Pengobatan Kanker Payudara Tanpa Kemoterapi, Bisakah?

pasien kanker payudara bisa berkonsultasi risiko, manfaat, dan efek samping kemoterapi dengan dokter yang menangangi.

Tribunnews.com
Pengobatan Kanker Payudara Tanpa Kemoterapi 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Beberapa pasien kanker payudara merasakan cemas dan khawatir begitu dokter menyarankan kemoterapi.

Mereka kerap merasa takut dengan efek kemoterapi seperti mual, muntah, rambut rontok, nyeri, dan sebagainya.

Padahal, efek yang dirasakan penderitanya bisa berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing.

Baca juga: Masih Jadi Momok, Berikut 5 Cara Kurangi Risiko Kanker Payudara

Untuk memastikannya, pasien kanker payudara bisa berkonsultasi risiko, manfaat, dan efek samping kemoterapi dengan dokter yang menangangi.

Selain itu, pengidap kanker payudara juga perlu membekali diri dengan informasi seputar kemoterapi yang tepat.

Apa itu kemoterapi?

Merujuk laman resmi Kementerian Kesehatan, kemoterapi adalah salah satu jenis pengobatan kanker payudara.

Selain kemoterapi, pengobatan kanker juga bisa dilakukan dengan bedah, radiasi, terapi hormonal, terapi target, atau dikombinasi.

Pengobatan kemoterapi sebagian besar diberikan melalui pembuluh darah seperti diinfus.

Pasien bisa melakukan kemoterapi sembari tiduran, membaca, atau mendengarkan musik, atau nonton televisi.

Obat yang diberikan untuk kemoterapi sudah melalui serangkaian pengujian untuk memastikan keamanan bagi pasien.

Tak perlu khawatir dengan efek kemoterapi. Dokter dapat memberikan cara atau obat untuk meminimalkan efek proses pengobatan tersebut.

Siapa saja yang perlu kemoterapi?

Melansir laman Breastcancer.org, kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker payudara pasien di semua stadium.

Termasuk, untuk mengatasi serangan kanker yang sudah terkontrol dan kembali menyerang area payudara.

Baca juga: Bisa Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Kemoterapi juga digunakan untuk mengatasi kanker payudara yang menyebar ke bagian tubuh lain atau metastasis.

Hal yang penting diperhatikan, perawatan kemoterapi dirancang khusus untuk setiap pasien kanker payudara.

Saat memutuskan obat kemoterapi untuk pasien, dokter akan mempertimbangkan stadium, karakteristik kanker, status menopause, kondisi hamil, sampai perawatan lain yang dijalani.

emoterapi untuk pasien kanker payudara stadium awal (stadium I, IIA, IIB, dan beberapa stadium III) biasanya diberikan setelah operasi.

Tujuannya, untuk menghilangkan sisa sel kanker yang kemungkinkan belum bersih setelah pasien dioperasi.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved