Vaksin Sinovac

Polda Kalbar Gandeng Putri Pariwisata Dukung Sosialisasi Vaksin Aman dan Halal

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penerima vaksin minimal sebanyak 70 persen populasi Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa.

Tribun Pontianak
Kolase Tribun Pontianak Wiki Duta Wisata Kalbar dan Nasional 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Kunci keberhasilan penghentian pandemi Covid-19 melalui vaksin terletak pada cakupan vaksin atau jumlah penduduk yang menerimanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penerima vaksin minimal sebanyak 70 persen populasi Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa.

Untuk itu dibutuhkan waktu sekitar 3,5 tahun untuk vaksinasi massal mengingat ketersediaannya yang terbatas.

Baca juga: Sinovac Optimistis Vaksin Virus Corona Siap Awal 2021

Besar kecilnya jumlah penerima vaksin dalam suatu wilayah begitu penting untuk membentuk kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity).

Dengan mendukung penyaluran vaksin di Kalimantan Barat, AKBP Wesly Panjaitan, bidang Humas Polda Kalbar turut menggencarkan pemahaman vaksin bagi masyarakat agar tidak salah, dalam stigma yang beredar di masyarakat.

"agar semua lapisan masyarakat mendukung program vaksinasi dan Penggunaan Vaksin SINOVAC dan siap divaksin sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satgas Covid-19," ujarnya.

Sesuai edaran yang berlaku, Polda Kalbar siap bersinergi dan terus mendukung pemerintah dalam menyampaikan amanah dan turut serta mencegah penyebaran virus covid tersebut.

Baca juga: Putri Pariwisata Kalbar,Valen Elflina Tampilkan Tari Dayak untuk Budaya Kalbar

Menurut Anthony S Fauci, epidemiolog asal Amerika Serikat, dibutuhkan sekitar 85 persen agar vaksin sungguh efektif untuk menghentikan pandemi.

Maka, dengan menyadari adanya resistensi terhadap vaksin di banyak negara, Fauci meminta penerimaan sukarela (voluntary acceptance) dari masyarakat untuk divaksin demi tercapainya tujuan tersebut.

Hanya saja, program vaksinasi ini tetap harus didukung penerapan protokol kesehatan yang ketat. Setelah mendapat vaksin, bukan berarti bisa bebas keluyuran tanpa menggunakan masker, tidak mencuci tangan, serta tidak menerapkan jaga jarak.

Tanpa diimbangi disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan, orang yang sudah divaksin masih berpotensi terpapar virus korona.

Dengan melihat kandungan, cara kerja vaksin Sinovac, serta kesiapan petugas kesehatan, kiranya masyarakat tidak lagi ragu untuk menerima vaksin.

Lagipula, kandungan antibodi vaksin sekecil apa pun dalam tubuh seseorang tentu akan lebih berguna dibandingkan sama sekali tidak divaksin.

Penerimaan akan vaksin dalam diri tiap orang perlu terus diperjuangkan demi tercapainya bonum commune (kebaikan bersama).

Baca juga: Valen Elflina Lumbantobing, Putri Pariwisata Indonesia 2020

Gandeng Putri Pariwisata

Valen Elfina Lumban Tobing
Putri Pariwisata Kalimantan Barat 2020
Miss Green Tourism Indonesia 2020
@valentobing

Valen Elfina Lumbantobing Putri Pariwisata Kalbar, Ajak Masyarakat Dukung Vaksin Sinovac
Valen Elfina Lumbantobing Putri Pariwisata Kalbar, Ajak Masyarakat Dukung Vaksin Sinovac (Istimewa)

Vaksinasi adalah ikhtiar agar kita bisa segera keluar dari Pandemi Covid-19 dan agar kita bisa beraktivitas kembali seperti semula, tidak ada alasan untuk tidak mendukung dan turut berperan serta.

Wilda Octaviana Situngkir
Putri Pariwisata Indonesia 2018
3rd RU Miss Supranational 2018
@wildaoctavianasitungkir

Putri Pariwisata Indonesia
Putri Pariwisata Indonesia (Istimewa)

Masyarakat Kalimantan Barat tidak perlu ragu terhadap vaksin covid 19. Karena pemerintah telah menjamin bahwa vaksin gratis, halal, aman serta efektif guna menciptakan imunitas kelompok (herd immunity). (mod)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved