Ust Adi Hidayat Jelaskan Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Tuntunan Rasulullah

mandi junub harus mampu membersihkan setiap kotoran sekecil apapun yang ada di sela-sela terkecil di bagian tubuh

Editor: Maskartini
Tribunnews
Ilustrasi mandi pakai shower. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mandi wajib atau disebut juga dengan mandi junub adalah mandi yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk menghilangkan hadas besar, seperti keluarnya sperma setelah berhubungan intim, haid, dan nifas.

Mandi yang disebut juga mandi janabah ini dilakukan Rasulullah SAW setelah melakukan hubungan intim dengan istri.

Dalam unggahan YouTube Mentari Senja, "Tata Cara Mandi Junub yang Benar Sesuai SUNNAH! Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA menjelaskan tata cara mandi wajib yang dilakukan Rasulullah SAW.

Ulama 36 tahun tersebut menjelaskan jika dalam sunnahnya, Rasulullah selalu berhubungan intim setiap malam hari, dan tak pernah ada riwayat yang mengatakan beliau berhubungan badan di siang hari.

"Usahakan semaksimal mungkin berhubungan badan di malam hari sesuai sunnah. Tidak ada larangan untuk melakukannya di siang hari tapi kalau mau mengkuti sunnah nabi, lakukanlah di malam hari," ujarnya.

Baca juga: TATA Cara Mandi Wajib Sebelum Berpuasa Bulan Ramadan 1442, Berikut Niat Lengkap Doa dan Artinya

Pria kelahiran Pandeglang ini juga menjelaskan mengapa mandi tersebut dinamakan mandi janabah.

Menurut ustaz Adi Hidayat, mandi junub berasal dari kata janab, yang berarti semua sisi tersapu bersih. Artinya, mandi junub harus mampu membersihkan setiap kotoran sekecil apapun yang ada di sela-sela terkecil di bagian tubuh.

"Kenapa mandi disebut mandi janabah karena ingin memberi kesan dalam mandi itu semua sisi semua bagian dalam tubuh kita itu mesti tersapu dengan air." jelasnya.

Lantas bagaimana tata cara mandi janabah yang benar?

Ustadz Adi Hidayat mengatakan, mengenai mandi janabah atau mandi junub ini haditsnya bersumber dari Aisyah dan Maimunah, yang merupakan istri Nabi Muhammad SAW.

Hadits yang diriwayatkan Aisyah termaktub dalam Kitab Sahih Bukhari nomor hadits 248 dan Sahih Muslim nomor hadits 316.

Jika berdasarkan hadits dari A'isyah, Rasul SAW ketika mandi janabah melakukan hal berikut:

1. Menuangkan air untuk membasuh kedua tangan.

2. Berwudhu seperti untuk Solat.

3. Dari bejana (gayung) yang disiapkan, ambil air kemudian menyela-nyela rambut.

4. Mengambil air, membasuh menyiramkan ke kepala keseluruhan.

Sedangkan hadist yang diriwayatkan Maimunah dari Abdullah Bin Abbas, di Al Bukhari nomor 265, tata cara mandi wajib adalah sebagai berikut.

1. Mengambil air dengan tangannya, kemudian mencuci kemaluan dengan tangan kirinya.

2. Menyela-nyela bagian kepala. Bagi perempuan bisa diikat atau dikepang. Setelah itu disiram keseluruhan.

3. Setelah itu, baru berwudhu layaknya solat tapi kaki belum dibasuh.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved