Tips Jaga Kualitas Tidur Selama Ramadan

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan produksi sitokin dan antibodi pelawan infeksi

Kompas.com
Ilustrasi tidur berkualitas. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh, sangat penting untuk memiliki tidur berkualitas yang cukup waktu.

Namun ketika Ramadhan, tentu akan ada perubahan jam tidur, karena harus bangun lebih awal untuk sahur.

Bahkan, sebagian orang memilih tak tidur hingga sahur dan baru tidur setelah subuh.

Hal ini dapat mengganggu jam biologis kita dan memengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Seorang spesialis pengobatan tidur di Cleveland Clinic di Amerika Serikat menunjukkan, bahwa fleksibilitas yang lebih besar dalam jam kerja, kesibukan hingga larut malam, dan peningkatan waktu layar semuanya dapat berdampak pada kualitas tidur, yang pada gilirannya akan memengaruhi respons imunitas atau sistem kekebalan.

Baca juga: Susah Tidur, Coba 3 Tips Mengatasi Insomnia Berikut Ini

Menurut Dr Vaishal Shah dari Clinic’s Sleep Disorders Center, selama pandemi Covid-19, orang mencari cara untuk mengoptimalkan sistem kekebalan mereka dan tidur merupakan komponen penting dalam proses ini.

“Banyak penelitian telah menentukan, bahwa respons sistem kekebalan kita ditekan, jika kita tidak mendapatkan kualitas tidur yang cukup dan konsisten, sehingga ini akan membuat kita lebih rentan terhadap infeksi secara umum, dengan waktu pemulihan yang juga lebih lama,” jelas dr. Vaishal Shah.

Dia menjelaskan, bahwa selama tidur, sistem kekebalan melepaskan protein yang disebut sitokin, beberapa di antaranya membantu melindungi dari infeksi dan peradangan.

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan produksi sitokin dan antibodi pelawan infeksi.

Selain mendukung fungsi kekebalan yang efektif, Dr Shah menambahkan, bahwa kualitas tidur penting selama Ramadhan karena mengatur hormon yang mengontrol nafsu makan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Maskartini
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved