FILOSOFI Pendekar Kelapa Mude, Berpayung dan Berpita

Pendekar memiliki arti seseorang yang sudah ahli atau mengetahui kelebihan dalam bidang tertentu yaitu kelapa muda

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI
Pendekar Kelapa Mude menyajikan berbagai varian air kelapa muda. Satu diantaranya kelapa muda bola salju (TRIBUN PONTIANAK/MASKARTINI) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, PONTIANAK - Unik, itu lah kesan yang ditangkap saat melihat lapak Mahasiswa Universitas Panca Bakti (UPB) yang beralamat di Jalan M Yamin.

M Jumaidi Ak, tak hanya mempromosikan usaha aneka varian kelapa muda ia namai Pendekar Kelapa' Mude tapi juga menjual filosofi.

Jumai sapaan akrabnya menjelaskan nama Pendekar Kelapa' Mude mempunyai makna dan arti memdalam.

Pendekar memiliki arti seseorang yang sudah ahli atau mengetahui kelebihan dalam bidang tertentu yaitu kelapa muda.

"Nah Kelapa' mude dalam bahasa melayu Pontianak sebutan muda ialah mude. Maka daoat disimpulkan arti pendekar Kelapa' mude ialah seorang yang ahli dalam mengolah atau menyajikan sebuah kelapa yang masih mude," ungkapnya.

Baca juga: Unik, Pendekar Kelapa Mude Jual Kelapa Muda Berpayung dan Berpita

Pantun yang ia tulis By Asam Manis Kampus juga mempunyai arti. Jumai mengatakan asam (merah/darah) artinya dalam kehidupan manusia pasti akan menjumpai yang namanya rintangan, ujian dan cobaan dalam menempuh perjalanan kehidupan.

Manis (warna biru adalah warna yang indah), contoh birunya laut dan langit dimana dalam kehidupan manusia tidak akan selamanya menderita asal mau merubahnya pasti juga akan menjumpai masa yang indah, senang dan bahagia.

"Kampus (warna Kuning) yang mempunyai arti warna almamater saya warna tempat saya menimba ilmu. Ilmu perdagangan dan cara berdagang yang baik dan benar, itu semua saya dapatkan dari Universitas Panca Bakti (UPB) dan dari kampus UPB saya mendapatkan modal pertama kalinya dari uang beasiswa untuk memulai usaha," ujarnya.

Baca juga: 7 Obat Tradisional Ampuh Atasi Biduran, Air Kelapa Daun Kelor Hingga Lidah Buaya

Sebagian orang kata Jumai juga bertanya kenapa memilih usaha jual kelapa muda.

Sebenarnya bagi Jumai usaha ini bukan usaha yang pertama kali ia rintis, sebelumnya ia sudah memulai beberapa usaha tetapi gagal, ditahun 2014 ia bangkrut dan meninggalkan hutang.

"Sangat-sangat jatuh dimana menyisakan hutang-hutang yang tertinggal hanyalah rasa semangat untuk terus bangkit terus mencoba dan berusaha," ungkapnya.

Menarinya kalapa yang ia jual di hias dan diberikan pita warna warni serta dialasi karpet merah.

"Maksudnya pekerjaan yang saya lakukan harus terlebih dahulu saya cintai agar tiada rasa jenuh dan bosan dalam menjalani pekerjaan setiap hari.

Saya suka dengan keindahan, kerapian dan keunikan apalagi menyengkut masalah pekerjaan," ungkapnya

Pita warna merah sendiri menggambarkan isi didalam kelapa yang mempunyai tekstur yang sangat lembut bercair, dan airnya banyak.

Biasanya kata Jumai orang Pontianak menyebutnya masih beringus, biasanya khusus ibu hamil dan orang gunakan obat cacar, keremut.

Pita warna biru, sendiri memiliki arti isi dalam buah teksturnya sedang.

Sedangkan pita warna hijau artinya, daging dalam kelapa mempunyai tekstur yang tebal tapi lembut.

"Jadi intinya saya serahkan pada minat pembeli maunya yang sepertu apa," ujarnya.

Karpet warna merah ia jadikan alas pada kelapa' muda agar tampilannya mempunyai kesan mewah.

Dimana dalam sebuah sejarah hingga sekarang karpet merah dipakai pada tempat-tempat dan acara istimewa didunia.

"Artinya, kelapa' mude atau produk saya adalah produk yang mempunyai kualitas istimewa," ujarnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved