4 Mitos Osteoporosis, dari Penyebab hingga Faktor Usia

Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang sudah mulai rapuh. Biasanya, kondisi ini disadari saat mengalami patah tulang.

Kompas.com
Mitos Osteoporosis, dari Penyebab hingga Faktor Usia 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Osteoporosis adalah kondisi ketika tulang sudah mulai rapuh. Biasanya, kondisi ini disadari saat mengalami patah tulang.

Baik pria maupun wanita sama-sama berisiko mengalami osteoporosis.

Berkaitan dengan kondisi ini, banyak mitos yang mengikutinya. Mitos itu pun mengandung informasi salah kaprah yang justru membuat Anda khawatir.

Baca juga: Mitos Seputar Gula, Berikut Dampak Pemanis Makanan Bagi Kesehatan

Berikut 4 mitos seputar osteoporosis dan faktanya seperti disampaikan Prof Dr dr Saptawati Bardosono dari Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM dalam webinar yang diadakan oleh CDR, Kamis (22/10/2020).

1. Osteoporosis terjadi saat berusia lanjut (lansia)

Banyak orang percaya bahwa osteoporosis merupakan kondisi normal karena proses penuan.

Hal ini tentunya berhubungan dengan menurunnya kepadatan tulang pada saat bertambahnya usia.

"Hal ini tidak benar bahwa semua lanjut usia (lansia) mengalami osteoporosis," tutur Saptawati.

Mengingat bahwa osteoporosis dapat dicegah dan ditangani dengan baik sejak dini. Pertumbuhan tulang akan sangat pesat, bahkan pada saat akhir pubertas, ketika berusia 18-19 tahun, dan akan terus berlanjut hingga berusia 30 tahun.

Baru ketika memasuki usia 40 tahun, kadar tulang akan berkurang 0,5 persen setiap tahunnya. Sehingga sangat dianjurkan utuk memenuhi vitamin D dan kalsium di usia tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved