Komunitas Kalbar

Yayasan Geratak Kabupaten Sambas, Berikan Sosialisasi dan Rehabilitasi Gratis Bagi Masyarakat

Yayasan Geratak Kabupaten Sambas adalah sebuah lembaga yang berbentuk Yayasan di wilayah Kabupaten Sambas

Istimewa
Yayasan Geratak Kabupaten Sambas adalah sebuah lembaga yang berbentuk Yayasan di wilayah Kabupaten Sambas, beralamat di: Dusun Tanjung Putat RT.005/ RW.001 No.72 Desa Sepuk Tanjung, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat - Indonesia. 

TRIBUNPONTIANAK.COM-Meningkatnya angka Penggunaan dan Penyalahguna Napza (Narkoba), juga permasalahan terkait, termasuk tingginya penambahan kasuspenderita TBC dan infeksi HIV dan AIDS, hadir satu diantara Rehabilitasi Narkoba yang bernama "Yayasan Geratak Kabupaten Sambas".

Yayasan Geratak Kabupaten Sambas adalah sebuah lembaga yang berbentuk Yayasan di wilayah Kabupaten Sambas, beralamat di: Dusun Tanjung Putat RT.005/ RW.001 No.72 Desa Sepuk Tanjung, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat - Indonesia.

Didirikan berdasarkan Akte Notaris oleh Notaris: Urai Imamuddin, SH,. M.KN. dengan No. 16, pada tanggal 10 November 2017, hingga kini sudah ada 30 petugas yang tergabung dalam semua divisi.

Baca juga: Nutrisi Daging Kambing, Ketahui Beberapa Faktanya

Ketua yayasan, Ryan Setiawan mengatakan Program KIE(komunikasi informasi edukasi) Napza/Narkoba,Tbc-Hiv dan Rehabiltasi Sosial Rawat inap dan Rawat Jalan, serta Bimbingan lanjut (pembekalan keterampilan).

"Prioritas kami saat ini adalah Program Layanan Rehabilitasi Rawat inap Dan rawat jalan gratis kepada seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Lanjutnya, kegiatan sosialisasi juga mereka galakkan kepada masyarakat. Seperti edukasi, penyuluhan dan Melakukan Layanan Rehabiltasi kepada Seluruh Lapisan Masyarakat

Setelah itu, Koordinasi/Advokasi kebijakan dan diskusi implementasi UU No. 35 Thn 2009 di Lingkungan Aparatur Penegak Hukum dari Penyidikan, Penyelidikan hingga Tuntutan dan Keputusan Pengadilan terhadap:
1. Kasatres Narkoba Polres Sambas,
2. Kasat Binmas Polres Sambas,
3. Kasi Pidum Kejari Sambas,
4. Ketua Pengadilan Negeri Sambas,

"Koordinasi dan Advokasi kepada Stakeholder di Pemda Kabupaten Sambas, Memberikan bimbingan Lanjut berupa latihan kerja/Usaha Kepada klien yang telah selesai melakukan Rehabiltasi agar menjadi berfungsi sosial dan produktif kembali dan lainnya," ujarnya.

Dikatakannya tujuan komunitas ini, ialah menjadi wadah untuk kegiatan/Program pengurangan dampak buruk penggunaan/penyalahgunaan  Narkoba/Napza serta pencegahan dan penanggulangan TBC-HIV, Dan juga dapat menampung aspirasi, mencari solusi,dan bergerak bersama seluruh kalangan guna membantu mengentaskan permasalahan sosial yang ada.

Inisiator berdirinya Yayasan Geratak Kabupaten Sambas adalah:
1. Jamhari, S.Pd. SD
2. Ryan Setiawan
3. Uray Zulferi Hazibin

Baca juga: Komunitas Gerakan Peduli Sesama di Sambas Wujudkan Kepedulian Pada Masyarakat

"Dalam rapat yang diadakan pada bulan Oktober 2017, disepakati untuk mendirikan sebuah LSM yangkemudian diberi nama “Yayasan Geratak Kabupaten Sambas”, yang dikuatkan dalam Akte Pendirian
Yayasan No.16 tertanggal 10 November 2017 pada Notaris Urai Imamuddin, SH, M.KN," ujar Ryan.

Program unggulan yang mereka lakukan ialah Penjangkauan dan pendampingan, Program Kegiatan Rehabiltasi sosial Rawat Inap Dan Rawat jalan, Bimbingan lanjut/Vokasional (Pembekalan keterampilan), Komunikasi Informasi Dan Edukasi (KIE)di kalangan masyarakat maupun penerima manfaat program lainnya termasuk masyarakat rentan dan terdampak penggunaan dan penyalahgunaan Napza yang rentan dengan permasalahan TBC,dan HIV.

"Prioritas kami adalah mengupayakan agar dapat terselenggara Rehabiltasi Gratis kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan khusus nya kepada masyarakat yang kurang mampu, karena di Kalimantan barat biaya Rehabiltasi tergolong tinggi bagi sebagian besar masyarakat kalbar, yaitu berkisar dri angka 2 juta sampai 4juta ke atas/bulan, sedangkan taraf ekonomi masyarakat di Kalbar ini masih tergolong rendah yang sebagian besar bekerja di perkebunan, petani, dan nelayan," imbuhnya.

Rehabilitasi dan sosialisasi

Ketua Yayasan Geratak, yang berkonsentrasi di bidang pemulihan dan rehabilitasi pengguna narkoba di Kabupaten Sambas, Ryan mengaku perihatin karena peredaran narkoba sudah melibatkan anak-anak, dan sampai ke tangan anak-anak lainnya.

"Dari case anak-anak di bawah umur yang kami tangani rata-rata yang menjadi korban penyalahgunaan napza, karena mempunyai latar belakang broken home, kurangnya pendidikan dini oleh orang tua karena orang tua tidak mengetahui tentang cara pencegahan agar anak-anak tidak sampai terikut pergaulan Narkoba," katanya.

Selain itu kata dia, keikutsertaan mereka dalam dunia trendy dan gaya hidup agar di anggap gaul atau keren, dan lingkungan dalam arti luas lingkungan keluarga, bergaul, tempat tinggal, dan lain-lain juga bisa menjadi penyebab mengapa anak-anak bisa terjerumus dalam dunia narkoba.

Menurut Ryan, anak-anak yang terjerumus dan menggunakan narkoba di Sambas jumlahnya sangat banyak. Dan setiap tahun dari data yang mereka miliki, jumlahnya terus bertambah.

Untuk itu kata Ryan, kedepan mereka berharap agar semua pihak melihat hal ini sebagai isu yang penting dalam menjawab permasalahan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

"Kami sangat berharap Pemda dan semua pihak dapat lebih memahami betul issue permasalahan narkoba di Kabupaten Sambas. Dan mari kita bekerjasama untuk mengatasi masalah narkoba yang saat ini ibarat fenomena gunung es dan sangat mengancam masa depan generasi penerus bangsa," ungkapnya.

Baca juga: Komunitas Pontianak Archery Club Padukan Memanah Sebagai Kreasi dan Olahraga

Ikuti kami di
KOMENTAR
1331 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved