Vaksin

Mengenal Vaksin Sinovac, Sejarah dan Penggunaannya

Keputusan vaksin itu termaktub dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/12758/2020.

Tribunnews.com
9 Kandidat Vaksin Virus Corona 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM-Vaksin Covid-19 buatan Sinovac menjadi vaksin yang disuntikkan ke masyarakat pada vaksinasi tahap pertama.

Beragam keraguan sempat menyertai kehadiran vaksin Covid-19 buatan perusahaan biofarmasi asal China itu.

Keraguan demi keraguan muncul lantaran Sinovac belum merilis tingkat efikasi vaksin mereka.

Namun demikian pemerintah terlanjur memutuskan vaksin buatan Sinovac menjadi vaksin resmi yang digunakan pemerintah dalam program vaksinasi massal Covid-19.

Baca juga: Polda Kalbar Gandeng Putri Pariwisata Dukung Sosialisasi Vaksin Aman dan Halal

Keputusan itu termaktub dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/12758/2020.

Dalam beleid tersebut Sinovac bersama vaksin produksi PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, serta Novavax menjadi vaksin resmi yang digunakan pemerintah.

Namun akhirnya di tengah keraguan yang bermunculan menjelang vakinasi perdana, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac lantaran lulus uji keamanan dan keampuhan (efikasi).

Adapun tingkat efikasi vaksin buatan Sinovac yang dirilis BPOM sebesar 65,3 persen.

Baca juga: Saat Masker Disebut Lebih Efektif Cegah Covid-19 Dibanding Vaksin

Jumlah itu melebihi ambang batas efikasi 50 persen yang ditetapkan WHO agar sebuah vaksin bisa digunakan.

Mengenal Vaksin Buatan Sinovac

Vaksin Sinovac sebenarnya bernama CoronaVac. Vaksin ini dibuat di China dan dikembangkan oleh perusahaan swasta bernama Sinovac.

Secara singkat, CoronaVac bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan untuk membuat antibodi yang dapat melawan virus Corona SARS-CoV-2.

Antibodi yang terbentuk ini kemudian menempel pada protein virus yang disebut spike proteins.

Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulainya dengan pengambilan sampel virus Covid-19 dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, dan Swiss.

Dari hasil penelitian yang dilakukan, akhirnya satu sampel dari China menjadi dasar pembuatan vaksin CoronaVac.

Selanjutnya, para peneliti menumbuhkan sampel virus Covid-19 tersebut di sel ginjal monyet.

Mereka menyiram virus dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton. Senyawa tersebut menonaktifkan virus Covid-19 dengan terikat pada gennya.

Hal ini menyebabkan virus Covid-19 tidak bisa lagi bereplikasi, tetapi protein mereka tetap utuh. 

Baca juga: 15 Kondisi Seseorang Tak Bisa di Vaksinasi Covid-19

Para peneliti kemudian menarik virus yang sudah tidak aktif itu dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan.

Senyawa ini merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved