Lifestyle Wanita

Pertama di Indonesia, Wanita Asal Pontianak Bangun Kawasan Muslim Ramah Wanita dan Anak

Kini di tahun 2021 wanita asal Pontianak Mirani Mauliza memulai mimpinya untuk membangunan kawasan peradaban wanita yang dimulai dari MEMBANGUN MASJID

istimewa
Mirani Mauliza, wanita inspirasi asal Kota Pontianak 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM-Berawal dari sebuah impiannya lima tahun lalu, Mirani Mauliza bermimpi untuk membangun sebuah kawasan peradaban wanita di Indonesia. 

Di mulai dengan menuliskan buku perjalanan Hijrahnya, Mirani pun mendapatkan kepercayaan untuk melakukan perjalanan keliling Indonesia yang telah dimulainya dari 2016 untuk terus mensyiarkan kebaikan Allah kepada umat Muslim di Indonesia. 

Kini di tahun 2021 wanita asal Pontianak Mirani Mauliza memulai mimpinya untuk membangunan kawasan peradaban wanita yang dimulai dari pembangunan sebuah Masjid yang diberi nama Masjid Al Hijrah.

Baca juga: 3 Bahan Alami Atasi Gatal Pada Miss V Saat Menstruasi

Peletakan batu pertama Masjid Al Hijrah dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan sekaligus sebagai Ketua DMI Kalbar bersama sang istri.

Selain itu hadir Wali Kota Pontianak Edi Kamtono dan istri, serta Pengasuh Pondok Mirani Mauliza atau penggagas kawasan Al-Hijrah yang diperuntukan untuk para wanita.

Mirani Mauliza memulai mimpinya untuk membangunan kawasan peradaban wanita yang dimulai dari pembangunan sebuah Masjid yang diberi nama Masjid Al Hijrah. Peletakan batu pertama Masjid Al Hijrah dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan sekaligus sebagai Ketua DMI Kalbar bersama sang istri.
Mirani Mauliza memulai mimpinya untuk membangunan kawasan peradaban wanita yang dimulai dari pembangunan sebuah Masjid yang diberi nama Masjid Al Hijrah. Peletakan batu pertama Masjid Al Hijrah dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan sekaligus sebagai Ketua DMI Kalbar bersama sang istri. (Tribun Pontianak)

Masjid Al Hijrah merupakan masjid yang dibangun di Kawasan Al-Hijrah di Jalan Aloevera, Pontianak Tenggara, Minggu 21 Maret 2021.

Ia juga telah membentuk gerakan Hijrah peduli dimana program tersebut biasanya mengunjungi pasien khusus anak-anak yang dirawat khusus di Ruangsn kelas III.

Baca juga: PROFIL Noor Nabila, Aktris Malaysia yang Dinikahi Engku Emran Pasca Cerai dari Laudya Cynthia Bella

Namun karena pandemi Covid-19 diubah dakwahnya menjadi gerakan infaq protein. 

“Kalau untuk infaq beras sudah berjalan dan menjadi program Munzalan. Jadi kami ambil bagian infaq proteinnya dan sampai hari ini sudah didistribusikan 50 ribu butir telur ke 51 Pondok di Kalbar,”ujarnya.

Gerakan Hijrah peduli ini juga sudah ada di 13 kota di Indonesia. Kemudian selain itu ada gerakan Hijrah Box yang memberikan makanan terbaik untuk para santri penghafal Al-Quran.

“Kita sudah distribusikan sebanyak 2000 porsi setiap hari di dua pondok di Pontianak dan gerakan ini sudah ada di 13 kota di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan Masjid menjadi pondasi awal untuk memulainya pembangunan peradaban kawasan ramah wanita dan anak di Pontianak.

“Memang untuk bangunan masjid sudah banyak di Pontianak tapi bagaimana kita bisa membangun sebuah kawasan peradaban. Dimana peradaban yang mengutamakan ramah wanita dan ramah anak. Tapi untuk masjidnya tidak hanya untuk wanita saja,” jelasnya.

Berawal dari sebuah buku yang dirinya tulis tentang hijrah ekstremnya. Ia terus belajar dan didampingi oleh seorang ustad, tidsk hanya dalam bentuk buku saja, tapi karyanya telah diangkat menjadi sebuah film.

Ia menjelaskan bahwa  kawasan Al Hijrah khusus wanita tapi masjid bisa untuk semua. Adapun bangunan pada kawasan tersebut dibangun 3 lantai.

Pada lantai bawah atau hall untuk kegiatan pertemuan yang biasanya rutin mengadakan kegiatan, di lantai dua untuk masjid, dan lantai 3 untuk kegiatan Manasik karena sebelum pandemi Covid-19 ada  program yang ia jalankan bersama teman-teman yakni memberangkatkan umroh para santri. 

“Di kawasan ini juga akan di sediakan fasilitas kolam berenang untuk muslimah dan akan ada program Entrepreneur class seperti memasak, make up, kesehatan  dan lainnya,” ujarnya.

Baca juga: LUPA Efin? Ini Cara Mendapatkan Efin Untuk Lapor SPT Tahunan Online

Ia mengatakan selain beribadah, ia juga mengajak wanita bukan hanya cantik saja tapi sehat ,dan cerdas. 

“Kita juga berencana semoga ada area pemanah dan area berkuda walau pun itu semua tidak mudah,” ujarnya. 

Kawasan Perabadan musliman pertama di Indonesia  ini akan dibangun diatas tanah  seluas 40x17 Meter persegi.

“Alhamdulillah masyarakat sekita juga menyambut baik rencana kita,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved