TIPS Sukses Berinvestasi Untuk Kaum Millenial

Banyaknya media melakukan investasi ini sebaiknya diimbangi dengan edukasi mengenai perencanaan keuangan

Editor: Maskartini
ISTIMEWA
Ilustrasi investasi. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belajar mengelola keuangan perlu disadari oleh generasi milenial. Salah satunya dengan cara melakukan investasi.

Saat ini, investasi tak melulu dilakukan oleh kalangan pengusaha bermodal besar. Fenomena investasi ini juga makin marak dilakukan oleh anak-anak muda.

Banyaknya media melakukan investasi ini sebaiknya diimbangi dengan edukasi mengenai perencanaan keuangan.

Baca juga: Realisasi Investasi Tahun 2020 Capai 20,19 Triliun, Berapa Modal Asing Masuk ke Kalbar?

Menurut Pakar Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Wisudanto, saat ini tidak sedikit pemuda yang tertarik untuk investasi di dunia nyata.

Wisudanto pun memberikan beberapa tips bagi pemula dan mahasiswa dalam memulai investasi.

1. Pilih instrumen investasi yang sesuai
Saat ini ada berbagai macam bentuk dan produk investasi. Terdapat investasi di sektor di sektor riil seperti tanah, rumah, dan apartemen. Bisa juga investasi melalui perbankan dan pasar modal.

Investasi melalui perbankan bentuknya bisa berupa deposito. Sementara untuk pasar modal asetnya bisa berupa sekuritas.

"Apabila ingin investasi di pasar modal, maka perlu belajar lebih banyak terlebih terkait risikonya. Baik risiko dalam dimensi waktu, return, atau aset," ucap Wisudanto seperti dikutip laman unair.ac.id, Kamis 1 April 2021.

Wisudanto mengingatkan, jika ingin berinvestasi di pasar modal, gunakan uang yang tidak akan digunakan dalam kurang dari satu tahun.

"Jangan menggunakan uang jangka pendek, seperti uang untuk membayar kuliah," imbuhnya.

Pasalnya, investasi di pasar modal sifatnya tidak liquid. Tidak ada yang bisa memberikan garansi bahwa dengan membeli saham hari ini, harganya akan tetap di esok hari.

“Perlu diperhatikan, jika berinvestasi di pasar modal sifatnya jangka panjang. Lebih dari satu tahun bahkan bisa seumur hidup perusahaan karena dengan berinvestasi artinya kita memiliki sebagian dari perusahaan,” jelasnya.

Wisudanto juga tidak merekomendasikan praktik trading bagi seseorang yang menganut prinsip syariah.

Hal itu dikarenakan trading mentransaksikan sesuatu tanpa dasar yang jelas dan sifatnya spekulasi.

Sementara transaksi harus memiliki dasar yang jelas, baik dari sisi keilmuan atau kebutuhan.

2. Pahami produk

Sebelum memutuskan untuk membeli instrumen investasi, bagi seorang pemula juga perlu memahami produk yang akan dibeli.

Dia memberi contoh investasi di pasar modal, seseorang harus paham sebelum membeli sebagian saham dari suatu perusahaan atau emiten yang ada di pasar modal.

Seperti mengetahui produk apa saja yang dijual oleh perusahaan atau dari mana saja sumber pemasukan perusahaan, serta bagaimana proses bisnisnya.

Terlebih apabila ingin berinvestasi secara syariah di pasar modal.

Baca juga: 7 Pengusaha Terkaya di Indonesia, Nomor 1 Hartono Bersaudara Pemilik Bisnis Turunan Rokok Djarum

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved