7 Tips Diskusi dengan Anak Tentang Berita Terorisme, Agar Anak Paham Sejak Dini

Psikolog klinik dari Inggris, Emma Citron mengatakan, anak tidak perlu tahu soal detil kekerasan yang menyeramkan semacam itu

Editor: Maskartini
Tribun Manado
Ilustrasi Terorisme. 

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Maraknya aksi teror di Indonesia sangat meresahkan. Sebagai orang tua, nggak ada salahnya lho membahas mengenai aksi teror kepada si buah hati.

Hal ini agar nantinya dia paham sejak dini dan menjauhi hal tersebut.

Nah, melansir lifestyle.kompas.com, setidaknya ada tujuh tips yang bisa diaplikasikan orangtua saat membicarakan soal aksi terorisme pada anak.

1. Refleksi diri

Sebelum mulai mengajak anak bicara, setiap orangtua harus merefleksikan diri terlebih dahulu.

Pahami perspektif sendiri dalam menghadapi serangan terorisme ini, termasuk pengetahuan, pandangan politik maupun aspek lainnya.

Baca juga: 4 Dampak Positif Tantrum Pada Anak yang Harus Diketahui Orangtua

Sebab, cara kita menafsirkan kejadian tersebut sangat berpengaruh pada apa yang akan dibicarakan kepada anak.

Renungkan dulu apa yang sebaiknya disampaikan kepada anak.

2. Akui perasaan anak

Biarkan anak melepaskan emosi tentang aksi terorisme yang diketahuinya. Anak bisa saja merasa takut, marah, kaget, bingung, atau bahkan ingin tahu lebih banyak.

Biarkan anak menyampaikan pendapat dan perasaannya ini dulu.

Kadang-kadang anak kesulitan merangkai kata, karena itu biarkan dia berekspresi dengan gambar atau opsi lainnya.

3. Gali informasi lebih banyak

Jadikan ini kesempatan bagi kita untuk belajar lebih banyak dengan menggali sebanyak mungkin informasi 

Dengan cara ini, kita bisa mempersiapkan diri untuk menjawab berbagai pertanyaan anak.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Wanita Asal Pontianak Bangun Kawasan Muslim Ramah Wanita dan Anak

Sampaikan pula, selalu ada orang baik yang berusaha mencegah terorisme dan membantu setelah kejadian.

Fokuslah pada aspek kasih sayang yang masih diberikan oleh manusia kepada sesamanya.

Jangan lupa untuk menyampaikannya dengan sederhana agar mudah dicerna oleh anak.

4. Mencoba berpartisipasi

Ajak anak untuk berpartisipasi dengan kejadian tersebut, misalnya dengan menyumbang atau mendoakan para korban.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved