Komunitas Kalbar

Komunitas Singkawang Membaca, Tumbuhkan Semangat Baca Pada Anak

tujuannya mendirikan komunitas ini ialah ingin memberikan pengalaman membaca lewat buku yang mana semakin majunya era digital maka surut para pembaca

istimewa
diskusi buku/literasi juga menjadi jembatan kawan kawan penulis yang ingin mengulas karya. Kendati demikian, Triyono yang merupakan penggiat membaca menilai minat baca di Kota Singkawang sudah tinggi. Hanya saja permasalahannya ketersediaan tempat dan bahan bacaan saja yang masih terbatas. 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM-Mendukung program layanan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang baru saja di resmikan oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, ketua komunitas Singkawang Membaca, Triyono mengatakan sangat mendukung terkait program tersebut.

Triyono merupakan founder ataupun pendiri utama dari komunitas Singkawang Membawa yang telah dibentuk sejak Juni tahun 2018.

Triyono merupakan founder ataupun pendiri utama dari komunitas Singkawang Membaca yang telah dibentuk sejak Juni tahun 2018.
Triyono merupakan founder ataupun pendiri utama dari komunitas Singkawang Membaca yang telah dibentuk sejak Juni tahun 2018. (istimewa)

Dalam tujuannya mendirikan komunitas ini ialah ingin memberikan pengalaman membaca lewat buku yang mana semakin majunya era digital maka semakin berkurang pula buku-buku bacaan yang di baca.

"Secara sederhana daya hanya ingin mengenalkan kembali buku kepada masyarakat, terutama anak anak di era serba digital. Dengan lapak baca yang rutin dibuka bisa mengajak masyarakat kembali suka membaca,"tutur nya.

Baca juga: Komunitas Bantu Pendidikan Kita Gelar Unjuk Rasa Ke 7 Desa Sungai, Asam Kubu Raya

Selain itu pula, di sela-sela kesibukannya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memanfaatkan koleksinya, Triyono mengatakan tujuan dia menggelar buku-buku tersebut agar anak-anak dan masyarakat termotivasi untuk gemar membaca buku, dan pelan-pelan dengan usaha ini dapat mengurangi ketergantungan anak pada gadget.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami dalam Kampanye Gemar Membaca. Dengan adanya program CFD ini diharapkan masyarakat khususnya anak-anak mau membaca buku yang kami sediakan," kata Triyono.

Sebagian koleksi buku yang dipajang Triyono merupakan buku untuk anak-anak, walaupun ada juga untuk orang tua.

Sebagian koleksi buku yang dipajang Triyono merupakan buku untuk anak-anak, walaupun ada juga untuk orang tua.
Sebagian koleksi buku yang dipajang Triyono merupakan buku untuk anak-anak, walaupun ada juga untuk orang tua. (istimewa)

Program kerja dari komunitasnya ialah Lapak baca masyarakat, Diskusi buku/literasi dan pembentukan rumah baca. Kegiatan ini rutin ia lakukan bersama istrinya yang mana tergabung dalam komunitas tersebut.

"Mulanya masyarakat biasa saja, anak-anak juga sama. Walaupun dari awal kita bentuk sudah ada yang tertarik, tapi kita tidak berhenti untuk mendorong mereka agar mau mencari tahu dulu buku mana yang menarik dilihat, setelah itu mereka akan membuka dan membaca, disitulah kebahagiaan kita, karena telah mengajak mereka untuk mau melihat buku-buku bukan sebagai momok yang menakutkan," terangnya.

Kala itu, koleksi buku yang ada, kata Triyono memang masih sangat terbatas, dengan modal kemauan yang tinggi ini diharapkan dapat mendorong masyarakat luas sama-sama mempunyai keinginan dan tanggung jawab terwujudnya masyarakat yang gemar membaca.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved