM seperti pameran. Baru-baru ini melalui brand kulinernya Temet Kk Mey meraih penghargaan UMKM Mandiri Award dari Pemkot Pontianak sebagai UMKM yang konsisten berdagang.

Temet Kk Mei
Temet Kk Mei (Tribun Pontianak/Kolase Tribun Pontianak)

Mey mengaku banyak produk serupa yang dijual di Kota Pontianak, namun yang membedakan Temet Kk Mey adalah olahan temetnya dikembangkan di Kota Pontianak bukan di daerah asalnya Kapuas Hulu.

Ia sengaja memakai nama Temet karena lebih sederhana dan mudah diingat dan memiliki isi dan lemak ikan yang melimpah.

Usaha Temet Kk Mey terhitung baru, namun produk olahan ikan patin ini sangat fenomenal di Kota Pontianak. Temet Kk Mey, dirintis Mei pada Mei 2019.

Banyaknya permintaan Temet Kk Mey membuat usaha Mey eksis hingga sekarang.

Walaupun belum memiliki store namun pemasaran diakuinya sangat efektif dengan memanfaatkan medsos.

Kelebihan Temet Kk Mey, terbuat dari ikan patin segar yang dibeli langsung dari keramba.

Baca juga: Temet Kk Mey

Selain kulit temet yang sudah dicampur dengan tepung dan daging ikan, isi dalam temet juga terdiri dari potongan daging ikan, lemak ikan yang sehat dan kulit ikan.

Sejak memulai usaha hingga saat ini, Temet Kk Mey sudah banyak mendapat undangan dan sertifikat penghargaan saat mengikuti event baik yang digelar Pemkot maupun swasta.

Temet Kk Mei
Temet Kk Mei (Tribun Pontianak/Kolase Tribun Pontianak)

Saat ini, Temet Kk Mey masih proses pembuatan sertifikasi halal agar konsumen tidak khawatir mengkonsumsi makanan sehat dan lezat ini.

Produksi temet menurut Mey dilakukan sekali seminggu. Ia pernah mendapat penjualan tertinggi dan menangani pemesanan 70 kilo temet dalam 1 hari.

Varian Temet Kk Mey diantaranya Temet Lemak harga Rp 20 ribu, Temet biasa tanpa lemak Rp10 ribu, Temet anti Corona Rp 15 ribu dan Temet lemak ikan Belidak campur Rp 25 ribu.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved