Keutamaan Puasa Syawal, Apakah Harus 6 Hari Berturut Tanpa Putus

Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun

Editor: Maskartini
Tribun Pontianak
Ilustrasi berbuka puasa. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pasca ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat muslim kini memasuki bulan Syawal.

Biasanya di bulan Syawal, umat muslim melakukan ibadah puasa lagi, yakni puasa sunnah bulan Syawal.

Puasa Syawal merupakan satu puasa sunah yang sangat dianjurkan (sunah muakkadah).

Hal tersebut berdasarkan sabda Rasululullah, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim).

Baca juga: 5 Makanan Favorit Rasulullah Untuk Jaga Stamina, Referensi Saat Buka Puasa Senin Kamis & Syawal

Dalam riwayat tersebut dijelaskan, setelah menyelesaikan puasa Ramadan dan dilanjutkan berpuasa selama enam hari di bulan Syawal, maka bagi yang melakukan akan seperti berpuasa selama setahun.

Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Shidiq MAg mengatakan, puasa syawal dilakukan enam hari di bulan Syawal, yaitu hari kedua Syawal (sehari setelah hari raya Idul Fitri) dan seterusnya.

Puasa Syawal dimulai di hari kedua karena pada hari pertama Syawal merupakan Hari Raya Idul Fitri, maka diharamkan untuk berpuasa.

Akan lebih baik jika dilakukan secara berturut selama enam hari mulai hari kedua Syawal.

Namun, jika merasa kesulitan, maka diperbolehkan tidak berurutan, asalkan berpuasa sebanyak enam hari dan masih di bulan Syawal.

Tanggal 1 bulan Syawal dimulai pada 24 Mei 2020 hingga 21 Juni 2020.

Maka bagi yang ingin menunaikan puasa sunah Syawal selama enam hari, maka bisa melakukan puasa Syawal mulai Selasa 26 Mei 2020.

Mana yang Lebih Utama Bayar Utang Puasa atau Puasa Syawal?

Wahid Ahmadi, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah mengatakan, jika tidak merasa sulit untuk berpuasa, maka sebaiknya melaksanakan puasa Syawal.

Karena ketika kita melewatkan puasa Syawal, kita sudah tidak lagi mendapatkan keutamaan puasa Syawal.

Jadi syarat kita bisa membayar utang puasa Ramadan di sisa waktu.

Namun ketika sulit untuk mencari waktu berpuasa, lebih utama membayar hutang atau meng-qodo' terlebih dahulu.

Dengan pertimbangan dikhawatirkan tidak dapat membayar puasa hingga akhir tahun.

Jadi, semua tergantung dengan kondisi kita.

Namun, Wahid Ahmadi menambahkan, ada perspektif lain, yaitu puasa Syawal tak harus dilakukan pada awal bulan saja.

Baca juga: Mana yang Lebih Utama, Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa?

Para ulama mengatakan, selama bulan Syawal itu boleh melaksanakan puasa.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved