Sejarah Kalbar

Mengenal Suku Dayak Sinayukng, Sub Suku Dayak Bakati' di Kalimantan Barat

Dayak Sinayukng (Bakati’ Sendoyan / Sendayung) merupakan salah satu sub suku Dayak Bakati’ di Kalimantan Barat. Banyak tinggal di hulu Bengkayang

Facebook / misterpangalayo
Dayak Sinayukng (Bakati’ Sendoyan / Sendayung) merupakan salah satu sub suku Dayak Bakati’ di Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.COM- Suku Dayak di Kalimantan Barat terkenal akan estetika budaya dan ciri khasnya yang unik dan beradat. 

Suku Dayak juga terbagi dalam beberapa daerah dan wilayah, maka dengan itu satu diantara suku Dayak yang terkenal ialah suku Dayak Sinayukng

Dikutip dari misterpangalayo lewat Facebook, Dayak Sinayukng (Bakati’ Sendoyan / Sendayung) merupakan salah satu sub suku Dayak Bakati’ di Kalimantan Barat.

Baca juga: SEJARAH Peringatan Hari Pers Nasional

Pada mulanya, suku ini mendiami kawasan Gunung Senujuh yang terletak di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat).

Namun masuknya Islam di tanah Sambas, seiring dengan perubahan waktu dan perubahan lingkungan, sebagian besar keturunan mereka (orang Sinayukng) memeluk Islam dan menjadi Melayu / masuk melayu / masuk laot (sebutan mualaf belum dikenal pada era itu).

Keturunan mereka ini menyumbang jumlah besar di Kecamatan Sejangkung terutama desa Sendoyan, desa Simakuan, desa Senujuh dan sekitarnya.

Sama halnya dengan keturunan Dayak Salako di masa lampau yang masuk Islam tersebar di Sarinakng (Selakau Tua), Tabing Dayak (Teluk Keramat), Batu Itapm (Sajingan Besar), Kuta Lama (Galing), Sungai Enau (Sajingan Besar), Pa Mangkat (Pemangkat).

Baca juga: Sinopsis To All the Boys I’ve Loved Before, Drama Surat Cinta Lana Condor

Kemudian, sebagian lagi dari Dayak Sinayukng yang tidak mampu beradaptasi memutuskan untuk berpindah ke hulu sungai, hingga sekarang (menurut tradisi lisan turun temurun) mereka telah berasimilasi dengan Suku Dayak Bakati Rara di sebuah wilayah bernama Kalon di Kecamatan Seluas (Kab. Bengkayang - Kalbar). 

Sebagai informasi, kawasan Gunung Senujuh pada masanya pernah menjadi salah satu pusat peradaban di tanah Sambas dan pernah berdiri kerajaan Dayak Bakati’ dimana raja yang terkenal saat itu bernama Raja Nek Riuh.

Secara otentik Kerajaan Nek Riuh tercantum dalam kitab Negarakertagama  karya agung Mpu Prapanca pada masa Majapahit (1365 M) di bawah Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mad. 

Baca juga: Profil Penemu Penyaring Kopi: Melitta Bentz

Dalam kitab itu yang menyatakan bahwa salah satu tanah jajahan Kerajaan Majapahit di Pulau Kalimantan adalah sebuah kerajaan yang mana rajanya memanggil dirinya “Nek Riuh”.

Note : Narasumber masyarakat tua (keturunan) Dayak Sinayukng di Kalon - Bengkayang. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maudy Asri Gita Utami
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved