Masih Jadi Momok, Berikut 5 Cara Kurangi Risiko Kanker Payudara

beberapa cara yang diangap meminimalkan risiko perempuan terkena kanker payudara

Tribunnews.com
Cara Kurangi Risiko Kanker Payudara 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Kanker payudara masih menjadi momok penyakit bagi perempuan di Indonesia.

Melansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI (8/2/2019), prevalensi atau angka kejadian kanker di Indonesia mencapai 136,2 per 100.000 penduduk.

Jenis kanker paling banyak diidap perempuan di Indonesia adalah kanker payudara dengan prevalensi 42,1 per 100.000 penduduk.

Baca juga: Hari Kanker Sedunia, Sejarah dan Harapan I Am and I Will

Sedangkan jenis kanker paling banyak diidap pria Indonesia adalah kanker paru-paru, dengan angka kejadian 19,4 per 100.000 penduduk.

Melansir dari Cancer.org, ada beberapa faktor risiko penyebab kanker payudara tidak terhindarkan, misalkan jenis kelamin dan usia.

Penemuan beberapa kasus kanker payudara tidak terlepas dari paparan hormon estrogen yang dihasilkan tubuh perempuan.

Risiko kanker payudara juga meningkat seiring bertambahnya usia.

Selain itu, ada risiko genetik. Perempuan yang punya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 berpotensi mengidap kanker payudara dan ovarium.

Faktor keturunan juga berpengaruh.

Perempuan yang memiliki ibu atau saudara kandung pengidap kanker payudara berisiko 4-6 kali lebih tinggi terkena kanker dibanding perempuan yang keluarganya terbebas dari kanker payudara.

Sementara, perempuan dengan ibu didiagnosis kanker payudara saat usianya kurang dari 60 tahun memiliki risiko terkena penyakit ini dua kali lipat dibanding mereka yang memiliki ibu dengan kanker payudara di atas usia 60 tahun.

Karena berakibat fatal, kanker payudara ini harus diwaspadai bersama. Berikut ini beberapa cara yang diangap meminimalkan risiko perempuan terkena kanker payudara:

1. Jaga berat badan

Menurunkan berat badan untuk mencegah obesitas terbukti efektif menurunkan risiko kanker payudara.

Melansir Time, American Cancer Society menyebut, 7.000 dari 180.000 perempuan (termasuk berusia di atas 50 tahun) membuktikan semakin turun berat badan lewat diet dan terapi, risiko kanker payudaranya juga turun.

Perempuan yang sudah menopause dan kelebihan berat badan, risiko terkena kanker payudaranya meningkat.

Setelah menopause, perempuan punya banyak estrogen yang berasal dari jaringan lemak.

Jadi, memiliki jaringan lemak berlebih dapat meningkatkan peluang seseorang terkena kanker payudara.

Baca juga: 6 Tempat Terlarang untuk Simpan Ponsel, Bisa Picu Tumor hingga Kanker

Selain itu, perempuan yang kelebihan berat badan juga cenderung punya level insulin tinggi.

Tingginya hormon insulin ini mampu meningkatkan risiko terkena kanker, termasuk kanker payudara.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved