Komunitas Sekupong, Bangun Semangat Kepedulian Kaum Muda Terhadap Kampung Halaman

Sekupong telah hadir lima tahun lalu, tepatnya didirikan pada tanggal 5 Januari 2016 di Dusun Pajajaran, Desa Masbangun, Kecamatan Teluk Batang

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
Tribun Pontianak/Istimewa/Sekupong
Pembuatan film fiksi asal mula Desa Masbangun bersama komunitas Sekupong sebagai bentuk penyampaian cerita yang memuat budaya lokal di Desa Masbangun.Tribun Pontianak/Istimewa/Sekupong 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekumpulan Pemuda Kampong (Sekupong) merupakan komunitas pemuda-pemudi desa yang terbentuk atas inisiasi bersama sebagai wadah berkumpul, belajar, berbagi pengalaman dan wawasan serta memupuk rasa persaudaraan kaum muda.

Founder Komunitas Sekupong, Evi mengatakan Sekupong telah hadir lima tahun lalu, tepatnya didirikan pada tanggal 5 Januari 2016 di Dusun Pajajaran, Desa Masbangun, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Baca juga: Sekumpulan Pemuda Kampong

Dalam Bahasa Melayu Kayong Utara Sekupong berarti satu ikatan yang bermakna berkumpul dan memiliki tujuan yang sama.

Dasar filosofi tersebutlah membuat komunitas ini mantap dengan nama Sekupong.

Antisipasi krisis pangan akibat covid 19 di desa Masbangun Komunitas Sekupong menginisiasi menanam sayur yang cepat panen 1-2 bulan. Tribun Pontianak/Istimewa/Sekupong
Antisipasi krisis pangan akibat covid 19 di desa Masbangun Komunitas Sekupong menginisiasi menanam sayur yang cepat panen 1-2 bulan. Tribun Pontianak/Istimewa/Sekupong (Tribun Pontianak/Istimewa/Sekupong)

Sekupong mengalami tiga kali pergantian, dari ketua pertama Rido Wahyudi kemudian diteruskan Rudianto.

Namun, Rudianto ternyata juga memimpin organisasi lain sehingga harus diputuskan memilih salah satunya dan berdasarkan voting untuk ketiga kalinya dipimpin oleh Fajariansyah.

Sekupong memiliki visi membangun semangat kepedulian kaum muda terhadap kampung halaman.

Baca juga: Komunitas Craftulistiwa, Mengangkat Perekonomian Pelaku Kerajinan Tas Handmade Pontianak

Sekupong juga memiliki misi mengembangkan kapasitas keterampilan budaya lokal, meningkatkan pengetahuan, kepedulian, serta rasa persaudaraan kaum muda, serta peduli terhadap lingkungan.

Evi menjabarkan tujuan dari komunitas Sekupong adalah meningkatkan kesadaran kaum muda akan semangat gotong royong. 

Komunitas ini juga bertujuan meningkatkan rasa cinta daerah di Kabupaten Kayong Utara, peduli terhadap lingkungan serta pelestarian budaya lokal.

Di era globalisasi saat ini Evi menyebutkan semangat kaum muda terhadap nilai-nilai gotong-royong mulai memudar.

Dibentuknya komunitas Sekupong ini besar harapan akan menjadi salah satu wadah roda penggerak kaum muda di desa untuk bahu membahu membangun kampung halaman.

Evi juga berharap dengan bahu membahu dengan semangat solidaritas, menambah wawasan, jaringan serta menebar manfaat bagi anggota maupun masyarakat.

Komunitas Sekupong ini sendiri memiliki beberapa agenda kegiatannya, seperti untuk kegiatan sosial lingkungan meliputi sosialisasi dan gotong royong penanaman pinang di setiap dusun di Desa Masbangun, serta membersihkan pemakaman umum di desa.

Untuk kegiatan eksternal, Sekupong juga ikut serta berpatrisipasi dalam World Up Clean Day yang diikuti serempak oleh relawan seluruh Indonesia, dan berpartisipasi diberbagai kegiatan kolaborasi aksi di Kota Pontianak dan Kabupaten Kayong Utara dalam kegiatan lingkungan.

Dalam pandemi Covid-19 ini, Sekupong sedang fokus untuk menginisiasi penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas umum di Desa Masbangun serta terlibat di kolaborasi gugus tugas penanganan Covid-19.

Sekupong juga aktif untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, dengan berkeliling dari satu desa ke desa lainnya di Kecamatan Teluk batang bersama Danramil setempat.

Baca juga: Komunitas Singkawang Membaca, Tumbuhkan Semangat Baca Pada Anak

Guna mencegah adanya krisis pangan, Sekupong juga menginisiasi menanam sayur di lahan seluas setengah hektare.

Harapannya aksi ini bisa diikuti masyarakat luas agar dalam gerakan di rumah saja bisa memanfaatkan lahan sekitar rumah.

Dalam kegiatan budaya, Sekupong berupaya melestarikan adat yang ada di desa dengan melestarikan pembuatan anyaman yang sudah mulai memudar, karena saat ini hanya orang-orang tua yang masih bisa membuat anyaman.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved